RM Danardono H menulis :

Saya lihat, Kwan Kong juga seoang dari tokoh yang dimuliakan di
vihara Sakyavanaram di Pacet. Dikisahkan, bagaimana dia dari seroang
jendral menjadi orang suci.

Bagaimanakah sebenarnya kisah perjalanan hidup tokoh ini? Apakah
benar dia menjadi suci setelah kematiannya?

Mohon pencerahan.

Salam

RM D Hadinoto



Rinto Jiang :

Simbolisasi. Masyarakat Tionghoa sangat mementingkan simbolisasi. Dewa-dewi dalam masyarakat Tionghoa itu sebenarnya asalnya bermacam. Klasifikasinya berdasarkan asalnya pernah saya ulas sekilas, terdiri dari dewa-dewi yang berasal dari leluhur, yang berasal dari yang berasal dari alam (natural), yang berasal dari tokoh mitologi, yang berasal dari benda.

Kwan Kong ini berasal dari satu bentuk pemujaan terhadap leluhur. Dewa yang berasal dari leluhur ini yang jumlahnya paling banyak di antara ratusan dewa-dewi dalam masyarakat Tionghoa. Mayoritas adalah dewa-dewi lokal yang cuma terkenal di satu daerah, semisal di daerah2 Jawa Timur dan Tengah, banyak sekali leluhur yang didewakan. Sedangkan dewa regional maupun nasional, artinya terkenal dan dipuja secara luas jumlahnya tidak sebanyak itu. Biasanya, leluhur didewakan bila ia mempunyai kontribusi dan menjadi simbol kuat dari suatu nilai kebajikan. Di Kwan Kong, nilai ini adalah keberanian dan kesetiaan. Pada Kwan Im misalnya, walau adalah tokoh mitos, namun ia perlambang welas asih. Mazu (Ma Cho) perlambang bakti pada orang tua dan masih banyak lagi.

Jadi, seorang leluhur akan menjadi suci bila ia dianggap suci oleh para penerusnya. Saya cuma mengulas dari aspek sejarah. Tentunya juga banyak mitologi dan cerita2 lainnya yang menyertai penyuciannya ini apalagi dari aspek religius.


Rinto Jiang


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke