Terima kasih atas penjelasan p KH dan p RJ.

Salam a...
Christine a...



-----Original Message-----
From: King Hian [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, September 08, 2005 10:00 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [budaya_tionghua] A sebagai awalan dan akhiran (Panggilan Lazim
Dalam Keluarga Tionghua)


RJ:
Sebagai awalan, maka ia diletakkan di depan karakter yang biasanya digunakan
untuk memanggil orang, nama atau panggilan misalnya. Ini seperti yang
ditanyakan oleh Christine-jie. Biasanya digunakan untuk hubungan cukup
dekat. Untuk nama, yang cocok untuk diawali dengan A adalah nama kecil,
misalnya Cao Cao punya nama kecil A Man.

Untuk akhiran, maka a diletakkan di akhir sebuah kalimat. Tidak mengandung
arti dan hanya sebagai penekanan ekspresi, mirip seperti kata "yah" dalam
bahasa Indonesia. Misalnya kalimat Hokkian, "mai be ki a" atau Mandarin,
"bie wang ji a" adalah dapat dipadankan dengan "jangan lupa yah".

KH:
A sebagai awalan, biasanya digunakan karakter é~¿ . Dalam bhs Hokkian,
awalan A fungsinya sama awalan A dalam bhs Hakka, Tiociu, Konghu, dan
Mandarin.

Dalam kata dan frase, akhiran A dalam bhs. Hokkian biasanya digunakan
karakter ä»". Yang fungsinya seperti er (å...') atau zi (子) pada bhs
Mandarin. Dalam bhs Hakka biasanya digunakan i (å...'). 
Contoh: NYAMUK
Mandarin: WEN+ZI -> WENZI (èsS子)
Hokkian: BANG+A-> BANGA (è "ä»")
Hakka: MUN+I -> MUNI (èsSå...')

Dalam bhs. Hokkian:  Ibu: A-BU-A (é~¿æ¯ä»"). Di sini, bunyi A (é~¿)
berfungsi sebagai awalan dan (ä»") sebagai akhiran.

salam,
KH


Rinto Jiang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Christine menulis:

Masih ada hubungan dengan panggilan lazim dalam keluarga Tionghua saya ingin
menanyakan mengapa dalam panggilan nama dan hubungan keluarga selalu di
mulai dengan "A" 

misalnya: 
1. Untuk hubungan keluarga: A so, A kong, A ma, dll
2. Untuk nama: A Heng, A Ling, A Miaw, dll

Mohon pencerahan dan terima kasih.

Salam,
Christine


Rinto Jiang:

"A" di dalam bahasa Tionghoa adalah awalan dan akhiran. Jadi karakter "A"
itu tidak punya arti khusus.

Sebagai awalan, maka ia diletakkan di depan karakter yang biasanya digunakan
untuk memanggil orang, nama atau panggilan misalnya. Ini seperti yang
ditanyakan oleh Christine-jie. Biasanya digunakan untuk hubungan cukup
dekat. Untuk nama, yang cocok untuk diawali dengan A adalah nama kecil,
misalnya Cao Cao punya nama kecil A Man.

Untuk akhiran, maka a diletakkan di akhir sebuah kalimat. Tidak mengandung
arti dan hanya sebagai penekanan ekspresi, mirip seperti kata "yah" dalam
bahasa Indonesia. Misalnya kalimat Hokkian, "mai be ki a" atau Mandarin,
"bie wang ji a" adalah dapat dipadankan dengan "jangan lupa yah".


Rinto Jiang
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now.
http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke