Penanganan Medis Korban Gempa Dibawah Cahaya Petromaks.

Keadaan gelap gulita karena listrik yang belum menyala, ternyata tidak memperpendek antrian warga desa Prayan, Piyungan Bantul untuk diperiksa oleh tim medis yang pertama kali datang mengunjungi desa mereka. Kedatangan para dokter relawan Perhimpunan INTI ini jelas tidak disia-siakan oleh warga yang paska gempa 27 Mei yang lalu, baru mendapat bantuan medis tanggal 30 Mei 2006.

Lamanya proses pengobatan yang berlangsung sampai pukul 20.00 membuat paramedis bekerja dibawah sinar petromaks.  Walau demikian, warga desa yang terkena dampak cukup parah ini mengaku sangat bersyukur. Sebut saja Mbah Maryo, laki-laki berusia 80 tahun ini menderita patah tulang panggul dan hanya tidur pasrah selama 3 hari. Malam itu juga mbah Maryo diantar oleh ambulance Perhimpunan INTI ke RS. Bethesda untuk mendapat penangangan yang lebih serius.

234 orang pasien yang ditangani di tempat ini kebanyakan menderita luka-luka yang sudah membusuk, infeksi, memar, mialgia, hipertensi, asma, trauma dan depresi.
(Lisa Suroso/INTI/30 Mei 2006)
------------------

Teh Manis dan Taplak Berenda Menghias Posko Darurat

Walaupun berada dalam keadaan sedih dan serba kekurangan, apa yang dilakukan oleh warga korban gempa di Gantiwarno, Wedi, Klaten amat menyentuh. Dengan senyum lebar dan wajah tulus, mereka berebutan menarik sisa-sisa meja yang masih bisa berdiri, melapisinya dengan taplak berenda yang sudah sobek dan membuatkan teh manis hasil sumbangan dalam gelas-gelas air mineral plastik untuk disuguhkan pada 7 orang dokter relawan Perhimpunan INTI yang datang untuk mengobati mereka.  Walaupun berulang kali ditolak dengan halus karena tidak mau merepotkan, para ibu itu hanya berkata sambil tersenyum,"Ndak 'pa'pa Mbak. nanti juga pasti kami dapat lagi."

Kecamatan Ganti Warno, Klaten termasuk daerah yang tercatat cukup parah tertimpa bencana gempa 27 Mei yang lalu. Keadaan desa itu sudah seperti kota yang terkena bom dengan puing dimana-mana. Semua rumah hancur dan belum ada tim medis yang masuk sampai tanggal 31 Mei 2006 ini. Penduduk yang kebanyakan petani tebu dengan penghasilan minim ini amat senang ketika ada pembagian vitamin gratis dan pengobatan bagi warganya yang sakit. Asma, flu, luka-luka, dan hipertensi adalah daftar teratas penyakit warga yang kini bermukim di tenda-tenda darurat sepanjang jalan.
(Lisa Suroso/INTI/31 Mei 2006)

-------------------------

Selamat dari Gempa Karena Bangun Pagi

Banyak keunikan yang terjadi di desa Banyu Urip, Ngandong, Klaten.  Walaupun seluruh rumah di desa ini hancur lebur, namun tidak ada satu pun korban meninggal disini. Setelah ditesuluri penyebabnya, ternyata kebanyakan penduduk desa ini adalah tukang yang bekerja di Jogjakarta. Ketika gempa melanda tanggal 27 Mei 2006 dini hari, warga Banyu Urip sudah bersiap-siap untuk bekerja dan sekolah sehingga mereka sempat melarikan diri keluar rumah saat tanah yang mereka pijak mulai bergoyang.

Keunikan lain yang terpantau adalah tidak berlakunya inflasi di daerah ini seperti umumnya terjadi di tempat lain. Contohnya segelas air mineral tetap dijual dengan harga normal oleh beberapa warung pinggir jalan yang sudah mulai buka. Padahal bantuan logistik di tempat ini cukup sulit didapat. Bahkan karena jarangnya air, anak-anak kecil menggerogoti vitamin yang seharusnya dicampur dengan air. Jadi  sangatlah normal bila harganya naik. Apalagi bila pembelinya para relawan dari Jakarta.

Hal lain yang mengagumkan dari desa yang diberi pelayanan pengobatan oleh 8 orang dokter Perhimpunan INTI ini adalah semangatnya. Terlihat mereka sudah mulai memisahkan puing-puing, mengumpulkan bata-bata yang masih bisa dipakai, menyusunnya untuk tempat berteduh dan tidak menunggu bantuan luar dengan   meminta-minta. Mungkin sesuai dengan nama desanya "Banyu Urip" atau Air Hidup, begitu juga semangat penduduk desa ini, seperti air yang menghidupkan.
(Lisa Suroso/INTI/31 Mei 2006)


--------------------------------------------------------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min.

[Non-text portions of this message have been removed]





.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke