idakhouw <[EMAIL PROTECTED]>  wrote:                                 
Saya tidak minta Anda panjang lebar soal kerabat Anda. 
---------------------------------------------------------------
Sdri Ida, 

( 1 ) .Kalau SC Agung adalah kerabat yg menurut anda tidak usah dibicarakan 
panjang lebar (karena mungkin dianggap cenderung memihak dia  dalam 
membahasnya), maka Sumitro sama sekali bukan kerabat.
Jadi, kalau bukan kerabat tentunya boleh dianalisa  secara impartial : Racist 
atau tidak ?
Saya tunggu jawaban dulu baru mulai membahas soal racist tidaknya orang yg 
sangat  terkenal di indonesia ini, yg tindakannya bisa menentukan hidup matinya 
banyak orang di situ. 

( 2 ). Mengenai "definisi2".
    
-A-. Sudah dijawab oleh sdr. Skalaras sbb :
"Saya sejak kecil selalu diajarkan, jika menghadapi masyarakat umum,
 pakailah bahasa umum, meski yang dibicarakan masalah specialist mu. jika
 kita masing2 mau bicara pakai bahasa2 khusus bidang studinya, saya kira
 mils ini akan bubar".
Ini sangat jelas.
-B-. Tapi kalau ingin diperjelas lagi, sebenarnya sudah saya pernah tulis 
secara tidak langsung pemikiran bung Karno terhadap kaum fiqh.
Walaupun demikian, mungkin perlu diperjelas-diperjelas lagi supaya  lebih 
mengerti lagi :
- Ada orang yg membaca satu artikel yg sipenulisnya menggunakan kata2 apapun, 
sipembaca cepat sekali mengerti maksud sipenulis. Seandainya sipenulis menulis 
dengan istilah yg kurang tepatpun, dia mengerti maksud yg dikandung sebenarnya 
oleh sipenulis.
- Ada orang yg kalau membaca satu artikel, Setiap ada kata yg "kurang tepat", 
langsung ia berhenti mengernyitkan alis. Lalu disini ia "minta penjelasan yg 
detil". Jelimet.
Kalau sipenulisnya memang ternyata kurang bisa mengungkapkan dengan 
perbendaharaan kata yg tepat, maka disitu bisa jadi problem besar baginya. 
Sebab point ini bisa dijadikan senjata maha besar untuk mementahkan dan 
mempersoalkan seluruh  artikelnya. 
Bonamiyem dengan rendah hati ingin mengaku dosa bahwa memang Bonamiyem kurang 
hati2,  kurang teliti, dan ignorant, hingga menggunakan perbendaharaan kata yg 
kurang tepat.  Maaf dech lahir bathir,  Minal aidin wal faisin. (Entah salah 
lagi atau tidak nich, kalau minta maaf harus diikuti dengan kata-kata penghalus 
"minal aidin wal faisin" biar keren.  Kalau salah lagi, tolong koreksi yach).
Lain kali kalau menulis untuk Ida Khownio, mungkin akan disediakan waktu khusus 
se-khusus2 nya agar tidak melakukan kesalahan menggunakan perbendaharaan yg 
kurang tepat. Dimeja akan disediakan ensiklopedia kata-kata canggih, 
istilah-istilah canggih seperti ubi ius ibi sociatas, ubi societas ibi ius (yg 
artinya dimana ada masyarakat dalam milis, disitu bibi-bibi  bisa beli 
panggangan  ubi. Dan sebaliknya).

Kalau teman-teman di milis yg kebetulan baca artikel saya yang sulit 
dimengerti, mohon maaf, dan  jangan ragu2 kalau bertanya. Kata pepatah :
"Dari pada sesat dijalan , lebih baik malu bertanya"
Begitu bukan ?

Salam
Josephine.



idakhouw <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Saya tidak 
minta Anda panjang lebar soal kerabat Anda. 

 Coba Anda periksa2 lagi email Anda menyangkut Babah Peranakan,
 orang-Indonesia-asli. Lalu bandingkan dengan definisi "Racism".
 
 I.
----------------- 
catatan moderator:
sebaiknya tulisan lama (apa lagi yang panjang2) di bawah didelete saja, karena 
tidak semua member mempunyai bandwidth yang cukup untuk membuka email yang lalu
terima kasih





.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke