Anda bisa saja mengatakan ini bukan masalah budaya, ini tergantung bagaimana anda memandang istilah " budaya". anda bisa saja memaparkan argument anda, ini yang saya tunggu tapi ini sama sekali tidak anda lakukan, malah langsung memberi kuliah " kalau tidak menguasai masalah jangan bicara! apa anda sudah baca buku sosiologis terorisme blabalabala". saya juga bisa meminjam cara anda berlagak : " tahukah anda apa itu budaya? kalau belum menjadi budayawan tak usahlah bicara budaya, sudahkah baca tulisan Yu QiuYu tentang bertahan dan runtuhnya peradaban besar dunia?" langsung matilah diskusi . beralih menjadi unjuk status dan pangkat masing2.
apa yang salah dengan ucapan saya bahwa berkat renaisance dunia barat bangkit dari kegelapan abad pertengahan yang penuh tahayul?? tolong jelaskan, tak perlu anda berlagak sebagai seorang guru yang menyuruh muridnya mencari bahan di internet. saat kuliah dulu, pada saat diskusi, ada teman yang senang merefer teori2 dari buku. sebagian orang langsung "mengkeret"nyalinya, tak berani berbantah lagi. tapi saya masih bisa bertanya: " itu semua kutiban dari buku, bagaimana hasil analisa anda sendiri?" memang, saya dididik untuk berpikir mandiri, tidak dilatih untuk menjadi penghafal. ZFy > Kayak gini kan jadi bisa debat kusir Pak. Coba lihat lagi, mana sih > nasihat KOSONG dimaksud? betul kan kalau tak menguasai masalah jangan > 'ngajak ribut'? > > Bukannya saya sudah esensial/'beradu logika umum' spt Bapak maksud? > > 1. soal terorisme bagian budaya Islam (saya sudah bilang pendapat > saya: ini soal extremism, BUKAN BUDAYA ISLAM) > > 2. soal Bapak mengaitkan Renaissance dengan tahayul (sekarang kan > gampang tinggal cek di google kalau mau pelajari Renaissance) > > Di mana KOSONGnya? dan siapa melarang orang exacta bicara? > > Sorry, saya tidak mau berdebat KOSONG lanjut. Mohon Anda juga tidak > mudah menuding2 orang --> "arogan", "pasang aksi" dll. > > Ida Khouw > > > --- In [email protected], "skala selaras" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: >> >> Mbak Ida, >> >> Kalau anda memang punya pendapat berbeda, langsung saja menyanggah, > langsung masuk ke masalahnya, tak perlu mengumbar nasehat2 kosong, > dengan mengatakan orang lain tak menguasai masalah, tapi tak juga > menunjukkan apa salahnya, ini adalah sikap yang arogan sekali! > mungkin saja saya tidak tepat menggunakan istilah2 khusus sosiolog .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
