Maaf, yang saya maksudkan ironis adalah orang Tionghoa
belajar segala sesuatu tentang budayanya, melalui
hasil penelitian orang Barat.

Kebanyakan kalau hasil penelitian orang Barat dianggap
lebih valid, sedangkan kalau hasil penelitian orang
Tionghoa sendiri sering diragukan oleh masyarakat
Tionghoa sendiri.

Salam,
Irawan





--- Dada <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Bung Iwan Raharjo 
> 
> Kenapa orang barat yang mempelajari budaya timur
> anda sebut ironis?
> Dan kenapa orang timur yang mempelajari budaya barat
> disebut menghina? 
> Bukankah dua statement ini sangat kontradiktif dan
> terkesan seperti mau menang sendiri. 
> 
> Pendapat saya , bahkan orang tionghoa yang belajar
> sejarah , teknologi dan budaya barat pun sebenarnya
> adalah salah satu penopang utama budaya tiongkok.
> Karena harus ada orang tionghoa yang harus tahu akan
> dunia luar , dan sementara itu harus ada orang
> tionghoa yang tetap mempelajari budaya dan sejarah
> tiongkok........itu baru benar........
> 
> Disini tidak mempelajari sesuatu bukan berarti malu
> , tapi bisa jadi tidak tertarik , dan tidak tertarik
> bukan berarti tidak menghormati.......
> Harus ada yang belajar ilmu pengobatan tradisional
> tionghoa , disisi lain harus ada juga tionghoa yang
> mempelajari ilmu kedokteran barat..........disini
> kita jangan terjebak antara membandingkan keunggulan
> yang satu dengan yang lain ..........bukankah lebih
> baik kalau semua yang bermanfaat dipelajari , baik
> itu "berbau barat" , "berbau timur tengah" , "berbau
> india" dst.........
> 
> Siapa yang mau belajar atau bertanding wu-shu kalau
> atlet2 Jerman atau Eropa dianggap lebih timur dari
> orang timur sendiri........
> Dan siapa juga yang mau bertanding ballet , dance2
> barat , kalau penari2 timur dianggap lebih barat
> dari orang barat sendiri........
> 
> Bahkan dari sudut pandang pragmatis , dalam kecamuk
> perang pun , mempelajari budaya dan tradisi musuh
> adalah keharusan .....untuk kepentingan strategis
> ............dalam saat damai , saat musuh tidak ada
> , pelaku bisnis pun wajib mempelajari budaya dan
> tradisi setempat jika ingin meluaskan pasar
> internasional...........
> 
> 
> Salam Damai 
> 
> Robby Wirdja
> 
> Kenapa malu dengan budaya Tionghoa ? 
> Posted by: "raharjo irawan"
> [EMAIL PROTECTED]   irawanraharjo 
> Wed Feb 21, 2007 11:03 pm (PST) 
> 
> 
> Si narator justru memberikan pendapat: Mengapa malu
> sebagai orang Tionghoa dan budaya nya ? tunjukkanlah
> kalau orang Tionghoa dan budaya nya itu baik dan
> dapat
> diterima oleh berbagai pihak. Karena bagaimanapun
> anda
> mau menyembunyikan identitas ketionghoaan, tetap tak
> bisa. 
> 
> Sekali Tionghoa sampai 1.000 keturunan pun tetap
> Tionghoa, ini realitas.
> 
> Yang menjadi masalah, adalah banyaknya orang
> Tionghoa
> yang karena satu dan lain hal, menjadi lebih Barat
> dari orang Barat, dan menghinakan budaya sendiri.
> 
> Ironisnya, sekarang justru banyak orang barat yang
> berusaha mempelajari budaya Timur. Hasil
> penelitiannya
> ditulis, dijual ke orang Timur, dan orang Tionghoa
> justru sangat menghormatinya.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>
=======================================================
> 
> 
> 
> Salam,
> Irawan R
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 



        
        
                
___________________________________________________________ 
New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more at 
the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes. 
http://uk.rd.yahoo.com/evt=44106/*http://mail.yahoo.net/uk 

Kirim email ke