Tantono - Heng yb Sependapat deh.........
Tentu saya pun sebagai umat beragama ada perbedaan pendapat dengan ideology tertentu. Betapapun bagusnya sebuah ideology menghasilkan sebuah ekses. Entah itu hukum rata-rata komunisme dan simpangan deviasi kapitalis. Melarangnya pun bukan tindakan yang bijaksana , biarkan saja ideology itu dibaca dan diakses oleh orang banyak , dan kelak ideology tersebut akan teruji oleh waktu. Jika memang tidak sesuai dengan jaman , akan sirna dengan sendirinya. Tapi saya senang , Indonesia sekarang lebih liberal soal buku. Buku Mao, buku Mein Kampf Hitler , (atau mungkin Ikki Kita Jepang)sudah banyak dipajang di toko buku2 tertentu. Semoga seperti apa yang anda harapkan , pembaca bisa mempelajari kelemahan dan kelebihan. Dan mungkin seperti juga anda , saya akan tetap katolik , walaupun mungkin ikut serta Martin Luther memakukan 95 dalilnya di gereja Wittenberg. Sebuah otoritas harus mempunyai oposisi. Akan tetapi ini memang merupakan tanggung jawab internal umat agama itu sendiri. Meminjam kalimat Umberto Eco , " Justru dalam buku-buku kebohongan , kebijaksanaan Tuhan semakin berkilauan , seperti terang bintang di tengah kegelapan malam" Salam Damai Andreas Robby Wirdja --- In [email protected], "Tantono Subagyo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sdr Andreas,' > Masalah ideologi sih saya sependapat, Victor Hugo : An invasion of armies > can be resisted, but not an idea whose time has come. Sebagai orang beragama > saya menentang praktek komunisme, tapi bukankah kita akan lebih efektif > melawan sesuatu bila kita juga mempelajari "modus operandi"nya. Sebagai > ideologi komunisme dapat dipelajari, dan kalau dari sharingnya sebenarnya > kelihatannya Jemaat Mula-mula Kristiani hidup secara komunal juga. Ajaran > Mao boleh dibaca, dilihat dimana kekuatan dan kelemahannya, tetapi > prakteknya yang menyeleweng/tidak sesuai dengan hati nurani harus dilawan. > Sebagai contoh : saya penganut Kristiani bahkan sedang belajar Teologia > (walau sudah tua) tapi saya bayangkan seandainya saya hidup dijaman Martin > Luther maka saya juga akan menentang Surat Pengampunan Dosa. Salam, Tantono > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
