Betul, Pak Danar, saya yang masa kecilnya hidup di Solo, tidak pernah merasa 
tersinggung saat dipanggil Cino, tapi menjadi sangat marah saat orba dng 
sengaja mempopulerkan kata Cina untuk mengganti kata Tionghoa. Bahasa memang 
unik, hanya beda satu huruf, kandungan sosialnya sudah sedemikian jauh.

Salam,

  ----- Original Message ----- 
  From: RM Danardono HADINOTO 
  To: budaya_tionghua@yahoogroups.com 
  Sent: Sunday, October 28, 2007 8:27 PM
  Subject: [budaya_tionghua] Re: Istilah Tiongkok dan Cina di Wikipedia 
Indonesia ==...


  Pak Irawan, penggunaan kata Cina oleh Sindhunata memang sudah di 
  akordir dengan pihak Angkatan Darat dan seluruh jajaran orde baru, 
  untuk meraih posisi anak emas. Ini dilakukan oleh seluruh groupnya di 
  CSIS, dengan pemain2 utamanya, Harry Tjan dan the Wanandi boys..

  Arif Budiman, yang awalnya juga jagoan orde baru, mempunyai kesadaran 
  politis yang lain dan lebih ber-naluri kebangsaan, menurut pengamatan 
  saya pribadi.

  Bagi kami, komunitas Jawa, kata Wong Cino, sama isinya dengan Wong 
  Londo (orang Belanda), wong Padang, Wong mBatak, Wong Meduro dan in 
  general, Wong Sabrang (semua yang berasal dari luar Jawa). Kata ini 
  TIDAK mengandung arti merendahkan, sekedar membatasi lingkar budaya, 
  they are all not Javanese. 

  Tetapi masyarakat lain, mungkin mempunyai nilai lain, dan saya tahu, 
  banyak yang menggunakan kata ini untuk merendahkan. 

  Sudah waktunya kita tak memakai kata ini, walau Sindhunata seribu 
  kali mengatakan ini adalah kata yang OK. We are Indonesians, that's 
  it!

  Salam nasional

  Danardono


  . 
   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke