Dear Orlando Ong yb, Saya kira, 'keributan' masalah istilah Tionghoa vs Cina lebih dipicu oleh adanya kelompok yg memaksakan kehendak untuk meneruskan penggunaan istilah 'cina' dalam dokumentasi formal dan resmi. padahal, berulang kali dipaparkan arti negatif dari istilah ini. bahkan lebih jauh, orang-orang 'cina' ini tidak mengindahkan tempat Tionghoa spt milis ini. penggunaan istilah 'cina' di forum Tionghoa semacam ini jelas merupakan penghinaan vulgar sekaligus eksentrik terhadap para pengelolah tempat ini yg dengan jelas memilih istilah Tionghoa daripada 'cina'. Tapi saya setuju bahwa terdapat perdebatan yg lebih berguna dan bermanfaat untuk dielaborasi lebih tajam dan in depth. dan juga saya setuju komentar anda mengenai kebangkitan Tiongkok hingga menurut anda "...siapa yg berani meremehkan Tiongkok (saat ini)". Kebangkitan Tiongkok sebagai negeri adidaya berpengaruh terhadap kehidupan seluruh Hua Ren diseluruh dunia. di Indonesia, kebangkitan RRT itu turut meredam gerakan anti-tionghoa yg sudah hidup sejak sebelum Indonesia diproklamasikan. bahkan sebenarnya, kebangkitan Tiongkok baru sudah dimulai sejak beberapa dekade yg lalu. Berhasilnya RRT mengembangkan teknologi senjata nuklir dengan usaha sendiri sebenarnya cukup mengubah konstalasi dunia. sayangnya kita di sini, terutama pasca Harto berkuasa, kurang mendapat informasi tentang gerak maju Tiongkok yg sebenarnya sangat mempengaruhi kehidupan sosial politik seluruh Hua Ren di seluruh dunia. bahkan kebangkitan RRT ini pun turut berdampak positif bagi para Hanjian anti Tiongkok/tionghoa yg masih memakai istilah 'cina' di seluruh dunia. prestige mereka sebagai etnis Tionghoa tetap terangkat sekalipun esensi diri mereka adalah Hanjian. best regards, Kenken --- In [email protected], "orlando ong" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: past is history, tomorrow is future.â©â©drpd ribut dulu kita diapain, mendingan mikir next step mau ngapain. dulu direndahkan pasti ada sebabnya tapi kenyataannya skrg siapa yg berani meremehkan china, calon perdana menteri australia pun sekeluarga bisa bahasa mandarin, ketua perfilm an perancis diwawancara pakai bahasa mandarin. dimana mana bahasa mandarin mulai dipakai, apa itu gara2 kebetulan? tentu bukan, itu juga dari kerja keras yg dijalani secara disiplin dr jaman deng, jiang sampai hu.â©â©we may forgive but never forget.â©â©sekian urun rembug ide dari saya. â©â©terima kasih.
On 11/15/07, Jimmy Tanaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Nanggapi sedikit tulisan anda bung Zhou, > > --- In [email protected], "Skalaras" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > 2. Karena kita berangapan istilah Cina itu rendah, kalau ada yang > ngotot memakainya berarti rela direndahkan. ini konsekwensi pendapat > dari golongan yang merasa istilah Cina rendah. > > Masalahnya, ini belum menjadi kesepakatan umum. Mungkin bagi generasi > 60-an (or generasi senior), istilah cina tuh merendahkan. Tapi bagi > generasi yg lebih muda, mungkin saja tidak. Apakah karena mereka tidak > tahu sejarah? mungkin saja tidak (alias mereka tahu). Lalu kenapa > masih tidak peduli? ya bisa saja karena penggunaan 'cina' saat ini > tidak otomatis dalam intonasi menghina dan mereka tidak merasa istilah > tersebut 'merendahkan'. > > Terlalu generalisasi anda bung. > > >sebaliknya, golongan yang merasa istilah Cina itu harum sehingga > mati2an mempertahankannya silahkan mengklaim kelompoknya adalah > golongan harum, sejaki lagi, Dao Bu Tong Bu Xiang Wei Mei .... > > saling klaim mah terserah. Yg penting jangan menghakimi kelompok lain > sebagai 'bau'. Apakah anda mau golongan anda disebut 'bau'? > > > salam, > jimmy > > --------------------------------- Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage. [Non-text portions of this message have been removed]
