--http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0712/17/142435.htm
*JAKARTA, KOMPAS -* Pasangan Hasan Karman-Edy R Yacoub yang memenangi pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Singkawang 2007, Senin (17/12). Pelantikan pengambilan sumpah jabatan itu dilakukan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Laurentius Herman Kadir dalam Rapat Paripurna DPRD Singkawang yang berlangsung pukul 10.00-12.00. Dalam sambutannya, Kadir menyampaikan, kemenangan Hasan-Edy bukanlah milik mereka berdua atau kelompok tertentu, tetapi kemenangan rakyat Singkawang. Karenanya, jika ada perbedaan pendapat atas hasil pilkada yang memenangkan pasangan Hasan-Edy, Kadir berharap, perbedaan itu tidak sampai menimbulkan friksi yang bisa berimbas pada terganggunya perekonomian rakyat Singkawang. Selanjutnya Kadir berpesan agar wali kota dan wakil walikota terpilih harus transparan dan akuntabel dalam mengelola keuangan daerah. Belanja publik, yakni penyediaan layanan kepada masyarakat dan pembangunan wilayah harus dikedepankan. "Penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, peningkatan kesempatan kerja, investasi dan ekspor, peningkatan aksesbilitas dan kualitas bidang pendidikan dan kesehatan, serta revitalisasi pertanian, harus menjadi prioritas pembangunan di Singkawang," kata Kadir. Wali kota dan wakil wali kota diharapkan juga menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan daerah lain untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas pembangunan, serta mengelola potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Selain menerapkan tata pemerintahan yang baik, mereka diharapkan dapat mendukung penegakan hukum dalam memberantas korupsi, termasuk di dalamnya kegiatan pengadaan barang dan jasa. "Wali kota dan wakil wali kota diharapkan dapat menjalin hubungan kerja sama dengan DPRD dalam pengembangan kebijakan daerah untuk meningkatkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," katanya. Pangkas Birokrasi Perizinan Sebelumnya Hasan pernah menyatakan komitmennya memberantas kemiskinan di Singkawang dengan menarik investor untuk membuka lapangan pekerjaaan di daerah yang terkenal dengan julukan 'Kota Seribu Kuil/Pekong'. Untuk mendukung hal tersebut, ia akan memangkas birokrasi perijinan yang selama ini turut menyebabkan tingginya ongkos ekonomi. "Pengusaha Singkawang yang sukses merantau itu banyak. Kalau saya bisa membawa lima saja pengusaha yang sukses itu untuk membangun industri menengah di Singkawang, di mana satu industri bisa menyerap 500 pekerja, maka akan mendatangian efek yang luar biasa. Masayarakat mendapat lapangan pekerjaan, daya beli meningkat, dan perekonomian akan berkembang. Dengan sendirinya kemiskinan akan teratasi," katanya. Selain itu akan membenahi infrastruktur kota, ia juga berobsesi menggratiskan biaya pendidikan di tingkat SD-SMA dengan cara menggandeng investor atau yayasan swasta agar turut berperan mendanai pendidikan itu. Pengusaha-Akademisi Hasan Karman, pengusaha Tionghoa kelahiran Singkawang, 6 Agustus 1962, sempat mengenyam pendidikan di bawah naungan yayasan Katolik, mulai SD-SMA. Selanjutnya ia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1982-1988) dan Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta(1995-1996). Kini ia menjadi juga tengah menyelesaikan disertasi S3 di Universitas Negeri Jakarta. Selain sarat pengalaman kerja di perusahaan swasta, Hasan banyak berkipraj di sejulah organisasi. Terakhir ia menjabat Senior Partner dalam Lawfirm RAH & Partners di Jakarta (sejak 2003), Shareholder dan Komisaris Utama PT. Prima Rezeki Pertiwi di Jakarta (sejak 2003), dan menjabat sebagai Senior Partner di Ambrosius International Patent di Jakarta (sejak 2006). Ia juga masih menjabat Ketua Bidang Otonomi Daerah Dewan Pimpinan Nasional Partai Perhimpunan Indonesia Baru, anggota Dewan Pakar MABT (Majelis Adat Budaya Tionghoa) Pusat-Pontianak, serta pendiri dan Wakil Ketua PERMASIS (Perkumpulan Masyarakat Singkawang & Sekitarnya) periode 2006-2009. Sedangkan wakilnya, Edy R Yacoub, pria kelahiran Sungai Jaga, 5 Desember 1955, lebih banyak berkecimpung di bidang pendidikan. Setelah menempuh pendidikan SD-SPG di Singkawang, Edy kuliah di FKIP Universitas Tanjungpura. Ia juga meraih gelar S2 di PKN Universitas Indonesia. Pekerjaan sebagai guru SD negeri pernah ia geluti tahun 1975-1986. Sejak 1986 sampai sekarang, ia masih menjadi dosen di FKIP Universitas Tanjungpura. Edy juga pernah berkecimpung di sejumlah organisasi, antara lain Ketua HMI Cabang Pontianak, Ketua Senat Mahasiswa FKIP Untan, Sekretaris DPD KNPI Kalbar, Ketua Gema MKGR Kalbar, dan pengurus DPD Golkar Kalbar. Terakhir ia menjabat Wakil Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar dan Pengurus Daerah PGRI Kalbar*.* [Non-text portions of this message have been removed]
