Begini untuk uly yang cantik (bayar kowe sama konsultasi sama owe; he.....he....; g bercanda lagi, musti jawabnya sih serius, tapi khusus u jadinya g jawabnya bercanda). Begini uly itungan ciong itu ada versi ini baru dapet dari Bpk. Perfect. 1. sistem si zu; dan yang ke 2 Ba dji.
sistem pertama lebih mudah. Tapi sistem yang menggunakan Ba Dji itu 3 metode feng shui. (yang ini g baru dapet dari vihara g). 1. Hitungan angka Langit kalau dari hitungan angka langit tahun ini Tikus air; 2. Hitungan angka Bumi kalau dari hitungan angka bumi tahun ini Tikus Tanah. 3. Hitungan Gabungan Angka langit dan Bumi tahun ini tikus api. Kebanyakan ahli Tong su mengunakan sistem bumi ; yang pakar doang yang pake sistem gabungan. Gitu Bu; gimana toh yoo Suhu uly jadinya buka toko feng shuinya Masak ngak tau soal ginian (hua.. huaa....; Maklum suhu uly peramal karabitan; sama kaya g ). Untuk teman - teman yang baru gabung sebenarnya masalah ini udah pernah dibahas. Banyak salah paham tentang Ciong itu sendiri begini kemarin saya baru mengedarkan artikel terbaru hasil dikusi dulu ditambah dengan nara sumber lain Sumber : www.jindeyuan.org [url]http://jindeyuan.org/[/url] Sumber : Rinto Jiang dan Perfect Harmony. Editing : Purnama Sembayang ini dimulai pada tanggal 1 - 15 bulan pertama kalender tionghoa. (atau sebelum Festival Cap Go Me. Maksud sembayang ciong adalah untuk menghindar hal hal buruk ( yang tidak disebabkan bukan karena karma atau dosa )yang akan terjadi dalam 1 tahun di tahun tersebut terhitung dari tanggalan tionghoa tanggal 1 bulan 1 sampai dengan 30 bulan 12. Dengan diakhiri sembayang terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa di Hari Tung Che, atau Tang Chue. Pengertian Tai shui Tai Sui Ye sebenarnya adalah sebuah konteks tentang ruang (arah) dan waktu yang dihitung berdasarkan Tian Gan Di Zhi. Pada tahun2 yang berbeda, konteks arah dan waktu tersebut berubah, istilahnya arah dan waktu yang "berkuasa" pada setiap tahunnya berubah. Arah dan waktu ini mempengaruhi Qi yang dipercaya kuat pengaruhnya terhadap permasalahan di alam ini, termasuklah di dalamnya manusia (nasib). Tiap orang yang lahir pada waktu tertentu membawa unsur2 dan elemen2 yang terdiri dari 5 elemen, 10 batang langit, 12 cabang bumi dan 24 jieqi. Untuk Tai Sui ini, yang diperhatikan cuma 10 batang langit dan 12 cabang bumi dari waktu kelahirannya doang. Dalam tahun2 tertentu karena qi yang "berkuasa" berbeda, maka nasib manusia juga akan berbeda menurut unsur2 kelahiran yang dibawanya. Bila kebetulan unsur yang dbawa bertubrukan dengan qi yang "berkuasa" pada tahun itu, keadaan inilah yang kita sebut sebagai "Fan Tai Sui" sekilas dapat saya terjemahkan sebagai "Berlawanan dengan Tai Sui". Anggap saja, Tai Sui itu merupakan suatu arus air, setiap manusia digambarkan sebagai kapal2 yang berlayar di atasnya. Setiap tahunnya, arus air tersebut berubah2 sesuai faktor alam yang mempengaruhinya. Tentu saja arus air ini juga mempengaruhi gerak kapal yang berlayar tadi. Ada yang arahnya berlawanan dengan arus air mungkin akan mengalami kesulitan berlayar maju, bagi kapal yang arahnya sama, tentu saja gerak maju ke depan itu sangat termudahkan. Yang berlawanan dengan arus tadi dapat kita padankan dengan keadaan "Fan Tai Sui". Untuk memudahkan, keadaan Qi setiap tahunnya ini kemudian di"manusia"kan (didewakan) oleh orang2 Tao yang berkembang di Tiongkok pada zaman Han. Setiap tahunnya, Qi yang "berkuasa" dilambangkan sebagai seorang Dewa Tai Sui (Jenderal Tai Sui) yang kita kenal dengan Tai Sui Ye. Jumlah keseluruhannya adalah 60 jenderal dengan nama berbeda yang berkuasa setiap tahunnya sesuai nama tahun yang berbeda menurut Tian Gan Di Zhi. Tahun ayam ini, yang berkuasa adalah Jenderal Jiang Chong. Jenderal Tai Sui ini ibaratnya adalah sebuah jabatan Perdana Menteri di kerajaan langit. Merupakan jabatan yang paling berkuasa dalam tahun itu dan cuma di bawah daripada kekuasaan Kaisar Langit, Yu Huang Da Di. Lalu, setiap tahunnya, kursi jabatan ini bergiliran diduduki oleh jenderal yang berbeda yang jumlahnya 60 orang. Dewa Penjaga tai sui Seng Hong Ya (城隍爺) adalah penguasa di alam baka namun kekuasaanya juga termasuk di dunia fana. Beliau juga dipuja sebagai contoh pejabat tinggi yang jujur dan ideal. Sehingga bila berselisih mereka akan pergi ke Seng Hong Bio (Kelenteng Seng Hong) untuk saling bersumpah. Pada peringatan hari ulang tahunnya diadakan upacara gotong Toapekong dengan thema Seng Hong Ya menginspeksi rakyatnya. Seng Hong Ya termasuk Dewata pelindung dari segala macam yang tidak baik. Para pemujanya datang untuk memperoleh perlindungan dan di akhir tahun melakukan Wan Hok kepadanya. Thay Swee Ya (太歲爺) adalah salah satu dari Dewata2 Bintang. Masing2 Dewata Bintang menguasai nasib seseorang dalam setahun. Menurut perhitungan Thian Kan (Pilar Langit) dan Tee Ci (Cabang Bumi), Bintang Thay Swee muncul pada 60 tahun dari satu periode perhitungan a strologi Tiongkok. Dalam kata lain ada 60 Bintang Thay Swee. Di kuil Pek In Koan di Beijing terdapat altar yang menghormati ke-60 Dewa Bintang tersebut. Menurut perhitungan tersebut, bila Shio seseorang sama dengan lambang (shio) pada tahun berjalan, maka kondisi semacam ini dinamakan Ciong Thay Swee (kurang harmonis). Ia harus lebih banyak melakukan sembahyang kepada Thay Swee Ya supaya terhindar dari hal2 yang merugikannya. Kong Tek Cun Ong (廣澤尊王) adalah Dewata Pelindung dari berbagai malapetaka air, api, perampokan dan lain2. Penampilan Beliau adalah dengan satu kaki bersilah dan yang satunya terjuntai ke bawah memakai baju kebesaran Raja Muda. Kong Tek Cun Ong hidup di Dinasti Song (abad IX) sezaman dengan Ma Co Po. Beliau dipuja ber-sama2 dengan Seng Ma dan biasa dipanggil Po An Kong Tek Cun Ong, sebuah gelar yang dianugerahkan Kaisar Kong Si dari Dinasti Ching. Kelenteng Hong San Sie di Si San adalah tempat dimana Beliau mencapai kesempurnaanya duduk bertapa di atas sebuah batu bundar. Tabel "Fan Tai Sui"Tiap Shio Setiap Tahun Tahun ( Shio:) : Shio Tikus Bahaya Hukum : Shio Kuda Bahaya Ciong : Shio Kelinci Bahaya Luka : Shio Tikus Ayam Tahun ( Shio:) : Shio Kerbau Bahaya Hukum : Shio Kambing Bahaya Ciong : Shio Naga Bahaya Luka : Shio Anjing Tahun ( Shio:) : Shio Macan Bahaya Hukum : Shio Monyet Bahaya Ciong : Shio Ular Bahaya Luka : Shio Babi Tahun ( Shio:) : Shio Kelinci Bahaya Hukum : Shio Ayam Bahaya Ciong : Shio Kuda Bahaya Luka : Shio Tikus Tahun ( Shio:) : Shio Naga Bahaya Hukum : Shio Anjing Bahaya Ciong : Shio Kambing Bahaya Luka : Shio Kerbau Tahun ( Shio:) : Shio Ular Bahaya Hukum : Shio Babi Bahaya Ciong : Shio Monyet Bahaya Luka : Shio Harimau Tahun ( Shio:) : Shio Kuda Bahaya Hukum : Shio Tikus Bahaya Ciong : Shio Ayam Bahaya Luka : Shio Kelinci Tahun ( Shio:) : Shio Kambing Bahaya Hukum : Shio Kerbau Bahaya Ciong : Shio Anjing Bahaya Luka : Shio Naga Tahun ( Shio:) : Shio Monyet Bahaya Hukum : Shio Harimau Bahaya Ciong : Shio Babi Bahaya Luka : Shio Ular Tahun ( Shio:) : Shio Ayam Bahaya Hukum : Shio Kelinci Bahaya Ciong : Shio Tikus Bahaya Luka : Shio Kuda Tahun ( Shio:) : Shio Anjing Bahaya Hukum : Shio Naga Bahaya Ciong : Shio Kerbau Bahaya Luka : Shio Kambing Tahun ( Shio:) : Shio Babi Bahaya Hukum : Shio Ular Bahaya Ciong : Shio Harimau Bahaya Luka : Shio Monyet ------------------------------------------------------------ -- - ------------------------------------------------------------ ------------- Sembayang macan putih Pengertian Untuk menjaga keselamatan jiwa dan rohani. biasanya orang yang mengalami ciong ini utnuk menghidari hal - hal yang bisa mencelakakan dirinya apakah kecelakaan lalu lintas,perkara pengadilan dsbnya Mengenai hal ilmiah saya kurang tahu mungkin ada yang mengerti saya mengerti hanya sepintas Dewa Penjaga Pai hu (macan Putih) Pe Hou Ciang Kun (白虎將軍) adalah salah satu Dewata Bintang yang berwujud harimau putih. Ada lagi Dewata Bintang yang berwujud Anjing Langit (Thian Kauw), Naga Hijau (Cheng Liong), namun mereka dipuja di atas tanah bukan di atas altar. Nasib jelek selalu ingin dihindarkan oleh manusia, oleh karenanya mereka memuja Dewata Bintang agar terlepas dari nasib jelek. Beliau adalah salah satu Dewata Pelindung yang paling dihormati oleh rakyat. ------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------ ---------------------------- Sembayang ciong Thian Kou Pengertian Sembayang ini biasanya untuk menjaga keselamatan agar tidak mengalami kejahatan kriminalitas atau karir dapat gunjingan, untuk menjaga diri dari bentuk gangguan secara fisik. Dewa penjaga Thian Kou Li Bing, seorang Gubernur dari propinsi Xi Chuan, yang hidup di zaman dinasti Qin. Pada masa itu, Sungai Min (Min Jiang, salah satu cabang Sungai Yang Zi yang bermata air di wilayah Xi Chuan), seringkali mengakibatkan banjir di wilayah Guan Kou (dekat Cheng Du). Sebagai gubernur yang peka akan penderitaan rakyat, Li Bing mengajak putranya Li Er Lang, meninjau daerah bencana dan memikirkan penanggulangannya. Li Bing bertekad mengakhiri semua ini, dan berusaha menyadarkan rakyat bahwa bencana dapat dihindarkan asal mereka mau bergotong-royong memperbaiki aliran sungai. Usaha ini tentu saja ditentang para dukun yang melihat bahwa mereka akan rugi apabila rakyat tidak percaya lagi kepada mereka. Untuk menghadapi mereka, Li Bing mengatakan bahwa putrinya bersedia menjadi pengantin Raja Naga untuk tahun itu. Ia minta sang dukun memimpin upacara. Sebelumnya, Li Bing memerintahkan Er Lang untuk menangkap seekor ular air yang besar, dimasukkan ke dalam karung dan disembunyikan di dasar sungai. Pada saat diadakan upacara mengantar pengantin di tepi sungai, Li Bing mengatakan kepada dukun kepala bahwa ia ingin sang Raja Naga menampakkan diri agar rakyat bisa melihat wajahnya. Sang dukun marah dan mengeluarkan ancaman. Tapi Li Bing yang bertekad mengakhiri praktek yang kejam ini berkeras agar sang dukun menampilkan wujud Raja Naga. Karena keadaan yang telah memungkinkan untuk bertindak, Li Bing memerintahkan putranya Li Er Lang agar terjun ke sungai dan memaksa sang Raja Naga keluar. Setelah menyelam sejenak Er Lang muncul kembali sambil menyeret bangkai ular air itu ke tepi sungai. Penduduk menjadi gempar. Li Bing mengatakan bahwa sang Raja Naga yang jahat sudah dibunuh. Rakyat tak perlu khawatir akan gangguan lagi dan tak usah mengorbankan anak gadisnya setiap tahun. Setelah itu, Li Bing mengajak rakyat untuk mengendalikan Sungai Min. Usaha ini akhirnya berhasil dan rakyat daerah itu terbebas dari bencana banjir. Untuk memperingati jasa-jasa Li Bing dan Er Lang, di tempat itu kemudian didirikan kelenteng peringatan. Er Lang Shen banyak dipuja di propinsi Xi Chuan. Beberapa kelenteng besar yang didirikan khusus untuknya terdapat di Guan Xian dengan nama Guan Kou Miao; di Cheng Du, Bao Ning, Ya An dan beberapa tempat lainnya dengan nama Er Lang Miao (Kelenteng Er Lang). Selain Xi Chuan, propinsi Hu Nan juga memiliki beberapa Er Lang Miao yang cukup kuno. Er Lang Shen ditampilkan sebagai seorang pemuda tampan bermata tiga, memakai pakaian keemasan, membawa tombak bermata tiga, diikuti seekor Anjing Langit (Thian Kou 天狗), kadang-kadang ditambah dengan seekor elang. Beliau dianggap sebagai Malaikat Pelindung Kota-Kota di tepi sungai. Namun sering juga ditampilkan bersama Tai Shang Lao Jun sebagai pengawal. ------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------ -------------- Sembayang lima setan Pengertian Biasanya untuk menjaga diri dari gangguan hawa kesehatan. atau mudah terserah penyakit. biasanya ganguan lima setan berpengaruh kepada kesehatan. Dan gangguan dari mahluk halus Dewa penjaga lima setan « Ngo Houw Ciang Kun Ciong Hud Sin Ling » Tay Ya El Ya (Ngo Kuei) Penjelasan yang lebih rinci mengenai Dewa Ngo Kuei (五鬼) akan menyusul. Secara singkatnya seperti Dewa Thay Swee Ya, Pe Hou Ciang Kun dan Thian Kou, Dewa Ngo Kuei adalah Dewa Pelindung melindungi umatnya dari masalah yang tidak baik. --------------------------------------------------------------------- Untuk masalah orang tua sakit itu tidak masalah. Yang dimaksud untuk tidak mengunjungi orang sakit. Adalah orang lain bukan keluarga kita. terutama anda ketika mengunjungi rumah sakit hawa dari penyakit tidak bersahabat dengan anda di tahun ciong ini. Sehingga anda mudah terserang penyakit. Untuk masalah tidak melayat atau melihat orang yang meninggal itu dimaksudkan agar kita tidak terbawa sial atau tidak beruntung. untuk masalah tidak melihat orang menikah itu supaya tidak berat jodoh ( bagi yang belum menikah). Atau punya selingkuhan lain ( bagi yang sudah menikah). -------------------------------------------------------------------- Hal ini tergantung orangnya percaya atau tidak sebaiknya dihindarkan hal - hal ini. Demi kebaikan anda sendiri bukan saya. Saya hanya menjelaskan --- In [email protected], Gunawan Kurnia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Anton Syafii : Berarti yang memegang peranan adalah sesuatu yang dikenal dengan istilah "nasib". Lah trus...siapa yang mengatur rancangan "nasib"? Ya Tuhan YME. Jadi, mending mbak berserah diri kepada Tuhan YME aja. :P > > GK : Anton-heng, kalo sebagai manusia kita nggak bisa nentuin nasib kita sendiri, kesian banget kita ya ... > > ******************************* > Anton Syafii : Kasian yang shio Tikus misalnya, dia dilarang jadi orang yang baik hati, masa nyambangi orang sakit ngga boleh? Kalau orang tuanya sendiri gimana? Milih disumpahi "Kualat durhaka" atau milih omong suhu hayoooo? > > GK : betul, saya setuju, bezoek orang sakit adalah perbuatan bajik, menghaturkan perhormatan terakhir kepada mendiang orang meninggal adalah perbuatan bajik, tentunya perbuatan bajik tidak akan berbuah kesialan, sejauh perbuatan bajik itu dilakukan dengan bijak. > > > From: Others > Sent: Thursday, January 31, 2008 11:50 AM > To: [email protected] > Subject: [budaya_tionghua] Re: Ciong di TAHUN TIKUS > Importance: High > > > Haiyaa...neng ully... > > Kan udah ngerti ramalan model begini ini versinya banyak...suhu X bilang Y, > suhu A bilang B...kan refot mbak...contoh ya: hari kemis oleh suhu A > dibilang > ciong, tapi oleh suhu B dibilang OK OK. trus sampeyan nurut sapa hayoooo? > > Lagian, kepribadian manusia kok disimbolkan binatang...apa ngga pelecehan > tuh namanya? Hehehe....Gue pernah denger kisah nyata (ngakunya lho...) > yang isinya kira-kira begini (kurang lebih sih, soale dah lama jadi wes > lupa): > > (suatu waktu di sebuah pelatihan ilmu terawang di kota X): > Guru: Tiap tahun ada shio yang hoki dan ada yang ciong. > Murid: (*manggut-manggut*) > Guru: kita bisa hitung bla bla bla....(lupa) > Murid (ini yg kritis): Guru, misale ada 12 orang dengan shio yang berbeda > berada > dalam 1 kapal yang tenggelam. Nah, trus shio > yang hoki > kok ikutan kena musibah? harusnya kan ngga > toh...? > (*Murid yg lain menoleh ke guru, sangat penasaran menunggu jawaban*) > Guru: ...(hening)... yah itu namanya nasib. > (*murid-murid lain pada gempar !, lalu gurunya melanjutkan...*) > Guru: Ya biar orang lain lah yang percaya. Kita ngga usah ikut- ikutan > percaya ! > (*lebih gempar lagi, tapi lalu manggut-manggut*) > > Berarti yang memegang peranan adalah sesuatu yang dikenal dengan istilah > "nasib". Lah trus...siapa yang mengatur rancangan "nasib"? Ya Tuhan YME. > Jadi, mending mbak berserah diri kepada Tuhan YME aja. :P > > Kasian yang shio Tikus misalnya, dia dilarang jadi orang yang baik hati, > masa nyambangi orang sakit ngga boleh? Kalau orang tuanya sendiri gimana? > Milih disumpahi "Kualat durhaka" atau milih omong suhu hayoooo? > > Percayalah saja pada Tuhan YME ! > > *nengnongneng gung.... > > Anton Syafii > > _____ > > From: [email protected] <mailto:budaya_tionghua% 40yahoogroups.com> > [mailto:[email protected] <mailto:budaya_tionghua% 40yahoogroups.com> ] On Behalf Of Ulysee > Sent: 31 Januari 2008 10:53 > To: [email protected] <mailto:budaya_tionghua% 40yahoogroups.com> > Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Ciong di TAHUN TIKUS > > Versi kelentengnya mertua gue, dapet ngembat noh. > Lu punya versi yang berbeda untuk ciong-ciong di tahun tikus? Bagi gue > donk! > > -----Original Message----- > From: budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com> > yahoogroups.com > [mailto:budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com> > yahoogroups.com] On Behalf Of Purnama Sucipto > Gunawan > Sent: Thursday, January 31, 2008 9:00 AM > To: budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com> > yahoogroups.com > Subject: [budaya_tionghua] Re: Ciong di TAHUN TIKUS > > uly loe dapat itu versi apaan tuk?. > Uly dulu g pernah naruh soal ginian. Itu kadang berbeda bu!. Dulu Bpk > Perfect ngasih tau g soal itu. Pas g lihat memang bener. Versi Djin De > Yuan sama Versi Toa se bio aja bisa beda. Cuma bisa garis besarnya > karena tergantung si penghintung tongsu bu. Kalo Vihara g Gabungan dua > versi tongsu yang dihitung dari Angka langit dan angka bumi. Nah loe > versi yang mana hayooo? > > --- In HYPERLINK > "mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com"[EMAIL PROTECTED] yahoogroups.- > com, "Ulysee" <ulysee_me2@> wrote: > > > > Tadi ketemu "peramal" karbitan, gue jadi inget mau posting ciong- ciong > > di tahun tikus, heheheheh. > > > > Ini dapet dari kelenteng, kayaknya seru juga kalau mau dibahas bahsa, > > seperti apa itu yang namanya ciong thaiswee/ thaisui, apa itu ciong > > anjing langit, de el el. > > > > Yang ciong tahun ini (mulai dari imlek besok) Tahun Tikus (2559) : > > > > Ciong THAI SUI: untuk Shio TIKUS - KUDA - KELINCI - AYAM > > kiasnya: sembahyang pake 3 macam buah dan kertas sembayang > > PANTANGAN : melihat janazah masuk peti/kubur ; menengok orang sakit > > keras, jangan melihat pengantin bertemu. > > > > Ciong ANJING LANGIT: untuk Shio ANJING > > kiasnya : sembayang pakai 3 macam buah dan uang2an > > > > Ciong MACAN PUTIH : untuk shio MONYET\ > > tangkalnya : sembayang pakai babi, telor, kacang hijau dan uang- uangan > > > > Ciong LIMA SETAN : untuk shio NAGA > > kias : sembayang pakai uang uangan. > > > > HATI HATI untuk : > > shio ANJING : terkena bahaya TIAW GE ( Setan Gentayangan) > > > > shio MACAN : terkena bahaya SONG MUI (berkabung) > > > > Shio KAMBING : terkena bahaya LIOK HAI (selisih mulut dan kena tipu) > dan > > bahaya PING FU (sakit-sakitan) > > > > Shio AYAM : terkena bahaya THAU HUA (Godaan lawan Jenis) = buat yang > > belon punya pacar sih alamat baik nih, hehehehehe. > > > > Shio NAGA : terkena bahaya KUAN FU (berurusan dengan yang berwajib) > . > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
