http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=69757

Senin, 4 Februari 2008

Tahun Ini Naga Hijrah ke Kota Amoy


Pontianak,-  Arak-arakan naga yang semula ramai mewarnai rangkaian pelaksanaan 
Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak dipastikan kurang meriah. Arak-arakan 
naga raksasa dan festival naga akan dilaksanakan di Singkawang sesuai 
kesepakatan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan Pemkot Singkawang. 
"Hal tersebut sudah dibicarakan Walikota Pontianak, dr Buchary A Rachman SpKK 
dalam rapat yang dihadiri instansi terkait dengan lembaga dan tokoh Tionghoa 
pada 31 Januari lalu," kata Ayu Haro, Plh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata 
Kota Pontianak, Minggu (3/2). 

Menurut Ayu, dengan pertemuan itu dapat dimaklumi kalangan Tionghoa. termasuk 
berkaitan pemecahan rekor naga terbesar se Asia. Walikota Pontianak juga telah 
mengirimkan surat secara resmi kepada Pemkot Singkawang. "Dinas Pariwisata Kota 
Pontianak juga sudah 

menghubungi Kepala Dinas Pariwisata Kota Singkawang, sehingga semuanya tidak 
ada masalah. Cap Go Meh dipusatkan di Singkawang," kata Ayu. 

Ayu menuturkan pengalihan pelaksanaan Festival Naga dan arak-arakan naga ini ke 
'kota amoy' Singkawang disebabkan berbagai aspek. "Tahun ini kesempatan untuk 
Kota Singkawang. Mungkin yang akan datang bisa di Pontianak lagi," lanjut Ayu. 

Sementara itu, untuk arak-arakan naga dari rumah ke rumah, sepanjang hanya 
intern dan tidak untuk jalan-jalan besar masih diperbolehkan. Di samping itu, 
Dinas Pariwisata juga tetap memfasilitasi naga yang akan ikut festival di 
Singkawang. 

Berkaitan akan hilangnya kesempatan pemerintah Kota Pontianak untuk 
meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari momentum tersebut, Ayu 
menjelaskan Kota Pontianak tetap siap menampung tamu-tamu yang akan merayakan 
Imlek dan Cap Go Me di sini. Lagi pula, setiap wisatawan dari luar Kalbar yang 
akan ke Singkawang tetap melewati Kota Pontianak. "Hotel-hotel Pontianak siap 
menampung mereka yang ingin menginap di Pontianak," ujar Ayu. 

Ayu menambahkan, PAD di sektor pariwisata bisa berasal dari berbagai sektor 
lain, tak hanya saat perayaan Imlek saja. "Kita tetap berusaha 

meningkatkan PAD di sektor pariwisata ini. Untuk jumlah peningkatan PAD 
sehubungan dengan Imlek, Dispenda yang mengetahui secara pasti," kata 

Ayu. (boy) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke