Yah Kur, padahal poin per poin itu seru lhoh,  Jadi tuntas ngupasnya. 
memang panjang dan lama, anggep aje kuliah, 
untuk dapat pengetahuan khan nggak bisa instant. 

Adanya "Kebijakan Anti-Tionghoa" masih gue ragukan.  
Maka gue masih penasaran kalau kalau ada argumen kuat yang bisa
menegaskan hal itu.
So far.... belum ada argumen yang bisa meyakinkan gue akan hal itu. 

Tapi kalau lu mau percaya seperti itu ya silahkan aja, itu hak elu kok. 
dari pertama gue udah bilang, ini masalah percaya percayaan toh? hehehe.

Mengenai STANDAR, hehehe, barangkali kita pakai standar yang berbeda,
Gue sih masih pake standar "Kepentingan Negara" dan sebagian orang
disini pake standar "Kepentingan Tionghoa" makanya nggak pernah klop
kali ya diskusinya, lha standar ukurannya aja udah lain, hihihihi. 

Kalau pernyataan "Suharto Anti-tionghoa" gue masih menentang, 
dan merasa masih sanggup membuktikannya dengan berbagai argumen.

Tapi kalau lu bilang "kebijakan Suharto ada yang merugikan tionghoa." 
Nah itu gue setujui, dengan didukung segedubrak argumen juga,

Kalau lu  bilang "banyak tionghoa yang merasa dirugikan oleh kebijakan
Suharto", itu gue setujui juga. Walaupun untuk itu gue nggak punya data
statistiknya, hanya berdasarkan ngobrol dengan banyak tionghoa doank.
Tapi ya, mereka yang non tionghoa yang merasa dirugikan oleh kebijakan
Suharto juga banyak. 
Sebuah kebijakan memang tidak bisa menyenangkan semua pihak, akan selalu
ada saja pihak yang tidak puas. 
Yang penting adalah meminimalkan 'jumlah' dan 'dampak' dari mereka yang
tidak puas. 
Ya khan? 
 
Asal jangan dibilang "kebijakan Suharto Anti-tionghoa" itu akan gue
tentang lagi, dan masih banyak persediaan argumen di gudang data gue,
huehuehuehue.

Okeh, anggap aja kita sepakat untuk tidak sepaham ya. Sampe ketemu di
diskusi topik yang lain. (moderator udah mabok ama topik Suharto tuh,
hihihi, kata gue juga, jarang tuntas, keburu ada yang melebar nggak
keruan sehingga moderator harus buru buru menghentikan) 

Gue mau cuti dulu nih, sin cia gue kudu mudik, jadi anak berbakti gitu
lhoh, hehehe. 
Sekalian nebeng di posting ini ya, buat semuanya aja.

GONG XI FA CAY, WAN SHE RU YI, 
met taon baru imlek semuanyaaaaaa,
bagi bagi angpaunyaa yaaaaaaaa!!!!!





-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Kurniawan
Sent: Tuesday, February 05, 2008 8:53 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Soeharto dan Kebijakan Anti-Tionghoa


Hallo Ul,

Sorry kalau bahas poin per poin gue gak deh, soalnya
jadi lama dan panjang banget. Hehehe... Gue cuma mau
nambahin sedikit lagi aja nih.

Menurut gue kebijakan anti-Tionghoa itu memang ada dan
secara nyata merugikan etnis Tionghoa. Sekali lagi,
yang di-anti-kan di lapangannya etnis Tionghoa apa
pun maksud di belakangnya. Menurut gue argumen-argumen
seperti kalau benar Soeharto anti Tionghoa, tapi kok
masih bisa bertahan, kalau anti bahasa Tionghoa kok
masih bisa les dsb merupakan argumen yang tidak kuat.
Kita bukan mau melihat dari standar "bertahan hidup"
tapi dari standar "hak-hak yang wajar".

Mengenai maksudnya menentang campur tangan Tiongkok,
menurut gue memang ada, tapi mungkin juga tidak
sesederhana itu. Bisa saja maksudnya menentang campur
tangan Tiongkok plus Soeharto juga memang
anti-Tionghoa, jadi dua maksud itu ada, ini cuma
misalnya. Atau mungkin ada maksud-maksud lain yang
belum kita sadari, misalnya maksud supaya etnis
Tionghoa tidak terlalu mengungguli pribumi dalam
bidang-bidang tertentu atau maksud untuk memposisikan
etnis Tionghoa menjadi tameng atau kambing hitam jika
suatu waktu ada apa-apa dengan pemerintahannya. 
Kebijakan ini diterapkan selama 32 tahun, yang dalam
waktu itu mungkin maksudnya juga bisa berubah-rubah.

Jadi pertanyaan apakah sebenarnya kebijakan yang
Soeharto terapkan anti Tionghoa atau anti campur
tangan Tiongkok menurut gua tidak tepat karena terlalu
menyederhanakan masalah, seolah-olah hanya salah
satunya yang bisa benar, padahal siapa tau ada banyak
maksud lain di belakangnya seperti contoh di atas dan
berarti kesimpulannya juga bisa lebih rumit.

Gua setuju kadang-kadang suatu tindakan yang dilakukan
bisa berubah nilainya jika kita melihat maksudnya. 
Misalnya penyiksaan adalah kejahatan. Tetapi kalau
dilakukan dengan tujuan yang lebih besar atau lebih
benar, misalnya polisi menyiksa tahanan untuk mencari
informasi penting untuk keselamatan banyak orang,
mungkin nilai penyiksaannya menjadi bisa lebih
dimaklumi. Tapi berdasarkan standar normal,
penyiksaan itu kejahatan. Dan bukan berarti karena
tujuan sebenarnya untuk keselamatan banyak orang, maka
penyiksaan itu tidak terjadi dan tidak jahat. 

Gue berusaha melihat hal ini seobjektif mungkin. 
Mengenai penggunaan kata C*** dan T****** gue masih
lebih setuju dengan kelompok yang lebih bebas. Dalam
kasus ini menurut gue maksudnya lebih penting daripada
kata apa yang digunakannya. Tapi kalau mengenai
kebijakan 32 tahun, menurut gue memang kebijakan
anti-Tionghoa. Maksud di belakangnya tidak berpengaruh
apa-apa terhadap kerugian yang dialami oleh orang
Tionghoa di lapangan. Kalau ada yang rancu, mungkin
ketepatan penggunaan kata "anti" nya yang bisa
dipertanyakan, seperti contoh yang elu sebut,
anti-Tionghoa dan anti-PKI tidak sama. Mungkin kata
"diskriminasi" lebih tepat. Tapi penggunaan kata yang
berbeda juga tidak akan berpengaruh banyak, karena
inti-nya ke situ-situ juga, yang artinya adalah
ketidakadilan yang merugikan etnis Tionghoa untuk
hal-hal yang bukan karena kesalahan yang dilakukan
oleh etnis Tionghoa sendiri.

Kurniawan

--- Ulysee <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Yeeeeyyyy maksa!!!!! Huehehehehehehehe.
> 
> Gini lhoh Kur, 
> (manggilnya Kur aje yeh, abis namanya panjang
> be'eng)
> 
> 
> Maksud untuk membahas poin per point adalah sekalian
> untuk mengupas
> gossip dan isu dan kepentingan politik yang
> melatarbelakangi diambilnya
> suatu kebijakan. Dengan demikian diskusi memang jadi
> panjang, jadi
> muter, tapi sekaligus nambah wawasan. 
> Dan yang paling penting bukanlah hasil akhirnya,
> tapi ngasah otaknya,
> ngasah cara berpikirnya, gitu lhoh maunya
> gueeeee..... 
> 
> Kalu mentingin hasil akhirnya aja donk mendingan
> kita hom pim pa aja,
> biar cepet, hihihihihi. 
> 
> Misal nih ya, misal, Anda bilang : " menurut saya
> kebanyakan orang
> Tionghoa setuju bahwa zaman pemerintahan Soeharto
> memang diskriminatif
> terhadap etnis Tionghoa (tidak boleh merayakan
> Imlek, pelarangan budaya,
> bahasa, dsb)"
> 
> * Apakah Anda tidak ingin tahu isi tertulis dari isu
> 'tidak boleh
> merayakan imlek' tersebut???" (sebetulnya mah boleh,
> di rumahtangga
> masing-masing, yang dilarang itu agar tidak diumbar
> depan umum)
> 
> * Apakah Anda tidak ingin tahu isi tertulis dari isu
> 'pelarangan bahasa'
> yang sering disebut2? ( yang didasarkan asumsi,
> selama masih beredar
> terbitan berbahasa tionghoa, maka orang tionghoa
> ogah belajar bahasa
> Indonesia yang merupakan bahasa persatuan)
> 
> * Dua yang diatas aja, apakah termasuk merugikan
> etnis tionghoa??
> ( menurut gue sih tidak, sebab benefitnya untuk
> bangsa Indonesia lebih
> signifikan daripada kerugian yang dirasakan sebagian
> etnis, toh budaya
> tionghoa gue masih pegang, bahasa mandarin juga
> masih bisa les)
> 
> * Jadi kebijakannya anti-tionghoa tidak? 
> ( menurut gue sih tidak, kalau dia ANTI betulan,
> mana dia kasih celah
> buat kita tionghoa memelihara budaya dan bahasa -
> buktinya 32 tahun
> masih terpelihara, 
> bandingkan dengan tuh premis "Suharto ANTI PKI",
> samasekali nggak
> dikasih celah khan? nah itu baru namanya ANTI. 
> Gitu lhooohhh logika gueeeeee.)
> 
> Jadi, KUR, gimana neh gemana, dilanjutin nggak????
> heheheheheh.
> 

__________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.20/1259 - Release Date:
2/4/2008 8:42 PM

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.20/1259 - Release Date:
2/4/2008 8:42 PM
 



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke