Ya begitulah. Dalam mendalami budaya kita menerima budaya itu 
sebagaimana adanya. Budaya Tionghoa dijalankan secara tradisi 
Tionghoa, budaya Jawa dijalankan secara tradisi Jawa, budaya Jepang 
secara tradisi Jepang, dan seterusnya.

Kalau merasa terhalang oleh iman barunya, maka tradisi budayanya 
menjadi sulit untuk dijalankan, ya silakan berdiri diluar pintu 
budaya itu, jangan menilai budaya itu yang tidak pantas 
(alias "bullshit" seperti anda katakan dengan tepat).

Memang lucu...




--- In [email protected], "tata_grha" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> kita balik kasusnya
> 
> ada org yg memberi penghormatan dgn makanan lantas dicap penyembah
> berhala.
> 
> kamu ini dilematis atau mau menang sendiri?
> 
> pakailah nalar, cara menghormat masing2 bangsa berbeda 
> Torah atau PL itu jelas2 sejarah orang Yahudi bukan sejarah org 
tionghoa.
> aneh kalau dongeng org yahudi dianggap kebenaran dan dongeng org
> tionghoa dianggap bullshit.
> 
> aneh kalau budaya org yahudi dianggap kebenaran dan budaya org
> tionghoa dianggap melanggar kebenaran
> 
> sungguh lucu
> 
> --- In [email protected], "Others" <others@> wrote:
> >
> > Pak indarto,
> >  
> > apa yang bapak katakan betul dan bisa terjadi. permasalahannya 
bukan
> di sisi
> > hormat apa tidak. tetapi beda orientasi. saya tanya pada rekan 
saya yang
> > kristen
> > yang penjelasannya sih masuk akal menurut akidah mereka.
> >  
> > penghormatan tetap dilakukan, tetapi sebenarnya yang namanya 
berdoa
> depan
> > foto, memasak makanan lalu dipersembahkan atau apalah itu 
melanggar
> akidah 
> > mereka, sesuai dengan apa yang tertulis dalam injil dan torah
> mereka. jadi
> > orang 
> > yang ngga ngerti langsung memberikan cap dianggap tidak berbakti 
kepada
> > orang 
> > tua/nenek/kakek. jadi ada semacam benturan ajaran. mereka jadi
> bimbang mo
> > bagaimana. agak kompleks memang permasalahannya.
> >  
> > mungkin ada beberapa *katakanlah* oknum umat kristen yang agak
> > berlebihan dalam menyampaikan dakwahnya (istilah mereka misi
> evanjelis). 
> > sampai ada yang menyelutuk begini:
> >     "Please Jesus. Save me from your followers.".
> > Hahaha...
> >  
> > ASN.
> > 
> >   _____  
> > 
> > From: [email protected]
> > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of indarto tan
> > Sent: 12 Februari 2008 8:01
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: [budaya_tionghua] Sang Murtad Membuka Rahasia KwaMia
> (Kesaksian
> > Palsu)
> > 
> > 
> > 
> > Pak Raharjo, ni hao !
> > Istilah "Xin-bu-xin-you-ni" adalah sebuah istilah yang santun,
> istilah yang
> > dipakai dalam Budaya Tionghua untuk menunjukkan sikap skeptis 
terhadap
> > keyakinan yang berbeda. Jelas istilah ini tidak akan menyakitkan 
hati
> > siapapun.
> > Tetapi, yang ini ceritanya jelas berbeda:
> > Pada suatu hari, si Ibu tua, yang layak disebut
> > emak, bersembahyang didepan alatar sang suami almahur. Tiba-tiba 
datang
> > cucunya yang sekolah SD. Anak itu nyeletuk : Mak, engkongkan sudah
> > meninggal, engkong tidak boleh disembahyangin lagi, foto itu 
isinya
> SETAN
> > !!!
> > 
> > Nah, apa yang dirasakan sang emak ?
> > 
> > Salam dari Indarto.Tan
> > 
> > 
> > 
> > 
> > .
> >  
> >
> <http://geo.yahoo.com/serv?
s=97359714/grpId=11328156/grpspId=1705329729/msgI
> > d=30630/stime=1202779255/nc1=3848577/nc2=5191954/nc3=3848641> 
> >  
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke