Saya tidak mengerti tulisan ini. tetapi
herannya, moderator meloloskan tulisan yg
sarat dgn gempuran pribadi. padahal
berkali-kali pihak moderator meminta
arus diskusi berdasarkan prinsip non-konfrontatif.
sungguh aneh milis ini. 

--- In [email protected], "Dada" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: extrim_bluesky
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, February 14, 2008 10:01 AM
> Subject: [budaya_tionghua] Marga Zeng itu pengikut KongZi
> 
> 1. Memang dahulu kala, saya terpengaruh dgn praktek-praktek feodal 
yg 
> mengatas-namakan Konfusianisme. Ada beberapa golongan yg menamakan 
diri 
> sebagai konfusian tetapi  keliru dalam merespon dinamika 
perkembangan.
> 
> 2. Ditambah lagi, orang-orang spt Sindhunata yg katolik tetapi 
menguasai 
> media massa cenderung mendeskreditkan konfusianisme.
> 
> 3. Blum lagi, artikel-artikel USA yg disaat itu sangat saya gemari 
cenderung 
> memuat sesuatu yg cukup menyudutkan Konfusianisme.
> 
> 4. akhirnya saya menemukan the gist of Confusianism. dan tiba-tiba 
saja, 
> saya menemukan sesuatu yg mencengangkan saya ketika saya 
menelusuri pohon 
> keluarga saya.
> 
> 5. Dengan hubungan erat antara Marga Zeng dengan Kongzi himself, 
bagaimana 
> mungkin saya bisa meneruskan sikap militan terhadap Confusianisme?
> 
> 6. Orang yg mengaku Tionghoa tetapi berkultur Barat dan ber-life 
style Eropa 
> karena menganut agama Kristen sudah jelas bukan Tionghoa.
> 
> best regards
> Kenken
> 
> 
> Dada :
> 
> Sungguh terlihat jelas bahwa diskusi mulai berjalan sempoyongan 
kesana 
> kemari menabrak apapun secara sembarang.
> 
> 1. Penulis , telah menyangkal apa yang dia tulis tentang KHC dan 
Ideologi 
> komunis(dalam posting t-net) yang menurutnya lebih pantas bagi 
orang 
> tionghoa.
> Contoh paling gampang , Begitu sering penulis mengkisahkan dampak 
kekejaman 
> fasisme (jepang dan jerman) , tetapi tidak pernah mengkisahkan hal 
serupa 
> yang terjadi pada negara komunis USSR dan RRT. Secara keseluruhan 
track 
> record tulisan , tidak ada cara perubahan pola pikir (point 4), 
masih tetap 
> fanatik dengan "buku merah" nya  dari apa yang penulis sejak 
> mempertentangkan KHC dan Komunisme , hingga sekarang.
> 
> 2. gabungan frasa "personal" + "agama" (Sindhunata + Katolik) , 
merupaka 
> agenda terselubung dalam melimpahkan beban sejarah masa lampau 
pada 
> tionghoa-tionghoa katolikk , dan hendak dibenturkan pada tionghoa 
KHC. 
> Sebagai pembanding dapat di cermati dengan perumpamaan sebuah 
artikel atau 
> tulisan yang menulis , Rudy yang tionghoa (personal + etnis) 
tetapi menyiksa 
> pembantu rumah tangganya. Disini pencantuman etnis sesudah nama 
cenderung 
> mendiskreditkan tionghoa.
> 
> 3. Point no 3 , hendak membenturkan umat KHC dengan USA , dengan 
mengalihkan 
> rasa bersalahnya menghujat KHC dengan dalih di masa lampau penulis 
membaca 
> artikel2 USA.
> 
> 4. Point no 4 dan 5 , sebagai ahli pianhoa tentu memiliki banyak 
paspor 
> (marga) .
> 
> 6. Point 6 adalah bentuk serangan khasnya , yaitu menyerang 
tionghoa yang 
> menganut agama kristen sebagai bukan tionghoa.....
> 
> Jadi dari track record penulis , menunjukkan bahwa apapun 
topicnya , entah 
> itu FLG, Gavin Menzies, Soeharto  , maka akan kembali kepada 
serangan 
> terselubung terhadap tionghoa2 katolik , negara barat .
>


Kirim email ke