----- Original Message ----- 
From: Ivan Wibowo 
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, March 04, 2008 8:43 PM
Subject: [snb-milis] Fw: Bakti Sosial 10.000 pasien di Tegal


Dear all  .....

Mudah-mudahan masih diingat sama Christopher Nugroho, PMKRI Petojo & mantan 
Sekjen PP PMKRI di era Kikin Tarigan. 

Di Tegal akhir minggu lalu, Christopher bersama berbagai unsur lain 
menyelenggarakan bakti sosial terbesar dalam sejarah republik ini, pengobatan 
gratis untuk 10.000 pasien. Setidaknya 15 bus besar dikerahkan bolak balik 
seperti setrika untuk menjemput pasien dari seluruh penjuru kota Tegal.  Pasien 
seperti ombak, terus menerus berdatangan. Ketika angka 10.000 terpenuhi, yang 
dipantau melalui infocus yang dipasang terbuka, panitya bersorak sorai bahagia. 

Rekor Museum Rekor Indonesia [10.000 pasien] memang terpenuhi, tetapi 
sebenarnya jauh lebih banyak pasien berdatangan. Total keseluruhan diperkirakan 
sekitar 12.000 orang. Ketika pasien mendekati 9.000 sekian, transportasi 
penjemputan dihentikan. Namun demikian, arus pasien tetap berdatangan. Pasien 
yang tercatat rapih [dapat nomor] sampai diangka 11.500 kira-kira. Setelah itu 
sudah tidak dapat nomor lagi karena persediaan etiket nomor habis. Akhirnya 
panitya sudah tidak sanggup lagi dan terpaksa menghentikan kegiatan serta 
terpaksa menolak setidaknya lebih dari tiga ratusan orang yang sudah hadir. 

Ada sekitar 200 orang panitya baksos dikerahkan oleh Perhimpunan Indonesia 
Tionghoa cabang Jakarta. Hotel terbesar di Tegal, Hotel Karlita, penuh untuk 
panitya baksos. Berangkat dengan 4 bis, sekitar 100 diantaranya adalah dokter 
muda. Sisanya relawan, bertugas untuk hal yang lain. Diantaranya mengurusi 3 
apotik darurat yang dibuka. Setiap apotik dijaga sekitar 4 orang tentara 
semenjak malam sebelumnya sewaktu obat-obatan dari datang. Kalau tidak salah 2 
truk obat. 20 panitya yang bertugas malam itu bekerja keras menurunkan dan 
mempersiapkan untuk distribusinya esok pagi. Pembagian obat adalah kegiatan 
yang paling banyak menghabiskan energi. Pasien tidak sabar untuk pulang 
sehingga berdesak-desakan. Pasien manula yang berjalanpun sudah susah, 
tenaganya besar sekali untuk turut berdesakan dan berteriak teriak minta obat. 
Alex JTM dan gw ikutan meramaikan baksos itu. 

Spanduk sponsor dimana mana. Sertipikat rekor dari MURI diberikan sore itu 
juga. Panitya satu persatu berfoto dengan sertipikat itu. Keesokan harinya, 
kegiatan baksos disiarkan MetroTV, MetroXwen, Christopher memberikan keterangan 
pers. Demikian juga sejumlah pers lokal, baik media cetak maupun radio. Singkat 
cerita, bakti sosial sukses. 

Kira kira gitu laporanku atas kegiatan mulia itu. Gw salut buat semangat 
Christopher. 


 


--------------------------------------------------------------------------------


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.3/1307 - Release Date: 2008/3/2 $U$H 
03:59


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke