Sdr. Kheng Hong,
Terkaan anda benar sekali, Xihe dan Qinghe adalah
tempat pusat leluhur sne Lin (Lim/Liem) dan Zhang
(Tnio, di Indonesia dulu ditulis Thio dan di Singapore
Teo). --- Kedua sne itu adalah sne besar, dan
mempunyai beberapa pusat leluhur.
Dengan diketahuinya Junwang Tanghao, maka orang yang
snenya sama, bisa mengecek, apakah mereka berasal dari
turunan yang sama? Meskipun tidak akurat benar.
Mungkin saja ada orang sne Lim misalnya bukan turunan
Xihe, tapi karena ketidak tahuan, ia hanya tahu sne
Lim, maka ia menggabungkan diri dengan perkumpulan sne
Lim dari Xihe. Meskipun demikian orang yang demikian
adalah minoritas.
Coba nanti saya kumpulkan dulu datanya, kalau selesai
akan saya muat di milis, karena kemungkinan memang
banyak di antara kita yang tidak tahu.
Salam
Liang U
Can Kheng Hong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bapak Liang U yang terhormat,
>
> Terima kasih untuk penjelasan Bapak. Terima kasih
> telah meluangkan waktu yang berharga menjawab
> pertanyaan saya. Ini sungguh menyadarkan saya, bahwa
> masih begitu banyak hal yang belum diketahui dari
> budaya Tionghoa.
>
> Kalau boleh saya tanyakan satu hal lagi. Yakni
> mengenai nama-nama perkumpulan marga. Di Kalbar
> banyak perkumpulan marga, biasanya satu perkumpulan
> nama punya nama khusus; seperti contohnya Marga Lim
> diberi nama Xihe; marga Zhang (Teo) - Qinghe, dll.
>
> Darimana sebenarnya mereka mendapatkan nama
> perkumpulan marga; apakah menunjukkan tempat asal
> marga ataukah pusat leluhurnya?
>
> Terima kasih untuk penjelasannya.
>
> Salam,
> Kheng Hong
>
> liang u <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Huruf Tionghoanya tolong dibuka dengan
> Chinese
> Simplified GB 2312.
>
> Sdr. Can,
>
> Untuk menjawab pertanyaan anda bisa jadi satu buku,
> tapi saya coba singkat saja, tentu yang saya tahu
> saja, sebab saya tidak ahli dalam bidang ini, hanya
> pernah membacanya. Tolong koreksi dan tambahan dari
> teman-teman yang mengetahuinya.
>
> Asal usul sne:
>
> Zaman purba orang Hua, yaitu yang disebut sekarang
> orang Tionghoa, atau di Tiongkok disebut orang Han,
> tidak mempunyai sne, mereka hanya punya nama.
> Leluhur
> kita terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok
> Yandi
> dan kelompok Huangdi (yang sering diterjemahkan
> menjadi the Yellow Emperor). Karena itu orang
> Tionghoa
> senang disebut keturunan Yan-Huang atau Yan-Huang
> zi
> sun (Ñ×»Æ×ÓË. Ini masih zaman prasejarah,
> pengetahuan tentang ini masih di dapat dari catatan
> orang-orang zaman dulu setelah bisa menulis. Tempat
> yang diyakini sebagai makam Huangdi dan Yandi ada
> di
> beberapa tempat, jadi jelas ada yang salah, tapi
> yang
> dipercayai orang adalah di propinsi Shaanxi. Yandi
> di
> propinsi Shaanxi sebelah barat di kota Baoji,
> sedang
> Huangdi di utara propinsi Shanxi dekat Yan'an.
> Makan
> Huangdi kabarnya sudah dipugar, karena tiap tahun
> orang Tionghoa dari seluruh dunia tumplek ke sana
> terutama pada hari yang diyakini adalah hari lahir
> beliau.
> Konon sne dimulai zaman Fuxi, sne ini untuk
> menunjukkan hubungan ras. Sne yang ada zaman itu
> kebanyakan menggunakan huruf yang menggunakan unsur
> nv
> Å®£¬seperti Ji dan Jiang dari Yandi dan Huangdi.
> Dari
> sini jelas sne diturunankan menurut garis ibu, jadi
> sistem matriakat. Jumlah sne belum banyak,
> kebanyakan
> masih tak punya sne. Konon sne-sne tertua itu
> adalah
> hadiah dari Huangdi.
> Dalam bahasa Tionghoa sne atau marga ini disebut
> xingshi ÐÕÊÏ yang terdiri dari dua huruf xing dan
> shi.
> Pada zaman dahulu xing dan shi ini berbeda artnya.
> Xing adalah sne seperti zaman sekarang, sedang shi
> menunjukkan kelompok atau clan, yang biasanya
> disebut
> dengan nama tempatnya. Huangdi sne Ji ¼§ (Hokkian
> Ki),
> dan hao ºÅ atau gelarnya disebut Xuanyuan Shi
> (ÐùÔ¯£©juga Xiong Shi ÐÜ. Sedang Yandi sne Jiang
> ½ª
> £¨Hokkian Khiang, dalam buku-buku lama
> diterjemahkan
> Kiang), gelarnya Lieshan Shi atau Shennong Shi.
> Sedikit-sedikit masyarakat berubah dari matriakat
> ke
> patriakat, penguasa-penguasa kelompok agar jelas
> disebut nama kelompoknya atau clannya di depan
> namanya. Contoh yang paling jelas adalah Gongsun
> Yang,
> reformis besar zaman Chunqiu yang membantu Qin
> Xiaogong raja muda dari negara Qin mengadalah
> reformasi berdasarkan hukum dan berhasil mengubah
> Qin
> yang lemah menjadi negara Qin yang perkasa yang
> kemudian berhasil menyatukan Tiongkok. Karena
> Gongsun
> Yang ini berasal dari negara Wei orang menyebutnya
> Wei
> Yang, setelah ia berhasil, Qin Xiaogong mengangkat
> ia
> jadi penguasa di daerah Shang, maka ia disebut
> Shang
> Yang. Gelar Qin Xiaogong berakhiran dengan gong,
> menunjukkan ia belum menjadi raja, tapi seorang hou
> atau salah satu dari zhuhou yang berkuasa di satu
> daerah di bawah satu pemerintah pusat.Para
> peterjemah
> cerita Tiongkok sebelum perang dunia II
> menterjemahkannya hou ini sebagai rajamuda£¬yaitu
> semacam gubernur yang berkuasa penuh hanya harus
> membayar pajak ke pemerintah pusat. Waktu itu
> pemerintah pusat dari dinasti Zhou sudah sangat
> lemah,
> tiap daerah/negara mulai saling berebut wilayah
> satu
> sama lain, sedang pemerintah pusat sudah tak dapat
> berbuat apa-apa.
> Dari contoh di atas jelas bahwa tiap orang punya
> xing
> (sne) dan shi (clan). Sne mengikuti ibu, clan
> mengikuti ayah, tapi ini semua belum stabil dan
> bisa
> berubah ubah, lihat contoh Shang Yang di atas, dari
> Wei berubah ke Shang.
> Dari asal mula adanya shi ini jelas, bahwa
> kebanyakan
> shi adalah nama tempat.
> Mulai dari dinasti Qinlah xing dan shi menjadi
> sederajat dan disebut xingshi. Keturunan mengikuti
> ayah. Sejak itu xingshi menjadi lebih stabil,
> artinya
> tidak diganti-ganti seenaknya menurut tempat
> tinggalnya.
> Meskipun demikian shi tidak selalu berasal dari
> nama
> tempat ada juga nama sungai, jabatan dll.
> Sne Qian (uang) asalnya dari turunan pejabat yang
> mengurus keuangan negara.
> Snenya Huangdi Ji dan snenya Yandi Jiang berasal
> dari
> nama sungai.
>
> Junwang:
>
> Junwang atau Pusat Leluhur (menurut terjemahan
> saya),
> bukan tempat lahir sne, tapi tempat sne itu
> berkembang
> menjadi besar.
> Sering seseorang menjadi kaya atau berpengaruh di
> satu
> tempat. Orang itu biasanya mendirikan kelenteng
> leluhur, sebagai tempat memuja leluhur dan
> menyimpan
> arsip silsilah keluarga. Orang yang satu sne selalu
> bersembahyang ke sana dan mencatat semua kelahiran
> anak laki-lakinya di sana.
> Kelenteng leluhur ini disebut tanghao ÌúÅ. Tentu
> saja
> dalam satu tempat orang yang berhasil kaya raya
> atau
> berpengaruh (karena kaya atau karena jabatan) bisa
> lebih dari seorang, oleh sebab itu banyak tempat
> yang
> menjadi junwang beberapa sne.
> Junwang(pusat leluhur)sne Zeng (Hokkian Can, dulu
> ditulis Tjan) berasal dari daerah Cangshan di
> propinsi
> Shandong. Tanghaonya disebut Luguotang
> ³¹úÌÃ,karena
> dulu zaman Chunqiu di situ adalah wilayah negara
> Lu.
> Kemudian karena turunan banyak dan bisa berpencar
> di
> seluruh negara, maka bisa terjadi cabang di
> beberapa
> tempat. Rekan-rekan dari sne besar, yaitu sne yang
> banyak jumlah orangnya, bisa saja mendapatkan
> tanghao
> cabang, di propinsi Fujian (Hokkian) di Guangdong
> dll.
>
> Bukan itu saja, sne yang besar bisa menemukan
> tanghao
> pusat atau tanghao junwang di beberapa tempat yang
> satu dengan lainnya tak punya hubungan. Ini bisa
> disebabkan karena leluhurnya banyak yang berhasil
> dan
> tidak kenal satu sama lainnya maka keduanya
> mendirikan
> junwang tanghao di dua tempat yang berbeda, tapi
> bisa
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping