teman teman, saya mau sedikit bagi cerita tentang perang candu, yang
menjadi "salah satu" sebab (menurut saya) penduduk tiongkok hijrah ke
indonesia. jika ada yang kurang tepat, mohon dikoreksi (boleh
dimarahi, jangan saya dimusuhi). maaf jika cerita ini pernah dibahas
di milis ini sebelumnya. dan tolong tambahkan cerita ini agar lebih
lengkap. terima kasih...

menjelang perang candu di tiongkok tahun 1839, rakyat tiongkok sudah
sulit kehidupannya, karena bencana alam, wabah, perang, kelaparan,
yang datang silih berganti dibarengi praktek premanisme di tengah
masyarakat.

saat saat itu, inggris memerlukan dana untuk menjajah india.
celakanya, inggris melirik tiongkok untuk sumber dana itu, dengan
memasarkan candu bagi penduduk tiongkok yang berlimpah (ditambah lagi
kekayaan alam tiongkok yang menggiurkan).

Tentu saja Tiongkok keberatan, maka jendral Lin Zexu menulis surat
keberatannya kepada ratu victoria di inggris. tapi surat itu
ditanggapi negatif oleh inggris, dengan dikirimnya pasukan perang yang
paling canggih ke tiongkok. Tentu saja tiongkok tak berdaya, dan
xiamen jatuh ke tangan inggris di bulan agustus 1842. akhirnya pada
perjanjian nanking 29agustus1842, pemerintahan qing harus melepaskan
hongkong bagi inggris.

candu yang sebelumnya disita lin zexu untuk dimusnahkan, harus
dibayar! Tiongkok hancur total! Rakyat diperas dan dirusak habis
habisan. Candu merebak dengan dahsyat, dimana rakyat begitu
ketergantungan terhadap candu, hingga perbendaharaan negara,dan
cadangan perak (devisa) habis sudah untuk membeli candu. Sialnya,
amerika dan prancis tiba tiba ikutan curi untung atas ketidakberdayaan
tiongkok, tanpa harus perang seperti inggris.

pemerintahan qing terpaksa menaikkan pajak untuk membayar utang candu.
gawatnya lagi, para penguasa setempat (warlord) ikutan minta cukai.
lengkap sudah kesengsaraan rakyat tiongkok.
Akhirnya rakyat tergugah untuk mengadakan perlawanan terhadap
pemerintah. kerusuhan terjadi dimana mana.
Hong xiuquan yang mengaku raja langit berhasil menghimpun petani dan
warga desa menjadi anggota organisasi rahasia. Maka tahun 1851 pecah
revolusi taiping, sehingga tentara qing kewalahan menghadapinya. hal
ini segera dimanfaatkan "barat" yang memaksa tentara qing berperang di
dua medan, sehingga "barat" lebih mudah menundukkan tiongkok.

inggris belum puas dengan hasil yang diperoleh. hanya karena tiongkok
menangkap kapal arrow yang berbendera inggris, inggris marah, dan
akhirnya perang candu kedua pecah tahun 1856. Bersama dengan amerika,
perancis, dan rusia, inggris memaksa tiongkok membayar ganti rugi yang
luar biasa besar. mau tidak mau, pemerintahan qing harus menaikkan
lagi pajak, sehingga rakyat yang sudah miskin jadi tambah menderita.

karena begitu menderitanya rakyat tiongkok, terbayang kehidupan yang
lebih baik di luar tiongkok. sehingga beberapa rakyat coba coba
mengadu nasib di luar negri, termasuk indonesia.

salam,
rifan di bandung

Kirim email ke