Ikut nimbrung ya? Sekedar menambah kisah yang terjadi:

1) Saya punya langganan restoran Tionghoa di kawasan Jakarta utara. 
Yang punya, suami istri, yang bergantian jaga dan manage resto itu. 
Saya sering ngobrol dengan mereka, biasanya sambil bayar makanan. 
Suatu saat, istrinya cerita tentang pengalamannya beberapa hari 
sebelumnya. Naik taxi pulang kerumah. Supir taxi memelototinya dengan 
pandangan tak ramah. lalu jendela semua dibuka, dan dia merokok. 
Ketika wanita ini protest, dia jawab dengan kasar " Eh, kamu Cina 
jangan macam macam". " Liat tu rumah gede gede kan kalian orang 
punya, kita kita miskin semua!".

2) Seorang sahabat menjadi relawan dari keompok muda mudi Buddha di 
Nias ketika tsunami. Mayat bertaburan dijalan jalan. Mereka kumpulkan 
semua yang mereka temui, dan di makamkan sesuai dengan kepercayaan. 
Mereka danakan obat, makanan, pakaian dlsb. Mereka dibantu oleh 
penduduk lokal, orang Nias, dalam membereskan mayat mayat. Kalau 
mereka mengangkut mayat orang Tionghoa, mereka minta uang berlipat 
ganda, atau kadang kadang malah menolak mengangkut.

3) Ditahun 65 an akhir, zaman kemelut setlah G30S, orang Tionghoa 
sangat dimusuhi, inipun dihembus oleh orang Tionghoa sendiri, dari 
kelompok tertentu. Istri saya, yang kala itu tunangan saya, naik beca 
didaerah jalan Nusantara. Beberapa pemuda ditepi jalan 
meniarakinya :"Cina!". Memang penampilan istri yang Manado itu, 
sebagai banyak orang Minahasa, mirip orang Tionghoa.

Mungkin ada satu dua orang Tionghoa, yang tak merasa di diskrimansi, 
atau malah dimanja orde baru, diantaranya banyak sahabat saya, yang 
kini super kaya, bahkan sebagian jadi konglo. TETAPI, ini tak berarti 
bahwa TAK ada diskrimansi samasekali, bahkan, ini kasus yang 
kebanyakan terjadi, terutama dalam kemelut saat itu, dan tahun tahun 
sesudahnya.

Tentu, banyak macam diskriminasi, tetapi, dalam rangka pembahasan 
budaya dan sejarah Tionghoa, cukuplah kita ber-urun rembug mengenai 
diskrimansi yang terjadi dikalangan ini.

Saya, yang lahir dan hidup ditengah kalangan pejabat dari kelompok 
yang dinamakan pribumi, menyaksikan dan melihat sendiri hal ini, dan 
sangat sedih, bagaimana dengan saudara saudara Tionghoa, yang 
langsung mengalaminya?

Saya pernah di kereta api di Austria bersama antara lain dengan 
seorang wanita pembantu rumah tangga KBRI Vienna, yang memang 
berkulit gelap, kurus, dan - mohon maaf - tak berpenampilan 
yang "menunjang". Dia tak sadar sedang menghalangi sepasang orang 
setempat yang juga mau baca pengumuman didinding kereta, dibentak 
kasar oleh bule ini agar sedikit menepi Bule ini kepada saya amat 
sangat hormat. Bule bule ini tak sadar, wanita ini dan saya satu 
rombongan. Bule ini selalu mengatakan secara santun dan korrekt " 
Entschuldigung" (Mohon maaf), kalau melintas dimuka tempat duduk 
saya, mau keluar dari bangkunya.

Penting: Tak mengalaminya sendiri, tak berarti hal itu tak pernah 
terjadi. Saya dalam kehidupan puluhan tahun ditengah orang kulit 
putih, tak pernah didiskriminasi, sejak mahasiswa sampai mau pensiun 
dalam jenjang karir saya. TETAPI, saya tak berhak mengatakan, tak ada 
diskriminasi terhadap orang asing atau asal negri asing di Eropa.

Apalagi mengatakan, mereka yang mengeluh sekedar meng-ada ada, atau 
halusinasi.

Bagi yang mengalaminya, apalagi generasi saya, apa yang dialami 
disaat remaja, tak terlupkan, tak heran, bila banyak yang masih 
mengutarakan hal ini, untuk dipelajadi dan disadari oleh generasi 
berikut, seolah "ber-putar putar" di thema ini.

Salam

danardono



--- In [email protected], ALIANTONY ALI 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> kalau mau bahas masalah diskriminasi atau tidak ... ini aku mau 
bilang kalau orang yang bilang kalau lu merasa di diskriminasi maka 
di diskriminasi lah,kalau tidak merasa di diskriminasi maka itu 
tidak..hahahh wong ...... lu ngomong atau ngaco..... emang sampai 
sekarang bagi sebagian yang belum pernah kena diskriminasi maka 
ngomong gedenya itu lor..... sampai kapan pun lu orang keturunan CINA 
tetap CINA ngapain ngaku ngaku keturunan pribumi.... kakek bunyut 
sendiri ngak diakui ,,,, apalagi di cina benteng itu .... coba nanya 
marga lu apa ..ngak tahu pasti di bilang .... pribumi aja mengakui 
kakek bunyutnya contoh orang jawa bilang orang jawa ..... 
Diskriminasi itu di satu daerah di indonesia lain lain .....kalau di 
sumatera terutama MEDAN diskriminasi itu terlihat jelas.....coba lu 
parkir di jalanan pecinaan di medan uang parkirnya bisa naik 2 kali 
lipat .... apa di bilang MOBIL CINA .... hahahahaha.....dikit dikit 
ngomong pake DIAM LU CINA..... sakit ngak kalau lu di
>  bilang gitu ...bagi yang belum pernah di gituin .... jgn banyak 
ngomong dulu lah .... kalau bagi yang ngak pernah kena diskriminatif 
coba pikir dulu kejadian 1998 betapa sakitnya hati orang keturunan 
cina waktu itu ... cemana kita di buat.... di perkosa di 
bunuh...kenapa harus ORANG KETURUNAN CINA AJA .kalau belum kena 
diskriminatif ngomong gedenya itu .... wong INGAT KAKEK BUNYUT LU 
DARI MANA? 
>   jangan kan buat SBKRI atau pun surat lain ..... dari makanan aja 
udah di pisah ... cemana mau baur ..... yg satu makan babi yang satu 
tidak ......kalau di luar negeri di amerika  atau eropa mereka bisa 
berbaur kenapa? dari makanan aja ngak di persoalkan mau babi mau 
ngak ..... ini negara lain pake HALAL atau ngak... dari makanan udah 
di DISKRIMINASI ....SADAR NGAK?diskriminasi itu sama dengan di 
kecilkan , dipisahkan.....lu cina gue HUANA(pribumi)
> 
> Ulysee <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Hehehe, nah ini pandangan kritis nih: 
> 
> "Aku melihat persoalannya dan diskusinya sesungguhnya tidak pernah
> kepada mengakui apakah diskriminasi itu ada atau tidak."
> 
> Masalahnya, banyak dari antara kita yang menggunakan 
kata 'diskriminasi'
> tersebut tidak pada tempatnya. 
> Alhasil bikin ruwet masalah. Yang mana diskriminasi, yang mana 
bukan,
> udah campur baur tidak keruan semuanya dikasih label yang sama, 
pokoknya
> diskriminasi. Diskusinya berputar kesitu situ melulu, tentang ORBA,
> tentang masa lalu kelabu, curhatnya juga nggak nambah yang baru, 
ngurus
> paspor, ngurus surat kawin, surat lahir, pungli, soal masuk 
perguruan
> tinggi. 
> Lama lama gue bosen... aduuuhhhh keluarin ilmu baru dooonk, masa 
itu-itu
> melulu. 
> 
> Diskriminasi, gue yakini pernah ada. 
> Tapi yang mana aja? Kenapa bisa begitu? 
> Apa masih ada? mana yang masih bisa ditolerir, mana yang sudah
> selayaknya dihapus? 
> Diskriminasi by intention ?
> atau diskriminasi karena tuntutan sikon masa lalu (kayak kita tahu
> kenapa istilah 'asli' sampe muncul di UUD 45)?
> 
> Gue pernah nantangin orang, mana aja sih aturan yang diskriminatif? 
> yang mana sudah dihapuskan sehingga sekarang tidak lagi 
diskriminatif, 
> yang mana yang masih harus diperjuangkan karena masih diskriminatif 
dan
> sudah tidak sesuai dengan perkembangan sikon sekarang sehingga
> selayaknya dihapus.
> Tapi tantangan nggak pernah dijawab, lagi-lagi muter muter di situ-
situ
> juga.... cape deeeeeh.
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of @};-
PurpleRose};--
> Sent: Saturday, May 03, 2008 12:40 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Etnis non Tionghoa
> 
> 
> kutip dari Uly:
> "di diskriminasi atau tidak, yang penting apakah mampu berbuat".
> 
> kalimat Uly diatas menurutku adalah inti pemikiran dari semua 
pembahasan
> 
> ttg diskriminasi yg ada (CMIIW). Aku melihat persoalannya dan 
diskusinya
> 
> sesungguhnya tidak pernah kepada mengakui apakah diskriminasi itu 
ada 
> atau tidak. tapi lebih kepada panggilan agar kita jangan terlarut 
> kedalam mentalitas korban yang hanya bisa mengeluh, mencerca, 
> memaki-maki, dan mencari kambing belang...yang kemudian tidak 
berbuat 
> apa-apa, hanya bisa mengomeli nasib dan orang lain yg tidak adil 
kepada 
> kita...atau lebih parah lagi, kita juga melakukan hal diskriminatif 
yang
> 
> persis sama kepada orang lain tanpa kita sadari.
> itu juga yg kupikir yang ingin disampaikan oleh si Asuk-asuk dengan 
cewe
> 
> cina benteng itu. dan aku sepakat banget dengan cewe cina benteng 
itu, 
> saya juga memilih menolak untuk didiskriminasi!
> (tapi kalimat bahwa diskriminasi itu adalah pilihan....saya perlu 
> penjelasan lebih lanjut ttg arti kalimat ini :-p)
> 
> sekalian kusertakan file CERD disini. semoga bermanfaat
> 
> Ulysee wrote:
> >
> > Suatu kali gue ikut sebuah acara, sosialisasi UU kewarganegaraan 
taon 
> > 2006.
> > Seperti biasa khan kalau acara begituan, ada aja soal 
diskriminasi di 
> > senggol.
> > 
> > Yang buat anak muda tukang ngeyel kayak gue,
> > udah langsung lunglai cape hati,
> > soalnya BOZZEEEENNN 30 taon hidup denger tionghoa di diskriminasi,
> > sekarang udah jaman reformasi, masih itu juga yang dinyanyiin.
> > Lagu lama. 
> > Pengen nyanyi lagu baru aja, SO WHAT GITCHU LOH !
> > 
> > Tiba tiba nongol satu asuk-asuk maju ke arah mike,
> > namanya gue tidak ingat,
> > penampilannya boleh renta, pasti diatas umur babeh gue,
> > gue ingat suaranya yang masih gagah, cukup mengagetkan waktu dia 
> > bilang begini,
> > "saya sekian tahun hidup di Indonesia, tidak pernah merasa di 
> > diskriminasi".
> > 
> > Gue yang tadinya ngantuk denger acara curhat, 
> > langsung semangat tepuk tangan.
> > Ini... nih yang begini, tokoh panutan yang gue cari.
> > Tokoh tua yang berani nentang arus.
> > Gue sendiri enggan bergayut manja pada istilah diskriminasi, malu
> hati,
> > di diskriminasi atau tidak, yang penting apakah mampu berbuat.
> > 
> > Setelah si Asuk ada lagi cewek, bilang, saya cina benteng, 
> > juga tidak pernah merasa di diskriminasi.
> > Tepukan gue makin kenceng. Apalagi ketika cewek ini lalu bilang, 
> > "Di diskriminasi adalah masalah pilihan! Dan saya memilih untuk 
> > menolak di diskriminasi"
> > Wah gue langsung terinspirasi.
> > 
> > Iya juga. Kadang "Diskriminasi" itu penyakit pikiran.
> > Pada saat kita berpikir di diskriminasi - terdiskriminasi lah 
kita.
> > kalau tidak berpikir terdiskriminasi - bebas lah kita.
> > 
> > Dari pertemuan itu begitu pulang gue langsung buka kamus, apa sih 
> > definisi diskriminasi??? heheheh.....
> > 
> > 
> > 
> > 
> >
> > No virus found in this outgoing message.
> > Checked by AVG.
> > Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.7/1408 - Release Date: 
> > 4/30/2008 6:10 PM
> >
> > 
> 
> 
> 
> 
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG.
> Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.8/1412 - Release Date:
> 5/2/2008 4:34 PM
> 
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG. 
> Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.8/1412 - Release Date:
> 5/2/2008 4:34 PM
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
> 
> .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
> 
> .: Pertanyaan? Ajukan di 
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
> 
> .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
>  Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com
>


Kirim email ke