Menurut pendapat saya, diskusi ini hanya akan bermutu, kalau para pakar menyumbangkan kontribusi yang obyektif mengenai kehidupan para bangsa minoritas di Tiongkok. Ini tanpa membawa emosi politis yang menyuarakan sikap anti atau pro pemerintah Tiongkok, karena ini tak ada kaitannya dengan kita di Indonesia.
Mungkin menarik disini, untuk memperoleh gambaran jelas, mengenai batas garis budaya dalam komunitas di Tiongkok. Sampai kemana, budaya Hui, misalnya masih dapat kita kelompokkan dalam budaya Tionghoa, karena beberapa kriteria budaya yang di hayati bersama. Salam budaya dan sejarah Danardono --- In [email protected], liang u <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Rekan-rekan, > > Belakangan ini banyak dibicarakan masalah minoritas di > RRT dalam milis kita, tapi kelihatannya bicara tanpa > bahan pengetahuan yang cukup. Di sini saya lampirkan > daftar nama 55 minoritas di sana dalam ejaan bunyi > aslinya, dan mayoritas Han. > Misalnya Han tidak disebut Chinese, tapi Han seperti > mereka menyebutnya sendiri. Korea tidak disebut Korea > tapi Chosen dsb. > Gambar adalah wanita dari berbagai bangsa itu dalam > pakaian tradisional resmi. > Ke-56 bangsa yang menghuni RRT itu disebut Zhonghua > Minzu atau Tionghoa Bincok dalam dialek Hokkian, kalau > di Indonesiakan yah bangsa Tionghoa. > Jadi orang Tibet, orang Uygur adalah bangsa Tionghoa > tapi non-Han. Dalam bahasa Inggeris yang benar disebut > non-Han Chinese, atau Chinese minorities. > Mudah=mudahan diskusi menjadi lebih ril dan bermutu. > Salam > Liang U > > > ______________________________________________________________________ ______________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ >
