Begitulah. 

Seperti juga mas Skalaras sangsikan, bahwa itu semua teguran Tuhan, 
memang Tuhan tidak menegur seperti debt collectornya perusahaan. Ini 
kan istilah manusia saja, yang mengatakan seseorang itu ditegur Tuhan 
karena dia jingkrak jingkrak lihat orang atau pihak yang tak disukai 
kena musibah. Tuhan, yang Maha Sempurna tak perlu main tegur menegur, 
memang urusannya apa?

Kharma, seperti dalam konsep aslinya, memang sebuah Hukum Alam, yang 
bergerak dengan kekuatan sendiri, sejenis Hukum Sebab Akibat. Ini 
sejajar dengan, misalnya, Hukum Archimedes, yang berlaku dan berjalan 
dengan kekuatan sendiri, tak perlu disuruh Tuhan. Apalagi kalau Tuhan 
sedang marah marah.

Bahasa manusia memang begitu, seringkali konyol. Yang Non Muslim 
mungkin (mungkin lho) katakan, musibah tsunami di Aceh itu adalah 
akibat kemarahan Tuhan (memangnya Tuhan suka bete?), yang Muslim 
mengatakan ini cobaan Tuhan agar manusia lebih saleh. Adaaaa saja 
cara manusia menerangkan apa yang disukai atau tak disukai.
Sampai sampai bencana Lapindo dikatakan cobaan Ilahi, padahal dampak 
kegoblokan dan keserakahan manusia. demikian pula banjir akibat 
gundulnya hutan, akibat penumpukan sampah, akibat mendirikan hunian 
mewah di lahan peresapan air..

Cilakanya, kata "kharma" dipakai oleh manusia yang bukan menganut 
ajaran mengenai kharma, ikut ikut pakai istilah ini. lha disambung 
sambung dengan Tuhan, padahal Tuhan ini adalah versi agama agama 
Ibrahim, yang tak mengenal konsep kharma, tetapi takdir. Runyammmm...

Salam

Danardono





--- In [email protected], ALIANTONY ALI 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dari kontra dan pro  disini berarti kita menarik kesimpulan ini 
bukan KARMA(sebab akibat) dari manusia .
>    
>   Tapi lebih tepat HUKUM ALAM.
>   alam yang menghukum manusia bukan tuhan.karena terjadi banyak 
harta alam sudah di rampok sehinggga alam balas dendam .gitu baru 
betul ...hahahahahha.manusia yang tidak berdosa pun jadi korban.
> 
> Skalaras <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Kalau ini suatu teguran dari Tuhan, mengapa Obyek / 
korban yang dipilih 
> Tuhan untuk menyampaikan pesan/peringatan, adalah mereka2 yang 
sebagian 
> besar rakyat kecil, termasuk orang2 tua dan anak2 kecil yang tak 
tahu apa2? 
> Mengapa tak langsung saja menghukum para pelaku pelanggar hak azasi 
manusia 
> kelas kakap, para koruptor, para perusak lingkungan, para otak 
kerusuhan? 
> mengapa justru rakyat tak berdosa yang disuruh menanggung?
> 
> Saya kira, kalau keluarga dekat anda ikut tertimpa bencana, anda 
juga akan 
> bertanya seperti ini..
> 
> Salam
> ZFy
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: nurdin nurdin
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, May 29, 2008 8:32 AM
> Subject: Re: [budaya_tionghua] (OOT) karma
> 
> Menerima hukum karma sebagai pengakuan terhadap adanya "Teguran 
Tuhan" 
> adalah suatu "sikap" bukan mensyukuri tetapi lebih 
kpd "instrospeksi diri" 
> sehingga dimasa yang akan datang (masing2 orang atau bagi 
sekelompok orang 
> dalam satu negara) perbuatannya menjadi lebih baik.
> Cobalah untuk menyimak bencana2 yg terjadi di tanah air pd akhir2 
ini, bagi 
> bangsa yang berfikir semoga kejadian demi kejadian ini ada 
hikmahnya 
> sehingga Bangsa Indonesia dapat lebih bijak dalam menerima keadaan 
yang 
> ber-beda2 suku,adat,agama,golongan, bahkan menjadi modal bagi 
persatuan 
> bangsa Indonesia yg kita cintai bersama.
> 
> --- On Wed, 5/28/08, Skalaras <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > From: Skalaras <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: [budaya_tionghua] (OOT) karma
> > To: [email protected]
> > Date: Wednesday, May 28, 2008, 10:06 AM
> > Waktu Sophan sophian meninggal dunia akibat kecelakaan, ada
> > seorang yang
> > mengedarkan tulisan yang mengomentari perisiwa ini,
> > diantaranya dia
> > menyatakan kritik tehadap pilihan Sophan untuk bermotor ria
> > disaat rakyat
> > bersiap2 menghadapi kenaikan BBM, bertitik tolak dari
> > kritian ini, dia
> > menyimpulkan bahwa kematian SS jangan2 adalah teguran Tuhan
> > terhadap
> > kelakuan SS.
> >
> > Terhadap cara berpikir oang ini, saya hanya bisa melongo!!!
> > kalau dia bisa
> > begini menaggapi musibah yang menimpa satu orang, bagaimana
> > dia bersikap
> > terhadp bencana nasional yang menimpa begitu banyak orang?
> > apakah bencana
> > Tzunami di Aceh, gempa di Jogja juga karena rakyat Aceh dan
> > Jogja diberi
> > teguran Tuhan karena kualat? sungguh absurd!
> >
> > Ternyata, pola berpikir seperti ini benar2 ada, dan
> > diucapkan oleh seorang
> > bintang panas Holywood Sharon Stone! saat menghadiri
> > festifal Film Cannes
> > dia diwawancarai wartawan bagaimana tanggapannya ttg
> > musibah gempa di
> > Tiongkok, dengan enteng dia berkomentar: ini peristiwa yang
> > menarik, selama
> > ini pemerintah Tiongkok besikap buruk terhadap orang Tibet
> > dan temanku Dalai
> > Lhama, maka bencana ini merupakan Karma akibat perbuatan
> > mereka blabla
> > bla...
> >
> > Wah, ternyata ada orang yang begitu terus terangnya
> > mensyukuri penderitaan
> > orang lain! Beginikah wajah teman2 Dalai lama??? Siancai,
> > sincai.....
> >
> >
> > Salam Kemanusiaan
> > ZFy
> >
> >
> >
> >
> > ------------------------------------
> >
> > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
> >
> > .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
> >
> > .: Pertanyaan? Ajukan di
> > http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
> >
> > .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua
> > http://iccsg.wordpress.com :.
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> 
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG.
> Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.1/1469 - Release Date: 
27/05/2008 
> 13:25 
> 
> 
> 
>                            
> 
>  Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com
>


Kirim email ke