--- In [email protected], "ChanCT" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Danar yb, > > Eeeeh menarik juga berita Dalai berkunjung ke Jerman tidak ditemui Presiden bahkan Menlu Jerman, hanya dengan alasan sibuk. Ini namanya karma, bikin huru-hara dimana-mana, dengan TIbet-Merdeka mengganggu kelancaran estafet Obor Olympic, akhirnya orang melihat juga maksud jahat Dalai Lama sesungguhnya. Bukankah begitu. > > Tapi, ... apakah bung memperkirakan budaya etnis Tibet akan musnah? Apa yang saya ketahui, pemerintah RRT selalu berusaha melindungi dan mengembangkan budaya suku minoritas, termasuk suku TIbet tentunya. Tidak akan dimusnahkan. Biasanya tari-tarian dan nyanyian suku Tibet termasuk yang dipentaskan dalam tarian nasional Tiongkok. > > Lalu, apa yang dimaksudkan diterima menteri dari partai Ssosial Demokrat, langsung didamprat ketua partainya? Apa menteri PSD yang terima Dalai Lama ini yang didamprat ketua PSD? > > Salam, > ChanCT >
Memang, banyak orang Eropa yang mengkhawatirkan, kalau Tibet di modernisasi, maka budaya Tibet akan lenyap. Sekaligus mereka tak memikirkan bagaimana beratnya kondisi hidup di Tibet. Namanya juga bangsa pegunungan, dimanapun berat. Mereka menyangka, bahwa pemerintah Tiongkok tidak care terhadap budaya Tibet. Ya, mentri wanita ini, ibu Wyczorek-Zeul, anggauta pimpinan partai SPD, didamprat oleh ketua partai, karena tak mengkoordinasikan terlebih dahulu, kalau mau menemui sang mulia ini, His Highness ini. SPD bersama partai Kristen Demokrat (CDU) yang memerintah Jerman, mempunyai posisi bersahabat terhadap RRT. Pemerintah Jerman juga berpendapat sebuah "Free Tibet" seperti yang di-dengung-dengungkan sementara pihak, TAK menguntungkan siapa siapa di wilayah yang rentan konflik itu. Sebaliknya, Tiongkok yang stabil politis ekonomis, akan membantu perdamaian dunia. Ini pendapat Uni Eropa juga. Salam Danardono
