Ardian heng, pasti Amerik juga mikir kesana. Indonesia juga gak 
sendirian kala itu di blok negara negara kiri. Mungkin bukan Sovjet, 
tapi RRT yang ngeluruk, lebih repot lagi. Tahun 1951, RRT bantu 
Korea, Amerik pusyingg sekali..berapa pesawat tempur AS jatuh 
ditembak Korea utara atau jatuh ditembak MIG.

Amerik memang selalu ingin Indonesia netral, gak perlu masuk blok 
Barat (NATO atau SEATO). Krisis dunia kan memuncak saat itu: krisis 
Kuba dan memanasnya Vietnam. Jadi kalau Indonesia ikut ikut mencak 
mencak bisa runyam.

Bung Karno juga memperhitungkan hal itu, bahwa Amerika dan sekutu 
tangannya tak bebas, terjerat dalam beberapa front.

Irian memang merupakan point of interrest AS. Ketika saya masih 
sekolah, ada berita seorang penyelidik AS, kebetulan anggauta clan 
yang kayaraya, Rockefeller, hilang di Irian. Langsung AS mau kerahkan 
AL untuk mencarinya.

Negara Barat  di era 50an /60an seringkali culun politiknya. Ingat 
waktu ribut ribut terusan Suez dinasionalisasi oleh Djamal Abdel 
Nasser, langsung saja jet tempur Perancis ngiung ngiung ngiung 
nembaki wilayah Mesir, apaan? memangnya dizaman cowboy ha ha ha.

Salam

danardono





--- In [email protected], "ardian_c" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> pak Danardono,
> 
> mmg pasti nato dan amrik or kita sebut aja sekutu bakalan turun
> tangan, tapi mrk jg bakalan mikir kalu uni sovyet jg bakalan turun
> tangan en kancah perang meluas, waktu itu khan amrik lage mulai
> puyenk2nya di indochina getu.
> 
> kalu dipikir2 ngkale gini ya, ya gpp irian jatoh ke indonesia tapi
> freeport kuasain lahan disana en pembagiannya ya 99:1 getu.
> Buat amrik or sekutu ya itu lebih nguntungin kok
> 
> --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO"
> <rm_danardono@> wrote:
> >
> > --- In [email protected], "ardian_c" <ardian_c@> 
wrote:
> > >> 
> > > Kalu kasus belanda ama irian, kalu aja Indonesia waktu itu 
angkatan
> > > perangnya memble, gak punya rudal penghancur kapal induk, 
pembomb ,
> > > bisa jadi Irian gak bakalan dioper. Amrik jg mikir2lah kalu 
perang
> > > beneran dia cape, so kasih aja ya.
> > > Irian dikasih ke Indonesia, tukerannya apa ya ? Freeport bukan 
tuh ?
> > > Soalnya sistem bagi hasilnya canggih banget ya, puluhan taon itu
> > > pembagiannya 99:1 yg 1 itu khan buat pemerintah.
> > > Duh kalu Soekarno idup lage or Chavez yg memerintah, mau gak ya 
sistem
> > > pembagian kayak gitu ?
> > > 
> > 
> > Masalah Irian ini saya masih ingat sekali Ardian heng, soale saya 
duduk 
> > di SMA dan lagi asyik asyiknya ikuti tiap sensasi. Seorang teman 
> > sekelas, sdr Bong Nyan Fa, asal Kalbar, ingin daftarkan diri 
sebagai 
> > sukarelawan. saya katakan " Gila lu, kalau mati sih gak apa apa, 
kalau 
> > cacat?".
> > 
> > Persenjataan kita memang dahsyat, termasuk kapal kapal perang 
kelas 
> > destroyer dan corvett serta LST (landing Ship Tank). Juga kapal 
selam. 
> > Namun, karena penyerahannya agak ter-buru buru, awak kita belum 
100% 
> > menguasai alat alat perang. Diseberang sana, pasukan dan awak 
Belanda 
> > adalah prajurit prajurit yang terlibat dalam Perang Dunia II 
melawan 
> > Jerman, semua terlatih, kawakan, lagipula dengan senjata standard 
NATO.
> > 
> > Kita lihat, kapal perang kelas destroyer mereka, "Karel Doorman" 
> > menenggelamkan kapal kapal MTB kita "Macan Tutul"  yang 
ditumpangi 
> > admiral Yos Sudarso dilaut Aru.
> > 
> > Satu regu PGT (Pasukan Gerak Tjepat, kini PasKhas dari AURI) 
mendarat 
> > dengan payung dan mati semua ditengah hutan karena kehabisan 
> > perbekalan, tanpa melepas satu tembakanpun.
> > 
> > Kerajaan Belanda adalah anggauta NATO, yang mewajibkan semua 
anggauta 
> > untuk saling mendukung, dan ini akan repot, karena USA dan 
Inggris 
> > adalah anggauta NATO, yang terpaksa turun tangan, kalau Belanda 
kepepet.
> > 
> > Dalam taktik pertempuran, serangan takkan terbatas dimedan laga, 
namun 
> > akan merembet. Jadi AL Belanda akan mencoba melumpuhkan komando 
kita 
> > yang berkedudukan di Makassar. Juga pangkalan Surabaya termasuk 
daya 
> > raih mereka.
> > 
> > Tahun 1992 saya kebetulan duduk dipesawat garuda disamping 
seorang 
> > wisatawan Belanda, yang pada saat pengepungan Irian bertugas 
sebagai 
> > perwira kesenjataan disebuah pesawat pembom Belanda, yang tiap 
hari 
> > patroli memasuki perairan kita. Dia berkisah mengenai persiapan 
dari 
> > pihak mereka. Seluruh pangkalan operasi Mandala mereka terbangi 
dan 
> > amati tiap hari.
> > 
> > Dengan demikian, pimpinan TNI juga takkan rely akan terjadinya 
> > pertempuran sungguh sungguh, yang pasti akan melumpuhkan sebagian 
besar 
> > perlengkapan pertahanan kita (sedang Belanda hanya menderita 
sebatas 
> > armada Pacific mereka).
> > 
> > Jadi, lagi lagi, yang menentukan adalah ajang diplomasi, dan 
seperti 
> > dikatakan Ahmad heng, tekanan pihak adidaya.
> > 
> > Salam
> > 
> > Danardono
> >
>


Kirim email ke