Kisah di bawah ini entah benar atau tidak. Tapi kalau benar, alangkah
indahnya, kisah di mana rakyat mempercayai pemerintah, dan pemerintah
memang berusaha sebaik mungkin memakmurkan rakyat. 

----------------------------------------------------------------------------
---------------------------------- 
Cukup Sebutir Beras (Bagaimana Cina Bangkit)

Cina yang sekarang muncul sebagai negara super power dahulunya pernah
sangat miskin. Dengan jumlah penduduk yang berjumlah 1 milyar kala itu
bukan barang mudah bagi pemerintah Cina untuk mensejahterakan
rakyatnya. Hutang luar negeri dari negara tetangga terdekat pun
menjadi gantungan yaitu dari negara Uni Sovyet. Alkisah suatu hari
terjadi perselisihan paham antara Mao Zedong pemimpin Cina era itu
dengan pemimpin Sovyet. Perselisihan begitu panas sampai keluar
statement dari pemimpin Sovyet, 'Sampai rakyat Cina harus berbagi 1
celana dalam untuk 2 orang pun, Cina tetap tidak akan mampu membayar
hutangnya.'

Ucapan yang sangat menyinggung perasaan rakyat Cina itupun disampaikan
Mao kepada rakyatnya dengan cara menyiarkannya lewat siaran radio,
penghinaan dari pemimpin Sovyet itu, secara terus menerus dari pagi
hingga malam ke seluruh negeri sambil mengajak segenap rakyat Cina
untuk bangkit dan melawan penghinaan tersebut dengan cara berkorban.

Ajakan Mao kepada rakyatnya adalah menyisihkan 1 butir beras, ya,
hanya 1 butir beras untuk setiap anggota keluarga, setiap kali mereka
akan memasak. Jika 1 rumah tangga terdiri dari 3 orang maka cukup
sisihkan 3 butir beras. Beras yang disisihkan dari 1 Milyar penduduk
Cina tersebut, tidak dikorupsi tentunya akan menghasilkan 1 milyar
butir beras setiap hari. Hasilnya dikumpulkan ke pemerintah untuk
dijual. Uangnya digunakan untuk membayar hutang kepada negara pemberi
hutang, yang telah menghina mereka. Akhirnya Cina berhasil melunasi
hutang mereka ke Sovyet dalam waktu yang sangat cepat.

Keterhinaan yang mendalam telah membangkitkan rasa nasionalisme Cina
untuk bangkit melawan hinaan tersebut dengan tindakan nyata, bukan
hanya tindakan seremonial, pidato atau upacara di stadion besar.
Kiranya kisah di atas bisa dijadikan contoh bagi bangsa kita yang
tengah terpuruk di antara bangsa-bangsa sekitarnya. Potensi manusia
Indonesia yang demikian besar selama ini tidak menjadi kekuatan bahkan
sebaliknya menjadi beban karena mereka tidak dipimpin oleh pemimpin
yang tepat. Kita sering silau oleh hal-hal besar namun seringkali
mengabaikan kekuatan dari hal kecil namun dilakukan dengan sepenuh
hati. Sebutir padi sehari bisa membalik keadaan terhina menjadi
terangkat. Maukah kita?

(Kisah di atas diceritakan langsung oleh seorang pengusaha Indonesia
yang kerap kali berkunjung ke negara Cina.

 

Kirim email ke