http://www.detiksport.com/read/2008/08/25/043016/993711/82/as-menolak-dianggap-kalah

Olimpiade Beijing
AS Menolak Dianggap Kalah
Doni Wahyudi - detiksport


Beijing - Di klasemen akhir Olimpiade Beijing, Cina menjadi juara
dengan mengungguli Amerika Serikat di posisi dua. Namun Negeri Paman
Sam menolak timnya dianggap kalah karena punya jumlah medali lebih banyak.

Perhitungan juara untuk multi-event seperti Olimpiade umumnya memang
dilakukan dengan melihat jumlah medali emas yang dikumpulkan. Dengan
51 emas, 21 perak dan 28 perunggu, tuan rumah jelas jauh mengungguli
AS yang mendapat 36 emas,38 perak dan 36 perunggu.

Namun, publik, dan media AS justru terlihat menolak kalau kontingen
negaranya dianggap kalah. Mereka menilai Michael Phelps dkk adalah
kontingen terbaik karena menjadi pengumpul medali terbanyak dengan
jumlah 110, mengungguli Cina yang total cuma mengumpulkan 100 medali.

"Cina berhasil meraih lebih banyak medali emas dan AS meraih lebih
banyak secara total. Saya yakin setiap negara akan menggunakan cara
yang terbaik untuk mereka (menentukan posisi di Olimpiade). Satu
negara akan berpatokan pada 'medali emas' sementara yang lain
berpedoman pada 'jumlah medali total', dan dengan itulah kami
berpedoman," ungkap Presiden Komite Olimpiade Internasional Jacques
Rogge seperti dikutip Washingtonpos.

Sementara Houston Chronicle mengetengahkan dalih lain kalau AS lah
yang menjadi juara umum di Olimpiade 2008 ini karena mampu meraih
medali emas terbanyak. AS total mendapat 125 emas dibanding Cina yang
cuma mendapat 74, sementara secara keseluruhan AS juga unggul 315
berbanding 186 atas Cina.

Dari mana angka-angka itu didapat? Melonjaknya jumlah medali emas
menurut versi Houston Chronicle terjadi karena AS mendominasi cabang
olahraga beregu, di antaranya seperti bola basket putra dan putri,
voli putra, mendayung putri, voli pantai dan renang estafet. Jadi yang
dihitung adalah jumlah atlet yang mendapat medali emas, bukan jumlah
cabang olahraga yang menjadi juara.

"Jika Anda mau menghitung dengan cara itu, maka akan ada lebih banyak
atlet individu AS membawa pulang medali emas di leher mereka dibanding
negara lain," ungkap Jim Scherr, Presiden Komite Olimpiade AS.

TransWorldNews yang berbasis di Atalanta menilai Cina 'layak' menjadi
juara karena mengikuti lebih banyak cabang olahraga dibanding AS.
"Perolehan medali Cina begitu impresif karena mereka mengikuti 15
cabang olahraga, sementara 34 medali emas yang didapat Amerika datang
dari 14 cabang," tulis mereka.

Selain karena dominasi Cina itu, kegagalan menjadi juara umum juga
terjadi karena ketidakmampuan beberapa atletnya memenuhi target.
Beberapa di antaranya seperti tim softball yang gagal menjadi juara,
Tyson Gay yang bahkan tak lolos final 100 meter serta Daniel Cormer,
kapten tim gulat AS, yang dianggap tumbang memalukan karena dehidrasi
demi menyesuaikan bobot tubuh.

Di lihat dari manapun AS sesungguhnya tak lagi menjadi penguasa
Olimpiade. Jika dibanding Olimpiade Athena empat tahun lalu, prestasi
AS mengalami penurunan, kondisi yang salh satunya disebabkan
melesatnya prestasi beberapa negara di banding beberapa tahun
terakhir. ( din / ian ) 

Kirim email ke