--- In [email protected], "Akhmad Bukhari Saleh" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> 
> Nggak usah sampai bikin buku lah, Tan Lookay. Kalau itu
> sih kayaknya kejauhan panggangnya dari apinya...
> 
> Mulai saja dulu dengan memberanikan diri datang ke acara
> itu. Toh jelas-jelas itu acara terbuka untuk umum. Di-
> posting-kan di milis ini kan artinya mengundang kita semua.
> Lalu sampai di sana, menambah keberaniannya sedikit lagi,
> berbicaralah mengemukakan pendapatnya, sebagaimana
> galaknya yang dikemukakan di sini. Tetapi kalau nyali toh 
> tetap terbatas, ya diperhalus lah...
> 
> Kalau kira-kira untuk datang ke sana saja pun ada
> keterbatasan nyali, minta tuh dianterin dikawal Ul-djie. For
> sure she will only be glad to!
> Kalau pas kebetulan saat itu dia ada acara lain, paling tidak
> saya bisa lah mengawal, kalau cuma ke CSIS aja sih...
> 
> Tapi saya yakin pengawalan itu tidak perlu.
> Sekarang ini Ribka Tjiptaning yang anak PKI saja sudah bisa
> jadi anggota DPR, mosok pendukung Sia-sia Go Tjan
> datang ke CSIS yang sudah macan ompong, ketemu sama
> Harry Tjan yang sudah uzur, koq nggak berani...
> 
> Kalau usul ini kesampaian, dengan demikian diskusi bedah
> buku itu akan jadi ramai dan menarik. Sehingga besoknya
> publikasi di media akan luas.
> Jadi badai tidak cuma di cangkir saja...
> 
> Wasalam.
>

*** Idee yang sangat bagus. Kawan kawan yang berada di Jakarta dan 
ada waktu silakan hadiri pertemuan itu, yang intinya pasti 
bermanfaat. Kalau ingin menanggapi pahlawan pahlawan yang hadir 
disana, pasti sangat ideal, karena bangsa ini memang sering pelupa ha 
ha ha

Selamat menghadiri, dan mohon info disini


Salam

Danardono


Kirim email ke