Sdri Dewi,
Menurut saya tentang prinsip orang tua harus memiliki mantu sesama suku, itu sifatnya hanyalah keinginan orang tua saja. Terpenting adalah sikap anaknya. Selain itu posisi kita sebagai mantu. Jika anak & mantu dapat mandiri (dalam hal keuangan, prinsip, pemikiran, memecahkan masalah) tanpa melibatkan orang tua, orang tua akan segan. Jika anak & mantu tidak bisa mandiri, tentu orang tua akan mendikte anak & mantu. Itu sifat alami yang saya perhatikan pada orang tua kita. Tentang prinsip harus mengutamakan keluarga laki-laki, saya pikir itu merupakan prinsip yang ditanamkan orang tua pada anak laki-laki. Tapi itu semua kembali ke anaknya. Secara alami, saat kita memutuskan untuk menikah tentu kita harus prioritaskan keluarga kita barulah orang tua kita. Ini yang harus kita tanamkan pada orang tua. Kita tidak mungkin bukan membiarkan anak kita yang belum makan terus kita melayani mertua? Atau kita meninggalkan anak kita yang sedang sakit terus kita menemani mertua kemanapun? Lebih baik kita dibenci oleh mertua daripada kita mentelantarkan keluarga kita sendiri. Rgds, Lim Wiss _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Dewi Chandra Sent: Tuesday, November 11, 2008 11:38 AM To: [email protected] Subject: [budaya_tionghua] Pria suku khe Dear all, Rekan 2x, Thanks atas masukannya tentang "pria suku khe" Bagaimana, bila orang tuanya yang punya prinsip seperti itu?(kan agak susah yah mengubah pandangan orang 2x tua)?sampai mendiamkan menantunya ??? Apalagi bila orang tuanya punya pengaruh kuat pada anak laki2xnya, bahwa setelah kawin harus utamkan keluarga pihak co. Dan bagaimana pendapat rekan2x sekalian apa mungkin ini ada hubungannya dengan agama,kebanyakan kan masih ada yang khong hucu (KTP)? Rgds Dewi _____ Nama <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.prom otions.yahoo.com/newdomains/id/> baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain!
