Hehehe  sy kan cuman menunjuk subjek dr diskusi ya kalau mau berdiskusi ttg
carut marutnya indonesia yg kita cintai ini silahkan buka sujek baru  gitu
aja bu.. tp emangnya ada apa sii masa kita ga boleh ngomongin soal pkc ??

Soal nama, kebetulan itu nama yg diberikan orang tua kpd saya yg katanya
atas saran dari apo (nenek), soal karakter mandarin.. hehe ini yg membuat
saya terkadang malu sekali, nama saya masih pake nama tionghua, tp
penggunaan bhs mandarin sama sekali nggak bisa, banyak org yg nanya karakter
tulisannya gimana duh saya nggak tau.. palagi kalau diajak makan hidangan yg
mengandung daging babi dan produk olahannya saya malah nggak doyan sama
sekali. 
Makanya saya ikut milis ini dgn harapan bisa nanya ada yg bantu membuatkan
nya hehehe.. kalau bisa sekalian utk nama tionghua yg baik utk ke2 putra2
saya hehehe.

salam
seng goan

 
-------Original Message-------
 
From: [email protected]
Date: 11/20/08 22:32:08
To: [email protected]
Subject: [budaya_tionghua] Re: Nurani VS Kejahatan PKC - bos felongong mulai
bangkrut
 
Pendapat Mr. Lim Seng Goan ini malah lebih aneh.

Hati nurani PKC saja yang diomongkan? hati nurani siapa yang yang 
jadi standard?

Apa yang dibawa Mr. Lim Wiss sudah benar, kalau rumah sendiri saja 
masih banyak masalah, buat apa berkoar koar soal rumah tetangga?

Omong omong nama anda (Lim Seng Goan) ini unik juga yah? Nama asli? 
Karakter mandarinnya apa?

Hehe

--- In [email protected], "Lim Seng Goan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hehehe.. mengikuti perkembangan diskusi ini memang terlihat bahwa 
sepertinya
> ada kealergian dr sebagian anggota milis ini utk sekedar 
membicarakan atau
> mengkritik pemerintahan PKC, tulisan um kurniawan jelas sekali yg 
dia puja
> adalah kebaikan2 entah itu datangnya dr negara komunis spt cina 
maupun
> negara kapitalis spt amerika, tp tanggapannya malah spt tidak ada 
semangat
> utk berdiskusi.
> Contoh kata2 " 
> Yang saya bingung selama ini, mengapa kejahatan yang dilakukan oleh
> orang-orang di sekeliling kita tidak terlalu digembar-gemborkan 
tetapi
> kejahatan negara orang lain digembar-gemborkan???? (geleng ?geleng 
kepala
> dech)" 
> kata2 tsb jelas tidak nyambung dgn apa yg sedang didiskusikan, ini 
diskusi
> ttg hati nurani vs PKC.. kalau memang mau berdiskusi ttg persoalan 
dlm negri
> yg memang demikian ruwet yaa silahkan bikin subject baru nanti 
biar
> ditanggapi, bukan spt ini dimana sedang membicarakan pkc dan 
perilakunya
> eehh malah membandingkan dgn keadaan di indonesia... hehehe 
kayanya mending
> ga usah diskusi ttg pkc deh..
> 
> 
> salam
> seng goan
> 
> -------Original Message-------
> 
> From: [email protected]
> Date: 11/20/08 18:00:07
> To: [email protected]
> Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Nurani VS Kejahatan PKC - bos 
felongong
> mulai bangkrut
> 
> Sdr. Kurniawan,
> 
> Kita tidak perlu bicara ttg negara orang lain. 
> Coba lihat bagaimana di negara kita, bisa jadi di lingkungan anda.
> 
> Kita bisa lihat di acara investigasi, bagaimana para penjual di 
lingkungan
> kita membuat cendol dgn pewarna textile.
> Belum lagi para pemulung makanan yang mendaur ulang lalu menjual 
makanan tsb
> 
> 
> Jika anda rajin ke pasar, di sana anda akan melihat bagaimana ikan-
ikan yg
> sudah busuk itu dijual dengan harga murah dan ada yang beli.
> Belum lagi sayur-sayur segar yang agak rusak, yang kita buang 
ternyata
> dijual di pasar dan ada yang beli.
> Anda tahu siapa pembeli tsb? Tempat makan. 
> Mereka mengoreng ikan-ikan busuk dan dijual kembali. Sayur yang 
rusak
> dimasak dgn gulai dan dijual kembali.
> 
> Yang saya bingung selama ini, mengapa kejahatan yang dilakukan oleh
> orang-orang di sekeliling kita tidak terlalu digembar-gemborkan 
tetapi
> kejahatan negara orang lain digembar-gemborkan???? (geleng ?geleng 
kepala
> dech)
> 
> Rgds,
> Lim Wiss
> 
> 
> 
> 
> From: [email protected] 
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
> com] On Behalf Of Kurniawan
> Sent: Friday, November 21, 2008 8:40 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Nurani VS Kejahatan PKC - bos 
felongong
> mulai bangkrut
> 
> Sdr. Lim Wiss, Sdr. Hendra, Sdr. Jackson Ang, salam kenal.
> 
> Saya tidak mencela RRC dan memuja negara Barat. Yang saya puja 
adalah
> hal-hal yang baik, apakah itu di RRC atau di negara Barat. Dan hal 
yang saya
> cela adalah hal-hal yang buruk, di RRC, di negara Barat, atau di 
tempat lain
> 
> 
> Dalam konteks topik ini (dan diskusi di milis secara keseluruhan) 
yang saya
> cela adalah pendapat-pendapat yang melihat sesuatu hanya dari kaca 
mata 
> Tiongkok tiada taranya" saja. Banyak hal yang harus dikagumi dari 
negara
> China, tapi bukan berarti akal sehat tidak usah dipakai. Tapi 
mungkin memang
> banyak yang lebih senang minum susu bermelamin asalkan buatan 
China daripada
> minum susu sehat buatan negara lain.
> 
> Ya sudah. Maaf kalau komentar saya sudah mengganggu "mimpi indah"
> rekan-rekan sekalian. Silahkan dilanjutkan tidurnya.
>


 
 

<<BackGrnd.jpg>>

Kirim email ke