He he he, iya lah Zhou-heng, makanya saja juga pakai istilah "cukup taat", 
bukan istilah "taat" saja. Karena memang tidak mungkin secara filmis membuat 
movie, bahkan juga TV serials, yang alur ceritanya taat pada jalan cerita 
sebuah novel, terutama yang panjang.

Saling intrik itu sulit difilmkan, sedangkan saling mesra itu perlu untuk tiap 
film, terutama untuk aspek komersialnya.
Juga menuruti alur cerita tepat sesuai episode jalannya cerita bisa membuat 
film jadi terlalu panjang. Ingat, ini saja sudah ada Red Cliff-1 dan Red 
Cliff-2, suatu hal yang sangat langka untuk movie (bukan tv serials)!

Tetapi dibanding banyak film lainnya, Red Cliff sudah jauh lebih taat cerita. 
Bandingkan saja dengan film-film Sie Djin Koei, Go Houw Tjhong Liong, Pek Hoat 
Mo Lie, misalnya, semua itu jauh, jauh lebih tinggi kadar 
ke-tidak-taat-an-cerita-nya terhadap alur cerita novelnya.
  
Wasalam.

--------------------------------------

  ----- Original Message ----- 
  From: Fy Zhou 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, January 10, 2009 5:34 PM
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Red Cliff 2



  Kalau dikatakan taat ya tidak Pak ABS, banyak improvisasi cerita dari 
sutradara kok. Diantaranya, Gong Ming dan Zhou Yi yang di samkok saling curiga 
dan berintrik disini nampak mesra banget! lantas itu perang Ba Gua mestinya 
bukan terjadi diawal pertempuran Red Cliff. dan masih banyak lagi kok... 




------------------------------------------------------------------------------
  From: Akhmad Bukhari Saleh <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Saturday, January 10, 2009 2:44:40 PM
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Red Cliff 2



  Wah asyik!
  Red Cliff 1 dibuat dengan alur cerita yang cukup taat pada episode ceritanya 
di Sam Kok, tetapi toh enak (dan seru) ditontonnya. Mudah-mudahan sequel-nya 
ini juga begitu.

  Sayangnya sekarang ini kenyataan market Indonesia rupanya menunjukkan sudah 
sangat menurunnya pasar film cina (susah juga nih, bilang "film mandarin" tidak 
pas, bilang "film tiongkok" tidak tepat).
  Sehingga bioskop yang dapat alokasi memutar film cina jaman sekarang ini 
hanya segelintir jumlahnya, singkat jumlah hari tayangnya, dan jauh dari pusat 
kota lokasinya.

  Contoh terakhir, saya kelabakan mencari tempat menonton "Ip Man"-nya Donnie 
Yuen.
  Akhirnya, beli dan putar DVD-nya di rumah saja.
  Padahal film dengan cerita kolosal level-nya cerita yang menyangkut Sam Kok, 
enaknya ditonton di gedung bioskop dengan sistem tata suara yang gemuruh punya, 
bukan di home theater murahan seperti di rumah saya, he he he...

  Wasalam.

  ------------ --------- --------- ----


    ----- Original Message ----- 
    From: Kurniawan 
    To: serial_silat@ yahoogroups. com 
    Cc: budaya_tionghua@ yahoogroups. com 
    Sent: Saturday, January 10, 2009 1:33 PM
    Subject: [budaya_tionghua] Red Cliff 2


    Red Cliff 2 beberapa hari lalu mulai tayang di China dan langsung jadi box 
office. Mungkin minggu-minggu ini tayang di bioskop di Indonesia: 

    http://yule. sohu.com/ s2007/chibi/

    http://ent.sina. com.cn/f/ m/chibi/index. shtml

    Trailer:

    http://www.youtube. com/watch? v=AXDKkw8yzIk





----------------------------------------------------------------------------



    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG - http://www.avg. com 
    Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.10.5/1885 - Release Date: 1/9/2009 
7:59 PM




   


------------------------------------------------------------------------------



  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG - http://www.avg.com 
  Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.10.5/1885 - Release Date: 1/9/2009 
7:59 PM

Kirim email ke