Bisa dicek DNA, katanya dengan cara ini bisa diketahui. Kalau dari tampang muka mungkin tak sulit.Selain itu kalau keturunan tentu tidak ada salahnya.
Kalau mau pakai yang disebut "Mogolian Mark", yaitu tanda biru-biru di belakang atau pantat bayi waktu lahir, maka mungkin sekali 99,9% penduduk di Indonesia berasal dari keturunan Tionghoa. Mongolian Mark ini juga terdapat pada orang Indian di Amerika dari utara sampai selatan. Mungkin saja tanda ini membuktikan teori bahwa penduduk disana asal mulanya berasal dari dataran Tiongkok ----- Original Message ----- From: <[email protected]> To: <[email protected]> Sent: Saturday, January 10, 2009 3:28 AM Subject: Re: [budaya_tionghua] Fw: [AntroKita] Gus Dur Ternyata > Apakah mungkin sosok selevel Gus Dur bisanya hanya "melamun" n "mencari > sensasi" agar mendapat dukungan orang Tionghoa?????? Apa gak terlalu > sempit tuh view-nya? Saya tidak yakin orang selevel Beliau akan melakukan > hal serendah itu.... > > Best Regards > HB > > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: ANDREAS MIHARDJA <[email protected]> > > Date: Fri, 9 Jan 2009 10:25:20 > To: <[email protected]> > Subject: Re: [budaya_tionghua] Fw: [AntroKita] Gus Dur Ternyata > > > Sebelum mengambil keputusan yg kesasar silahkan baca dan pelajari sejarah > negara Champa.==== Ini dapat kalian pelajari dari sejarah negara Vietnam. > Negara Vietnam selatan merupakan tanah aer negara Champa. > Ini negara yg letaknya dibagian utara dari Vietnam selatan Kurang lebih > daerah Danang dan adalah negara yg beragama Hindu - budha dan kemudian > islam. Mereka termasuk suku malayo-polynesia - atau jaman sekarang suku > melayu - campuran antara suku² kepulauan pacific dgn suku India dan suku > Vietnam [DaoViet] Memang yg terachir ada DNA suku Han tetapi suku negara > Champa adalah 100% seperti suku philipine, Malaysia, Muangthai Camboja > Indonesia, etc - suatu suku Melayu-polynesia yg tersendiri dan lain dari > suku² dikeliling mereka. > Negara Champa [Chiêm Thành] yg namanya asal dari Champaka memakai bah. > dialect sanskrit dan merupakan bah. melayu yg paling tua [300thn lebih tua > dari tulisan melayu sumatera] utk berkomunikasi dan kota² terkenal semua > memakai nama seperti Indrapura[=Danang] Vijaja. Amarathi, Kauthara. > Panduranga dsb. > Raja pertama mereka adalah Bhadravarman dlm abad ke 4 dan agama Hindu - > Shiva adalah agama negara. [kurang lebih agama Hindu dipulau > Jawa/Sumatera. Memang negara ini adalah negara vassal dari Tang-dynasty > tetapi mereka tetap merdeka. Negara ini berkembang sekali karena merupakan > spice route utk suku arab dari central Asia- Uzbek, Tajik etc yg melakukan > business dgn negara asia tengara dan China. Dlm abad ke 8 Indravarman yg > mulai memakmurkan negaranya dan dia katanya adalah keturunan Brahma.tetapi > dia yg memasukan mahayana budhism [ budhism yg juga masuk Jawa - > Borobudur] Tetapi ini agama dilupakan lagi dalam abad ke 10 dan mereka > kembali menjadi Hindu. Jaman ini juga islam mulai masuk dari Uzbekistan > dan Champa menjadi 100% islam -Sunni Uzbekistan jaman itu adalah center > agama islam dan Al Qur'an yg ttertua yg masih ditulis dlm bah. arab kuno > disimpan dimuseum mereka. > Putri Champa yg kawin dgn Kertawijaya adalah Darawati dan dia melalui > paman²nya yg memang asal Uzbek membawa wali songo keJawa. Putri ini DNA > chinanya minimal sekali. Dia lebih berDNA suku Uzbek. > Dari cabang mana Gus Dur itu berasal tidak jelas atau mungkin hanya > lamunan dia utk mendapat voting dari suku chinese - indonesia. Jadi > silahkan kalian berpikir dgn logic dan dgn open mind dan jangan dgn > lamunan yg dibikin dari harapan. > > Andreas > > --- On Thu, 1/8/09, yudi yusmili <[email protected]> wrote: > > From: yudi yusmili <[email protected]> > Subject: Re: [budaya_tionghua] Fw: [AntroKita] Gus Dur Ternyata > To: [email protected] > Cc: [email protected] > Date: Thursday, January 8, 2009, 7:49 AM > > > > > > > Salam sejahtera, > Mohon penjelasan kawan-kawan semua. Menurut sejarah siapa suami Putri > Cempa? Prabu Brawijayakah? Kalau suami Putri Cempa bukan Tionghoa, bisakah > nama anak diberi nama mengambil marga ibunya yang Tan? Atau suami Putri > Cempa itu bermarga Tan? > > Salam damai > yudi di banjarmasin > > > --- On Thu, 1/8/09, ini anti <[email protected]> wrote: > > From: ini anti <[email protected]> > Subject: [budaya_tionghua] Fw: [AntroKita] Gus Dur: "Nenek moyang saya > orang tionghoa asli, namanya Putri Cempa.." > To: "budaya tionghoa" <[email protected]> > Date: Thursday, January 8, 2009, 10:18 AM > > > > > > > > > festifal peranakan, > don't miss it. > > ----- Forwarded Message ---- > From: Bintang SOEPOETRO <[email protected]> > To: komunitas historia <[email protected]>; ac-i > <[email protected]>; Iscabus Groups > <[email protected]>; belajar desain <[email protected]>; > AntroKita Milis <[email protected]>; milis antrop > <[email protected]>; MILIS 2003 > <[email protected]>; [email protected]; > [email protected]; > [email protected]; > [email protected]; halo indonesi > <[email protected]>; Rizhka In-Docs <[email protected]>; > Fahfaz Ardiman <[email protected]>; desya akbar > <[email protected]>; Forum Kompas > <[email protected]>; FISIP Milis > <[email protected]>; [email protected]; > Boedhi Hartono <[email protected]>; lightmagz > <[email protected]>; [email protected]; pendidikan network > <[email protected]>; Uci Icu > <[email protected]>; Retno Wawied <[email protected]>; sosiologi budaya > <[email protected]>; Puspita Khairin Nisa > <[email protected]>; vistant <[email protected]>; warga > <[email protected]>; wira wiri <[email protected]>; Windi KOM > <[email protected]> > Sent: Wednesday, January 7, 2009 10:39:37 AM > Subject: [AntroKita] Gus Dur: "Nenek moyang saya orang tionghoa asli, > namanya Putri Cempa.." > > > > > > > > > JAKARTA, RABU - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ternyata > seorang keturunan China tulen. Gus Dur pun bercerita silsilah darah China > mengalir dalam tubuhnya. > > "Saya ini China tulen sebenarnya, tapi ya sudah nyampur lah dengan Arab, > India. Nenek moyang saya orang tionghoa asli, namanya Putri Cempa yang > jadi selir. Lahir di Tiongkok, terus dibawa ke Indonesia dan punya dua > anak," cerita Gus Dur, dalam diskusi "Tionghoa Peranakan sebagai Pelangi > Nusantara", di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Rabu (30/1). > > Masih cerita Gusdur, dua anak Putri Cempa itu bernama Tan Eng Hwan yang > kemudian berganti nama menjadi Raden Fatah. Konon, darah China Gusdur > mengalir dari garis keturunan Raden Fatah ini. Putra kedua dari Putri > Cempa adalah Tan A Hok, yang seorang mantan jenderal dan sempat menjadi > duta besar di Tiongkok. > > Maka tak heran, ketika Mantan Ketua PB NU ini menjadi Presiden, ia > memperjuangkan kebebasan etnis Tionghoa untuk merayakan Imlek dan > mengembangkan budaya mereka. Gusdur membuat beberapa kebijakan yang > membebaskan etnis Tionghoa untuk berekspresi pada tahun 2000. > > "Saya berpegang pada Undang-undang Dasar, dengan memberikan kebebasan > berpikir dan berbicara tanpa pandang bulu," tutur Gus Dur. > > Hingga saat ini, Gusdur masih sering melakukan diskusi dengan > komunitas-komunitas Tionghoa, salah satunya Budi Irawan, seorang Konghucu > yang merupakan keturunan Tionghoa Peranakan. > Artikel asli: http://www.kompas. co.id/read. php?cnt.. .=10&mn=1&idx=1 30 > Januari 2008 > Sumber: http://www.matabumi .com/berita/ gus-dur-ternyata -china-tulen > Gus Dur adalah Tamu Kehormatan dalam Festival Peranakan yang akan dibuka > pada Jum'at, 9 Januari 2009. Pk. 16.00 di Atrium East Mall, Grand > Indonesia. > > > FESTIVAL PERANAKAN > Photo and Ethnography Exhibition > > 9 January – 1 February 2009 > East Mall, Grand Indonesia > > Peranakan: an Indonesian Chinese > Peranakan is a term used for the descendants of the very early Chinese > immigrants to the Southeast Asia region (in Indonesia and Malaysia today > or known as Nusantara) who have partially adopted indigenous (e.g. Malay, > Javanese, Manadonese, etc.) customs as part of an acculturation and/or > intermarriage processes with indigenous communities. Many peranakan > Chinese families have been settled in Indonesia for centuries and have > indigenous as well as Chinese ancestry. That is why the word peranakan is > commonly used to categorize Chinese Indonesians. In both Malay and Bahasa > Indonesia, 'peranakan' means 'descendants' . The Peranakan Chinese number > around 7 million among the total 230 million Indonesians. > This event exhibits 32 Photo Frames of Peranakan Culture and ethnography > objects that related to history, fashion, culinary, daily life, > architecture, and spiritual life. > > Opening Program, 9 January 2008, East Mall Atrium, Grand Indonesia: > 16.00 - "Indonesia Raya" by Bina Vokalia Pranadjaja Vocal > 16.25 - Barong Landung Dance Show > 16.35 - Welcome Speech by Prof Dr S Boedhisantoso (President's Counselor > in Social and Culture) > > Honorary Guest: Abdurrahman "Gus Dur" Wahid > More info: > Ummy: 02132726386, 081311303973, yayasan.fkai@ gmail.com > http://www.facebook .com/event. php?eid=59185155 070&ref=nf > This event is held by cooperation between Grand Indonesia, Forum Kajian > Antropologi Indonesia, Lim & Ong Heritage Consultant, and Paulman > associate. > > > > > > > -- > FORUM KAJIAN ANTROPOLOGI INDONESIA > Jl. Babakan Madang no. 15 Sentul Selatan, Bogor > Telp:021-87951243, 021-70243304, > Fax: 021-87950103 > E-mail: yayasan.fkai@ gmail.com > mylet...@indosat. net.id > > > > > > > ------------------------------------ > > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. > > .: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :. > > .: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. > > .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :. > > Yahoo! Groups Links > > > > ------------------------------------ .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :. .: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
