Ci Ning M. Widjaja,
 
Menurut owe sih bukan. Owe teringat pada cerita ngkong waktu owe kecil dulu. 
Ngkong cerita, dia memperoleh chiamsi 簽詩 berjudul Sam Cong Ci (Chi) Keng (Tong 
Sam Cong Mengambil Kitab) sewaktu thiuchiam 抽簽 (“menarik chiam 簽”) di sebuah 
kelenteng (Kelenteng Ban Tek Ie Banten 萬丹萬德院, kalau tidak salah ingat) ketika 
ia ingin melakukan suatu pekerjaan yang sangat sulit. Chiamsi itu bermakna 
“keberhasilan meraih sesuatu yang luarbiasa sulit,” ibarat Tong Sam Cong dalam 
novel “See Yoe” yang berhasil memperoleh Kitab Suci setelah melalui berbagai 
rintangan dan dan godaan yang hampir merenggut jiwanya.
 
Setelah owe dewasa dan owe pelajari, ternyata chiamsi di beberapa kelenteng ada 
yang mempunyai judul. Judul itu diambil dari kisah-kisah sejarah dan novel yang 
populer di kalangan rakyat sehingga tidak perlu dijelaskan lagi artinya. 
Misalnya, chiamsi Kelenteng Ban Tek Ie no. 12 yang judulnya Hian Tek Cincue Sun 
Kuan Muai 玄德進贅孫權妹 (Xuande jinzhui Sun Quan mei, atau “Lauw Pie Menikah dengan 
Adik Perempuannya Soen Koan”) dan no. 39 Soen Gouw Khong Po Sam Tjong Tjhie 
Keng 孫悟空保三藏取經 (Man. Sun Wukong Bao San Zang qu jing, atau “Sun Gou Khong 
Melindungi Tong Sam Cong Mengambil Kitab Suci”), dll. Jadi, chiamsi no. 39 
ternyata sesuai dengan cerita ngkong ketika owe kecil.
 
Tetapi, tidak tertutup kemungkinan owe salah. Jadi owe mohon petunjuk dari para 
senior yang lebih paham bahasa dan aksara Tionghoa.
 
Kiongchiu,
DK
 
--- In [email protected], "nmwhtt" <[email protected]:
 
Ko David Kwa,
 
Mohon penjelasan, jadi yg dimaksud Sam Cong Ci Keng bukannya 三藏之綦quot; ?
 
Terima kasih sebelumnya.
 
--- In [email protected], "David Kwa" <david_kwa2...@wrote:
 
Sam Cong Ci Keng adalah frasa dalam dialek Hokkian selatan, tepatnya Sam Cong 
Chi Keng 三藏取經" (Man. San Zang qu jing), artinya “Sam Cong atau Tong Sam Cong 
(Man. Tang San Zang 唐三藏) Mengambil Kitab Suci.” 
 
Sam Cong atau Tong Sam Cong yang dimaksud dalam frasa di atas adalah Sam Cong 
Hoatsu 三藏法師 (Man. San Zang Fashi alias Monk Tripitaka) dari Dinasti Tong 唐 
(Man. Tang), yakni gelar yang diberikan kepada Hian Cong 玄奘 (Man. Xuán Zàng), 
seorang bhiksu terkenal dan salah satu tokoh dalam novel terkenal Se Yu Ki 西遊記 
(Xi You Ji atau Ziarah ke Barat atau Pilgrimage to the West) mahakarya Gouw 
Seng In 吳承恩 (Man. Wu Cheng’en). 
 
Tripitaka sebagai kanon Buddhist juga disebut Sam Cong 三藏 (San Zang). Jadi, 
Tripitaka yang dimaksud di sini adalah Kitab Sam Cong, bukan Sam Cong Chi Keng.
 
Kiongchiu,
DK
 
--- In [email protected], raharjo irawan <irawanraharjo@:
 
Semarang, 8-4-2009.
 
Yang benar namanya adalah Goei Thwan Ling, dahulu tinggal di jalan Petudungan. 
Kitab itu tampaknya masih ada di perpustakaan vihara.
 
Salam,
Irawan R
 
--- On Wed, 8/4/09, Ning M. Widjaja <nmwhtt@:
 
From: Ning M. Widjaja <nmwhtt@
Subject: [budaya_tionghua] Kitab Tionghoa Kuno di Vihara Watu Gong Semarang
To: [email protected]
Date: Wednesday, 8 April, 2009, 9:15 AM
 
Saya pagi pengalaman dan mungkin ada yag juga tertarik,
Waktu saya kecil, ingatan saya pernah di ajak ke Semarang di Vihara Watu Gong 
di Semarang. Di sana ternyata milik pribadi dari keluarga mendiang Bhante 
Dhammiko (mendiang Oej Toan Ling), yang sangat luas dan bagus tamannya. Wilayah 
vihara terbelah jalan raya, yg di seberang waktu itu masih tanah kosong 
sekarang jadi Kodam Diponegoro.
 
Saya ingat di ajak ke dalam ruang perpustakaan pribadi beliau dan tertegung 
melihat sebuah lemari tertata rapi buku kuno yang jumlahnya ratusan jilid dalm 
bentuk paperback yang masih dijahit pakai benang. Waktu itu buku sudah 
kelihatan amat kuno tapi terawat baik bersama dengan banyak buku dan kitab lain 
yang juga kuno dan jumlahnya banyak sekali. Maklum mendiang Bhante Dhammiko 
(mendiang Oej Toan Ling) adalah seorang sarjana dan berpendidikan luas.
 
Menjelang wafat beliau melepas kebhikkuannya dan hidup sebagi orang biasa 
selama beberapa tahun sebelum meninggal, setelah beliau meninggal Vihara Watu 
Gong dikelola oleh yayasan Buddhist masyarakat Jateng / Semarang dan mengalami 
berbagai bangunan baru.
 
Kembali ke cerita awal, ketika saya tanyakan ternyata kitab-kitab kuno yang 
banyak itu adalah SAM CONG CI KENG - Tripitaka Tiongkok yang asli cetakan dari 
Tiongkok yang sudah lama jadi koleksi mendiang Bhante Dhammiko (mendiang Oej 
Toan Ling). Mengingat milis ini ttg Kebudayaan Tionghoa- saya rasa relevan saya 
kemukakan disini- siapa tahu ada diantara member yang tertarik dalm hal sastra 
Tiongkok Kuno ini yang pastinya tidak pernah dijamah lagi sejak meninggalnya 
Bhante Dhammiko.
 
Alangkah baiknya bila kita ini bisa dilestarikan sebagai barang peninggalan 
sastra kuno dan dapat dipelajari isinya oleh para ahli sastra Tionghoa.
 
Semoga dapat tanggapan positif.


      

Kirim email ke