Dalam kehidupan yang nyata, apakah semua anak menanggung biaya orang tua,
kakek nenek sama besarnya?

Jujur saja yach setahu saya, orang tua mendidik anak sama adilnya namun
setelah anak menikah timbullah ketidakadilan dalam pembagian biaya.

 

Ada kecenderungan orang tua lebih menekan anak pertama menanggung semua
biaya keluarga.

Bahkan saya menghadapi sendiri saat kita masih kecil, orang tua suka ajak
semua anak untuk berunding namun setelah kita menikah orang tua berusaha
menutupi soal pembagian biaya. Akhirnya kita menjadi tidak akur satu sama
lain akibat ketidak terbukaan orang tua.

 

Jika dikatakan anak tunggal menanggung biaya yang berat di kemudian hari apa
bedanya dengan anak yang banyak tetapi hanya 1 anak yang menanggung semua
biaya dari orang tua hingga kakek neneknya?

 

Secara logis, jika kita memiliki 1 anak tentu penghasilan kita tidak habis
setidaknya kita masih ada tabungan saat kita tua nanti.

Tentu berbeda jika kita memiliki 3 orang anak, bukan?

Belum lagi didikan pada 1 anak, kita lebih fokus tapi berbeda dgn 3 anak
bukan?

Kita sudah sibuk mencari uang, pekerjaan rumah & mendidik anak.

 

Kebijakan 1 anak atau lebih harusnya kembali lagi ke masing2 orang tua
mampukah berlaku secara adil dari anak masih kecil hingga anak menikah
kelak?

Jika orang tua tidak bisa menjawab, lebih baik jangan memiliki anak.
Mengapa?

Karena anak juga manusia, perasaan bisa terluka sehingga tidak peduli pada
orangtua saat tua nanti.

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of keshaandrea
Sent: Tuesday, July 28, 2009 9:23 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [budaya_tionghua] Hanya Satu Anak Ternyata Tak Cukup Lagi di
China

 

  

Kebijakan satu anak akan menjadi masalah kemudian hari bagi si anak sendiri.

Memang di depan, si ayah/ibu akan berasa ringan dengan kebijakan satu anak,
tapi di kemudian hari sang anak akan menanggung biaya:

 1.       Anak istri (keluarga).

2.       Orang tua (saat ortu sudah tidak produktif lagi)

3.       Kakek nenek (yg tentu sudah tidak produktif lagi)

4.       Mertua/keluarga istri (yg jg tidak produktif).

 Bayangkan betapa berat beban anak tunggal tsb?

Jika anak tunggal tsb meninggal dunia, maka habislah tulang punggung
keluarga tsb.

Ini adalah masalah besar, yang jelas bukan kebijakan 1 anak yg harus di
sosialisasikan tapi harusnya keseimbangan punya anak, misalnya pemerintah
mengadakan riset berapa jumlah anak yang harusnya di rekomendasikan kepada
sebuah keluarga.

 



Kirim email ke