Gak jaminan juga.Karena kadang orang uang tinggal di Jakarta malah lebih banyak yang tau dari pada orang tinggal di luar negeri. Yah namanya manusia, kadang ada aja hal kecil yang kita gak perhitungkan atau lupan diperhitungkan padahal sangat prinsipil menurut orang lain. Nah pada saat itulah dianggap gak benar oleh orang lain, bahkan yang ringan mulut dan " suka memaki" ngomong gini : wah bego amat nich orang. Yah kadang kita memang lagi apes....hehehe.
--- On Wed, 6/16/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: Bls: [budaya_tionghua] Re: : PRC -cheap labour ??? To: [email protected] Date: Wednesday, June 16, 2010, 10:54 AM Wah klo itu tdk setau saya ... Hahaha... Pisss Bang Fairuz, sekedar becanda Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: fairuz sadono <fairuzkyodo@ yahoo.com> Sender: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Date: Wed, 16 Jun 2010 21:41:23 +0800 (SGT) To: <budaya_tionghua@ yahoogroups. com> ReplyTo: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Subject: Bls: [budaya_tionghua] Re: : PRC -cheap labour ??? dan setahu saya bang Rene bisa berbahasa Mandarin, sangat fasih karena dia pernah lama tinggal di RRC dan Hong Kong :) Dari: "twa...@yahoo. com" <twa...@yahoo. com> Kepada: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Terkirim: Rab, 16 Juni, 2010 19:57:18 Judul: Re: [budaya_tionghua] Re: : PRC -cheap labour ??? Setau saya, Pak Rene ini sebenarnya termasuk penulis senior di Kompas, terutama utk kolom IT. Apakah ada kemungkinan sampai beliau ini menulis hal yg tanpa di lakukan pengecekan data yg akurat ? Seharusnya beliau ini mengerti konsekwensinya kalau seandainya beliau ini melakukan hal ini :) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: Nasir Tan <hitaci2...@yahoo. com> Sender: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Date: Wed, 16 Jun 2010 04:11:17 -0700 (PDT) To: <budaya_tionghua@ yahoogroups. com> ReplyTo: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: : PRC -cheap labour ??? Iya..sih...makanya saya bilang kalo wartawan ngomong...kadang susah dipercaya. Ini bukan soal profesi atau apa, tapi faktanya sering begitu. Kadang kejjadiannya tidak demikian tapi di blow up. Dalam hal ini wartawannya mungkin juga gak ke PRC,tapi cuma memngambil data sekunder atau data yang tidak up to date trus dijadikan berita. --- On Wed, 6/16/10, zho...@yahoo. com <zho...@yahoo. com> wrote: From: zho...@yahoo. com <zho...@yahoo. com> Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: : PRC -cheap labour ??? To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Date: Wednesday, June 16, 2010, 6:36 AM Menurut saya: penulis kompas yg satu ini kurang bermutu, infonya sering tdk akurat, datanya asal comot, logika berpikirnya tdk runtut. Sama sekali Tdk memberi pencerahan. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: ayen <ayen.oy...@gmail. com> Sender: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Date: Wed, 16 Jun 2010 15:11:30 +0700 To: <budaya_tionghua@ yahoogroups. com> ReplyTo: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: : PRC -cheap labour ??? Buruh China di Tengah Globalisasi KOMPAS, Rabu, 16 Juni 2010 | 04:13 WIB RENE L PATTIRADJAWANE Pertumbuhan ekonomi dan perdagangan China akhirnya terganjal persoalan serius. Upaya China untuk bisa meloncat mencapai bentuk lebih tinggi peradaban modern, melampaui kapitalisme modern melalui modernisasi dan keterbukaan menuju sosialisme ala China, menghadapi tantangan serius dari kaum buruh. Banyak pengamat China yang mulai melihat penutupan pabrik otomotif Honda pekan lalu sebagai pertanda berakhirnya era buruh murah yang tersedia dalam jumlah banyak. Buruh murah dan terampil selama ini menjadi daya pikat bagi investor asing untuk menanamkan modal di berbagai provinsi daratan China. Mogok dan protes di China bukan hal baru. Selama ini tercatat ribuan aksi unjuk rasa berlangsung setiap tahun. Tujuannya antara lain menuntut perbaikan nasib buruh, menolak penggusuran, dan menggugat persoalan sosial lain. Penutupan sementara tiga pabrik Honda, walau sudah pulih pekan ini, sebenarnya merupakan bukti jelas bahwa sosialisme ala China menjadi tidak relevan di tengah integrasi global kapitalis. Revitalisasi sosialisme ala China ternyata tidak berhasil menemukan bentuk idealnya. China mulai masuk ke dalam perangkap logika pasar yang ganas dan ternyata tidak mampu dibengkokkan oleh sosialisme atau sistem yang berorientasi sosial. China sekarang disebut oleh para pengamat terkepung ”pulau-pulau kapitalisme” yang terkonsentrasi di pesisir timur dengan entitas buruh yang selama ini dipersepsikan selalu tersedia dalam jumlah besar dan murah untuk dipekerjakan. Faktor penting yang memicu perubahan lanskap buruh China di era modernisasi dan pembangunan sosialisme adalah meningkatnya jumlah buruh yang bunuh diri di Foxconn, perusahaan manufaktur elektronik dan teknologi informasi. Perusahaan ini menghasilkan komponen untuk Apple, Dell, Sony, Panasonic, dan lainnya. ”Xiaokang” Keresahan di Foxconn menyebabkan manajemen menaikkan gaji para buruh yang memang bekerja secara intensif dengan pembagian kerja setidaknya per 12 jam untuk gelombang yang mendukung ketersediaan pasokan seperti iPad atau iPhone 4 yang dipesan Apple Computers. Kenaikan gaji di Foxconn tergolong tinggi, sekitar 70 persen. Hal ini memicu buruh lain, termasuk di Honda, menuntut hal serupa. Perselisihan perburuhan pun akhirnya menjadi sebuah dilema baru, yang selama ini tidak pernah difokuskan penguasa dan sekarang menjadi tren yang memaksa pabrik-pabrik manufaktur berurusan dengan buruh China. Di masa lalu, Deng Xiaoping menyebutkan akan terbentuk masyarakat xiaokang (kelas menengah) yang fungsional menuju terbentuknya modernisasi China. Namun, hal yang tidak menjadi perhitungan adalah bagaimana mengintegrasikan kehidupan modern dengan pekerjaan yang melulu didasarkan pada mata rantai sistem kapitalisme. Ketika pasar dalam globalisasi mengalami hambatan karena resesi, sistem keuangan yang menggoyang mata uang, dan menurunnya daya beli, pilihan untuk menaikkan upah buruh menjadi elemen yang tidak diinginkan pengusaha karena produk tak terjual. Dan China pun akhirnya akan terjebak dalam pilihan antara sistem produksi dan padat modal atau padat karya. Ada potensi, satu per satu perusahaan akan meninggalkan daratan China seperti yang dulu pernah terjadi di Taiwan dan Jepang 2010/6/15 ANDREAS MIHARDJA <mihar...@pacbell. net> Menurut berita yg saya terima, Sampai kini yg pertama kembali kePRC adalah kapitalist Jaman Republiek yg setelah pendiriannya PRC kabur keluar China. Ini adalah para kapitalist dari Taiwan / Hongkong [ex-mainland] setelah Teng mengundang kembali kapitalist Shanghai dari HK, Taiwan dan Canada dari Du Yuehsheng dan Huang JinRong punya SangHuei [greengang] Utk yg belum tahu : Sun YatSen dan Chiang KaySek - keduanya adalah anggota dari sanghuei ini [QingPang]. Du setelah 1949 kabur keHK Kel dari Du achirnya juga pindah keTaiwan setelah Du YuehSheng meninggal. Huang dgn keluarga ikut pres Chiang ke Taiwan dan Ke USA. [SF/LA] Katanya Deng SiaoPing juga anggota dari Qingpang. Zhang no3 dari Triad boss dari Qingpang tetap tinggal diPRC. Sewaktu pembangunan PRC jaman Deng - kapital dari bank kedua keluarga ini yg membuka business diPRC. Sewaktu itu jikalau sebagai ket. Mainland ingin membuka business diPRC - hubungan dgn ex-Qingpang penting sekali. Ini adalah info yg terachir. Banyak yg kembali kePRC dan mencoba membuka fabrik dgn pengetahuan dari Taiwan - banyak yg gagal banyak yg berhasil. Oleh karena investors ket. Mainland dari luar China bukan scientist tetapi tukang dagang - mereka tidak memerlukan tenaga ahli banyak dan hanya memerlukan tenaga ahli kopy teknik dari luar. Hasilnya PRC adalah sumber cheap labor yg mempergunakan teknology dari luar utk jadi kaya. Baru jaman sekarang Taiwan mulai mencari sarjana utk perusahan mereka yg harus melakukan basic research. PRC masih belum sampai status ini. Andreas From: ardian_c <ardia...@yahoo. co.id> To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Sent: Sun, June 13, 2010 7:59:54 PM Subject: [budaya_tionghua] Re: : PRC -cheap labour ??? yg saya tau seh pemerintah sono lage narik2in yg pada pinter buat balik dgn berbagai fasilitas yg aduhai. Tapi yg ditarik2 yg pinter itu rata2 kalu gak mo dibilang semuanya itu dibidang IPTEK. Sampe dibikin khan badan pemerintah yg ngurusin para huakiaw yg balik utk sumbang IPTEK dgn gaji tinggi, fasilitas terbaik di RRT sono, jg lab buat risetnya. Kalu ngerti inggris, management dsbnya rasa2nya gak dapet prioritas tinggi. Kecuali ilmu yg kita kuasain itu ilmu langka, mungkin kalu bidag IT itu ya jago bikin super computer, kalu management yg canggih kale. Kalu yg biasa2 seh susah. Nah kalu ente ada keahlian bahasa Indonesia or bahasa Swahilli bisa apply jadi pengajar huheheheheheheheheh e --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, Nasir Tan <hitaci2...@. ..> wrote: > > > Halo Bung Zhoufy... > Thank you infonya. > Ini memang erat kaitannya dengan green technology, tetapi mengingat > persaingannya sangat ketat, saya jadi mikir juga....hehehe. . > > --- On Sun, 6/13/10, zho...@... <zho...@...> wrote: > > > From: zho...@... <zho...@...> > Subject: Re: [budaya_tionghua] : PRC -cheap labour ??? > To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com > Date: Sunday, June 13, 2010, 10:30 PM > > >  > > > > Jika ingin berkiprah di RRT, carilah bidang baru. Dengar2 mereka sedang > berambisi menjadi pelopor di bidang green technologi. > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > > From: Nasir Tan <hitaci2...@yahoo. com> > Sender: budaya_tionghua@ yahoogroups. com > Date: Sun, 13 Jun 2010 11:10:33 -0700 (PDT) > To: <budaya_tionghua@ yahoogroups. com> > ReplyTo: budaya_tionghua@ yahoogroups. com > Subject: Re: [budaya_tionghua] : PRC -cheap labour ??? > >  > > > > > > Wah ini berita baru buat saya nich, paling tidak kalau mau pindah ke PRC > kerja harus benar memiliki keahlian tingkat tinggi. Sebenarnya saya ada ide > pengembangan teknologi energi yang dapat diekembangkan bukan hanya di Indo > tapi dimana aja termasuk di PRC. Menurut saya, prospeknya bagus terutama > untuk sebuha negara yang sedang membangun karena teknologi yang saya > kembangkan tidak terlalu bergantung pada impor peralatan. > > --- On Sun, 6/13/10, ANDREAS MIHARDJA <mihar...@pacbell. net> wrote: > > > From: ANDREAS MIHARDJA <mihar...@pacbell. net> > Subject: Re: [budaya_tionghua] : PRC -cheap labour ??? > To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com > Date: Sunday, June 13, 2010, 1:42 PM > > >  > > > > PRC-culture diantara para workers berlainan dgn dilain negara. > > > Pegawai diPRC tidak senang dgn non-samegroup workers. Discriminasi antara > sesama pegawai yg bukan sesama suku atau daerah banyak sekali. Competisi ini > adalah normal terutama jikalau harus bekerja setiap hari yg 100% sama utk bbp > bulan/tahun. Secara psycho ini membikin mereka menjadi psycho-patient. Banyak > pegawai asal keluarga miskin dan kurang pengalaman dgn nonlocal mereka. Semua > non-local adalah fan-kuei! > > > Union pegawai dikuasai oleh pemerintah kommunis dan union pemerintah ini > hanya berupa Yes-men dari pemerintah yg teken kontrak dgn perusahan asing > ini. Berdasarkan ini exploitasi para pegawai adalah out of control. Saya juga > pernah melihat reportage dari chinese TV US mengenai keadaan ini, dan melihat > betapa besarnya tekanan batin utk para pegawai. Para employee diPRC bekerja > 6x12 seminggu adalah standard - overtime tidak dikenal meskipun ada labour > law. Tujuan utama pemerintah central adalah bikin foreign currency dan para > worker harus berkorban demi negara melalui union pegawai. -pengorbanan sesuai > dgn 3 gorges project, Beijing olympic atau Shanghai expo dimana jutaan > dipaksa pindah rumah. > > > Sarjana yg mendapat pendidikan diluar PRC sulit utk menetap diPRC. Kalau > WN-PRC mereka harus mendapat penghasilan sama seperti locals yg hanya 20-25% > dari nonPRC chinese. Non PRC chinese meskipun lahir diPRC tetapi pakai paspor > non PRC - tidak boleh menetap dan harus memperpanjang izinkerja mereka setiap > 6 bulan kalau bekerja utk perusahan PRC dan setiap tahun kalau bekerja utk > non-PRC company. > > > Anak saya harus bekerja dgn banyak PRC- postgraduate  [mereka yg PhD keatas] > Saya sendiri dulu bekerja dgn banyak sarjana asal PRC begitupun isteri saya > dgn banyak MD dari PRC. Kita dpt berkom dlm bah. mereka incl. bah daerah > mereka - jadi antara kita tidak ada rahasia ethnicity atau daerah. > Banyak kenalan dan keluarga saya kelahiran PRC mencoba kembali - semua keluar > karena discriminasi, isolasi dan UU negara. > > > Kenapa keadaan ini dpt tercipta - simple sekali.  Jumlah sarjana yg lulus > dari college made in China sudah jutaan sekarang dan pasaran sudah penuh. > Priority yg dulu diberikan kepada anak orang berpangkat [partij] atau beruang > sudah hilang banyak. Post graduate yg lulus dari US/EU jikalau ingin kembali > harus ada "sponsor" utk mendapat kedudukan sebagai professor disalah satu > universitas yg terkenal. Jadi selain penghasilan hanya 25% dari sebelumnya > juga harus punya connectie. > > > Discriminasi diPRC --- jikalau termasuk suku Han --- dilakukan berdasarkan > slang [bah. daerah] Bah daerah saja tidak berguna - harus sesuai dgn jaman > karena itu saya pakai istilah slang [bah.gaul] -- Saya ada kenalan asal > Shanghai yg setiap thn kirim anaknya kembali ke Shanghai hanya utk > mempertahankan bah. gaul Shanghai. Ini juga dipergunakan utk mereka yg asal > Wuhan atau Liaoning atau lain daerah. Yg asal dari Quangdong masih tidak > terlalu "iri" hati sebab banyak diantara mereka yg hidup diluar Quangdong dan > kemudian kembali utk menetap. > > > Dgn info ini silahkan kalian analisa sendiri keadaan diPRC jaman sekarang. > > > Andreas > > > > > From: Nasir Tan <hitaci2...@yahoo. com> > To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com > Sent: Sun, June 13, 2010 4:36:31 AM > Subject: Re: [budaya_tionghua] : PRC -cheap labour ??? > > > > > > > > > Aihhhhh..... masa sih? Kalo cuma sesuap nasi aja harus banting tulang seperti > itu? Mmmm..bukannya sekarang ini PRC ( People Republic of China ) dah jadi > negara maju..?? Lapangan kerja dah banyak, bahkan saya dengar2 banyak sarjana > PRC yang tadinya bekerja di lur negeri, sekrang mereka dah pulang ke PRC > lagi bekerja dis PRC karena dibtuhkan oleh negara. >  >  > Nasir Tan > > > --- On Sat, 6/12/10, Cristine Mandasari <cristine_mandasari@ yahoo.com> wrote: > > > From: Cristine Mandasari <cristine_mandasari@ yahoo.com> > Subject: [budaya_tionghua] : PRC -cheap labour ??? > To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com > Date: Saturday, June 12, 2010, 1:48 PM > > >  > > > > > > selamat pagi semuanya.. > kebetulan sy pernah berbicara ttg masalah ini dgn tmn sy yg asli cina daratan. > permasalahan yg terjadi di cina hampir sama dgn di indonesia: > sedikitnya lapangan kerja dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja.. > karenanya banyak orang yg mau bekerja menjadi buruh dgn gaji rendah. > bahkan, tak jarang para sarjana pun terpaksa menekuni profesi tersebut untuk > mendapatkan sesuap nasi.. > mungkin ada saudara yg mau menambahkan? > > salam sejahtera > ------------ --------- --------- ------ .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Website global http://www.budaya- tionghoa. net :. .: Pertanyaan? Ajukan di http://groups. yahoo.com/ group/budaya_ tionghua :. .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg. wordpress. com :. Yahoo! Groups Links -- Sudiyanti (Ayen) Advocacy Division Trade Union Rights Centre Jalan Mesjid III No.1 Pejompongan, Jakarta 10210 Telp. 62 21 5703929 Fax. 62 21 5708912 [email protected]. id
