Anda ini semakin ngaco saja ..

Coba anda tulis kisah anda sendiri bagaimana? Bagaimana ayah anda, apakah
type suka menikah berkali-kali?

Bagaimana perasaan anda sebagai anak mengalami kejadian tsb.

 

Kisah ke empat merupakan kisah nyata saya sendiri. 

Saya mengalami bagaimana perasaan ayah saya menikah berkali-kali.

Apa yg anda ketahui?

 

Makanya saya berani menulis apa positifnya dari poligami! 

Jika anda merasa ada sisi positif tolong tulis.

 

Rgds,

Lim Wiss

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Leon Agustian
Sent: Monday, June 21, 2010 11:48 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Laki vs Perempuan Sama Ajah Tah? (Was:
tanya tradisi)

 

  

Wah kembali anda hanya menunjukkan apa kata hati anda saja tanpa
mempertimbangkan keadaan sekeliling anda. Saya tersinggung?! Untuk apa saya
tersinggung?? Di sini saja anda menunjukkan perilaku anda yang sembarangan
menuduh !!! Ini contoh nyata, tidak perlu saya cerita panjang lebar.

 

Jika anda ingin orang lain merenungkan perkataan anda, cobalah dimulai
dengan anda merenungkan perkataan orang lain, jangan langsung menuduh!

 

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Lim Wiss
Sent: Monday, June 21, 2010 11:33 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Laki vs Perempuan Sama Ajah Tah? (Was:
tanya tradisi)

 

  

Wah ada yang marah rupanya. Apa karena tulisan saya mengenai perasaan anda
sebagai laki-laki?

Jika anda pernah melihat sisi positif dari poligami coba tunjukkan !! Jangan
cuma bisa tersinggung.

 

Dari semua kehidupan di sekeliling saya poligami tidak memiliki sisi positif
kecuali bagi kalian para laki-laki mampu menaklukan para wanita.

Laki-laki bangga dengan semakin banyaknya wanita yang ditaklukan.
Menunjukkan bahwa laki-laki mampu dengan harta berlimpah menguasai para
wanita. Sungguh kasihan manusia seperti ini. 

 

Rgds,

Lim Wiss

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Leon Agustian
Sent: Monday, June 21, 2010 11:18 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Laki vs Perempuan Sama Ajah Tah? (Was:
tanya tradisi)

 

  

Bung Lim Wiss, anda selalu menekankan bahwa anak laki2 dari istri kedua atau
ketiga tidak berguna, bikin habis harta ortu.

Pernahkah anda meilihat atau mendengar anak laki2 dari istri kedua atau
ketiga atau keberapalah yang berhasil dan justru menghidupi keluarga
besarnya?

 

So, please jangan menggiring opini public kearah negatifnya aje, klo anda
ingin orang lain merenung, berikan opini baik & jeleknya secara seimbang,
ini baru adil …… 

 

Kasihan 小老婆 ……

 

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Lim Wiss
Sent: Monday, June 21, 2010 10:34 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Laki vs Perempuan Sama Ajah Tah? (Was:
tanya tradisi)

 

  

Angkat anak sich boleh boleh aja tetapi kita harus ukur kemampuan kita
secara ekonomi.

Jangan memaksakan diri hanya karena tidak anak laki-laki. Kadang apa yg
sudah diatur dalam hidup itu merupakan yang terbaik.

Coba dech kita renungkan selama hidup ini apakah sudah terbaik yang kita
dapati?

 

Ada lagi cerita dimana pasangan menikah bertahun-tahun tidak memiliki
keturunan akhirnya angkat anak laki-laki dari keluarga pribumi.

Setelah 2 thn kemudian pasangan tsb memiliki 1 anak laki-laki. Anak angkat
tsb berbakti pada famili saya, ia yang hidupi orang tua angkat. 

Sedangkan anak laki-laki sendiri pengangguran, bahkan pernah masuk penjara
karena merampok rumah orang & membunuh 1 orang. Bapaknya akhirnya meninggal.
Tragis memang.

 

Kalau saya pikir-pikir seharusnya famili saya cukup 1 anak yaitu anak angkat
laki-laki tetapi itulah manusia tidak pernah merasa puas.

Berusaha berusaha akhirnya memang famili saya dapat anak laki-laki tetapi
tidak berguna.

 

Rgds,

Lim Wiss

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of ardian_c
Sent: Monday, June 21, 2010 10:00 AM
To: [email protected]
Subject: [budaya_tionghua] Re: Laki vs Perempuan Sama Ajah Tah? (Was: tanya
tradisi)

 

  

bener cici, ya makanya kalu saya bilang kalu pengen anak laki tapi gak dapet
ya angkat anak aja , itung2 bantu org yg susah.
getu aje kale ya ?
setuju gak ci ?

--- In budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com, "Lim Wiss" <lim.w...@...> wrote:
>
> Kadang manusia itu memiliki sifat tidak puas.
> 
> Jika istrinya hamil, melahirkan anak seharusnya berterima kasih pada Tian
> karena dikasih keturunan walau dikasih anak perempuan.
> 
> 
> 
> Coba lihat ada pasangan bertahun-tahun menikah tidak memiliki keturunan.
> 
> Jika memiliki anak laki-laki ternyata anak laki-laki suka main
> cewek,judi,mabok,pengganguran atau hanya menghabiskan harta orang tua.
> 
> 
> 
> Ada beberapa kejadian, silakan kalian berpikir sendiri.
> 
> Apakah kita melawan kehendak Tian atau tidak.
> 
> 
> 
> 1. Ada suami memiliki 2 istri, istri tua pintar masak dan memiliki 2
> anak perempuan. Akhirnya suami mencari istri muda, istri kedua tidak
> memiliki keturunan lalu suami mencari istri lagi. Tenyata istri ketiga
janda
> memiliki 1 anak laki-laki & 1 anak perempuan. Masalah akhinya timbul
dimana
> istri ketiga berhasil semua harta suami dialihkan menjadi miliknya. Bahkan
> istri ketiga berhutang banyak hingga suatu hari istri ketiga menghilang
> beserta anaknya. Saat suami pulang,pihak bank datang menagih hutang,
> rumahnya disita bank bahkan ia ditangkap oleh polisi karena hutang tidak
> bisa dilunasi.
> 
> Sebulan kemudian istri pertama sakit,ia cerita semua kejadian di gereja
> tempat nenek saya. Akhirnya 3 minggu yg lalu,istri pertama meninggal di
> rumah sakit. Suaminya datang disertai polisi. Terus terang saya melihat
> kejadian ini banyak terjadi di kehidupan nyata,dimana suami mencari istri
> atau wanita simpanan atau wanita lain hanya dengan dalih tidak memiliki
anak
> laki-laki. Menurut saya laki - laki ini ibarat tengah mengali lubang
kuburan
> bagi dirinya sendiri celakanya lubang kuburan juga menyeret anak -
anaknya.
> 
> 
> 
> 2. Ini cerita tetangga saya, ia memiliki 2 anak perempuan akhirnya
> mencoba anak laki-laki ternyata berhasil. Tetapi saat umur 4 tahun anak
> laki-laki tsb meninggal.
> 
> 
> 
> 3. Ini cerita tentang teman sekolah saya, ia memiliki 3 kakak
> perempuan. Semua saudara termasuk dirinya pintar saat di sekolah,rangking
> pertama dan dapat beasiswa. Terakhir saya dengar dari cerita teman sekolah
> yg lain, kakak perempuan semuanya berhasil kecuali teman saya sendiri. Ia
> hanya menjadi guru TK. Saya tidak percaya bagaimana mungkin orang yg dpt
> beasiswa setiap tahun, lulusan arsitek berakhir menjadi guru TK. Tapi
itulah
> hidup.
> 
> 
> 
> 4. Ada suami menikah hingga 3 kali, istri pertama 3 anak perempuan,
> istri kedua 1 anak perempuan, lalu istri ketiga 4 anak perempuan 2 anak
> laki-laki tetapi 
> 
> suami tersebut suka main cewek juga akhirnya ia bawa anak laki-laki
> minta istri ketiga besarkan. Suami tsb berakhir dengan meninggal karena
> serangan 
> 
> jantung. Sebelum suami tsb meninggal ia tahu bahwa apa yg dilakukan
> salah, ia minta maaf sebanyak 2 kali pada anak tertua perempuan. 
> 
> Saya melihat semua anaknya tidak ada yg bahagia,bagaimanapun bahagia
> dgn bapak yg suka menikah & main cewek?
> 
> Setiap anak bahagia dengan keluarga hanya terdiri dari 1 ibu & 1 ayah.
> Itulah yg tidak kalian pikirkan bagaimana perasaan anak terhadap kalian?
> 
> Akhirya anak memberontak melihat kelakuan orang tua. Pikirnya
> "Janganlah sok nasehati coba intropeksi diri sudah benar / belum ?"
> 
> 
> 
> Jika anak tidak berbakti,tidak berguna cobalah kita intropeksi diri
> sudahkah kita menjadi orang tua yang benar di mata anak kita sendiri.
> 
> Anak akan respek pada orang tua dengan melihat kelakuan daripada kita
> marah - marah, memukul tetapi kelakuan kita sebagai orang tua tidak benar.
> 
> 
> 
> Rgds,
> 
> Lim Wiss
> 
> _____ 
> 
> From: budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
> [mailto:budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com] On Behalf Of Nasir Tan
> Sent: Sunday, June 20, 2010 4:36 AM
> To: budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Laki vs Perempuan Sama Ajah Tah? (Was:
tanya
> tradisi)
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Mmm...tetap ada bedanya donk antara perempuan dan laki. Tapi kalau memang
> "nasib" hanya dapat anak perempuan yah gak papa. Anak perempuan juga
banyak
> kelebihannya dibanding anak laki antara lain bisa merawat orang tua kalau
> sakit, memasak dan lain-lain pekerjaan rumah tangga kalau mama
berhalangan.
> Yah anak laki juga bisa..tapi gak sebaik anak perempuan. Yang penting kan
> bisa dididik sehingga menjadi anak yang baik dan benar. Yang ideal adalah
> kalau separuh anak laki dan separuhnya lagi anak perempuan. Teman saya,
> punya anak tiga orang cowok semua dan hampir tiap hari berkelahi...jadinya
> pusing sendiri. Belum lagi suaminya yang suka minum...yah udah makin kacau
> deh. Memang bagus karena ketiga2nya bisa meneruskan marga..tapi karena
belum
> apa dah pusing yah akhirnya kan susah sendiri.
> 
> 
> 
> 
> --- On Sat, 6/19/10, Ophoeng <opho...@...> wrote:
> 
> 
> From: Ophoeng <opho...@...>
> Subject: [budaya_tionghua] Laki vs Perempuan Sama Ajah Tah? (Was: tanya
> tradisi)
> To: budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
> Date: Saturday, June 19, 2010, 3:55 PM
> 
> 
> 
> Bung Ardian C dan TTM semuah,
> 
> Hai, apakabar? Sudah makan?
> 
> Ikutan nimbrung barang sepatah dua ya...
> 
> Saya cuma mau kasih sedikit komentar ttg 'laki perempuan sama sajah'.
Karena
> pernyataan ini mengingatkan saya kepada satu teman saya yang waktu itu
> berturut-turut isterinya melahirkan 5 anak perempuan semua.
> 
> Waktu itu, teman saya bilang: benar. Ibarat kata matahari dan bulan itu
> sama-sama bersinar. Tapi, bagaimana pun juga, sinarnya tetap beda. Masak
toh
> sinar matahari bisa disamakan terangnya dengan sinar rembulan?
> 
> Maka, teman saya berusaha untuk mendapatkan satu lagi anak, dengan harapan
> anak ke-6 adalah seorang 'matahari'. Dan, usahanya tidaklah sia-sia, dia
> mendapatkan anak lelaki akhirnya.
> 
> Jadi, jangan putus asa-lar. Kalau belum punya anak lelaki, ya teruslah
> berusaha, berdoa dan berikhtiar. Siapa tahu pada anak berikutnya, anda
bisa
> mendapatkan anak lelaki. Terlepas soal penerusan sne ('marga' kayaknya
> kurang pas disebut sebagai pengalihbasa untuk 'sne' ya) atau mesti
> mendapatkannya dari 'selir'.
> 
> Hehehe........try harder-lar!
> 
> Salam makan enak dan sehat,
> Ophoeng - KL
> 
> --- In budaya_tionghua@
> <http://us.mc1103.
<http://us.mc1103.mail.yahoo.com/mc/compose?to=budaya_tionghua%40yahoogroups
> mail.yahoo.com/mc/compose?to=budaya_tionghua%40yahoogroups
> .com> yahoogroups.com, "ardian_c" <ardian_c@> wrote:
> 
> -------dipotong--------
> 
> laki perempuan sama aja, yg penting die berbaktilah, tapi tetep banyak jg
yg
> mau anak laki , bisa dari bininya or lakinya.
> 
> kalu marga ya buat terusin keluarga besarnya itular.
> kalu gak ada anak laki, ya pungut anak, or bilang ame mantu laki, nti lu
> ikut marga gua or cucunya jadi marga gw hehehehehehe
> getu aje kok repot seh.
>



Kirim email ke