Tulisan abah husni bagus nih...
 
----- Original Message -----
From: Moch Husni
Sent: Monday, October 02, 2006 4:40 PM
Subject: Re: [Diskusi HRD Forum] Topik: Traits (competency) Bisakah diTraining?

Hallo Abah Rama & Cak Sun dan rekan semua.
 
Menarik memang tanggapan Abah Rama atas rancangan bahasan pelatihan.   Begitu juga pemikiran singkat Cak Sun nya.  Mungkin ada yang bisa mempertegas kedudukan masing-masing pengertian supaya kita tidak simpang siur dalam membangun pemahamannya.
 
Dari sudut pandang lain, kaidah pengembangan sumber daya manusia terdiri dari :
 
Pengetahuan                x    Keterampilan                          =   Kemampuan
Sikap                            x    Situasi/Obyek/persoalan        =   Kemauan / motivasi
Kemampuan                x    Kemauan                                =   Prestasi Individu
Prestasi Individu            x   Sarana Bagian                        =   Prestasi bagian
Prestasi bagian            x    Prestasi Bagian                       =  Prestasi Perusahaan/Organisasi
 
Banyak hal bisa diurai dari kaidah diatas.  Sementara itu untuk meningkatkan efektivitas pelatihan, bisa kita ikuti tingkat kematangan seseorang belajar.  Tingkat kematangan orang belajar banyak melibatkan apa yang kita kenal dengan sebuatan penghayatan. Pelibatan penghayatan dalam proses belajar perlu dijadikan pegangan dalam penetapan metode belajar.
 
Pelatihan untuk meningkatkan potensi ? kelihatannya sulit.  Tapi kita dapat melaksanakan pelatihan yang ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi diri.   Dalam hal ini proses berpikir yang diawali dari pengaraha perhatian sampai dengan ke problem soving decision making, dapat dijadikan sebagai bentuk keterampilan, yang perlu latihan dalam pengembangannya.
 
Cuma sekedar menambah (keruwetan?)
moch. husni
0818 82 1982
 
----- Original Message -----
From: Sunawan
Sent: Monday, October 02, 2006 2:25 PM
Subject: Re: [Diskusi HRD Forum] Topik: Traits (competency) Bisakah diTraining?

Apakah ini artinya kita adakan training utk mengubah trait/trait ini akan banyak membuang energi dan biaya? bila tesisnya adalah trait udah dari sononya, dan kita hanya bisa mentrainingnya hanya utk keperluan penajaman atau pengasahan atau penggalian terhadapnya.
 
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, October 02, 2006 9:11 AM
Subject: RE: [Diskusi HRD Forum] Topik: Traits (competency) Bisakah diTraining?

Can Sun ysh,
kebimbangan tentang ini sudah lama ada kalau melihat do'a Serenity yang beken dibawah ini.
===================================================
SERENITY PRAYER
" God, grant me
Serenity to accept the things I cannot change
Courage to change the things I can and
Wisdom to know the difference " 
===================================================
Bahkan konon rekan rekan di psikologi juga sudah 200 tahun berlangsung perbedaan perdapat antara Nature dan Nurture.
Contoh yang disampaikan rekan Bambang Kusdianto, merupakan ungkapan dari kubu "nurture" dan mereka yang bergerak didalam bisnis  "Self Improvement" yang menurut Martin Seligman dalam bukunya "What you can change and what you can't" ,menyatakan bahwa orang orang Amerika menghabiskan puluhan milyar Dollar dalam bisnis "self improvement" walaupun pada kenyataannya hasilnya sangat mengecewakan.
Kalau kita boleh jujur, kita juga tahu bahwa pelatihan pelatihan yang tujuannya untuk mengubah "trait" seseorang boleh dikatakan prosentasi keberhasilannya "sangat amat kecil", bahkan pelatihan sekelas "Asia Works" pun  mengakui kalau manusia itu seperti " bandul" yang akan kembali ke "kebiasaan" aslinya setelah beberapa bulan "berubah" sehingga untuk itu dibutuhkan "buddy system" dan inipun hasilnya tidak cukup menggembirakan...
 
Dalam usaha mengubah manusia inilah, ada peluang untuk mengubahnya melalui "Behaviour" maupun "Habits", karena konon rumusnya Behaviour adalah B = f x P x E.
dalam hal mana karena P adalah Traits yang sangat sulit atau tidak bisa berubah, maka untuk mengubah Behaviour, yang diubah adalah E (Environment) nya  yang sangat dipengaruhi oleh "Values".
Contoh hangat yang memperlihatkan perubahan ini misalnya:
seorang supir bis kota yang ugal ugalan, akan menjadi tenang dan santun ketika dia menjadi supir TransJakarta (Busway) dan ini terjadi karena adanya perubahan vakues dari "ngejar setoran" menjadi "fixed income".
 
Habits juga demikian, karena Habits adalah hasil "perubahan behaviour" yang " berulang ulang dan terus menerus" yang disebabkan adanya perubahan "Environment".
Walaupun demikian saat ini masih ada kontroversi tentang Habits yang menurut Steven Covey merupakan "second nature" (artinya bisa berubah) sedangkan menurut Gallup merupakan "fisrt nature" (artinya tidak bisa berubah).
 
YANG BILANG BISA BERUBAH:
-Behaviorist sudah lama mengatakan kalau segala sesuatunya bisa berubah
-Psychoanalyst, masih mengklaim kalau semua personality traits bisa di "otak atik"
-Marxist kiri menggunakan "Politically correct"
-Self-help industry ikut menambahkan suaranya agar bisnis pelatihan berkembang dengan baik
YANG BILANG TIDAK BISA BERUBAH:
-perusahaan farmasi
-biologist
-biological psychiatry
-sayap kanan
bilang kalau kita dipenjara oleh Gen, sehingga pada dasarnya tidak bisa berubah
 
Saya sendiri setelah belajar dan kemudian mengajar The Seven Habits belasan tahun yang lalu , ternyata ada beberapa habits saya yang tidak bisa berubah yaitu Habit ketiga (put First thing First, yang terkait dengan bakat Discipline) dan Habit kelima (Seek first to Understand & then to be understood yang terkait dengan bakat Emphaty) , sedangkan habit habit lainnya memang sudah "inherent" berada didalam tubuh saya seperti habit kedua (begin with yhe end in Mind karena salah satu bakat dominan saya Connectedness), habit ke empat (Think Win Win karena bakat dominan saya yang lainnya adalah Harmony).
Dengan begitu saya cenderung ikut fahamnya Gallup yang menyatakan kalau Bakat (yang terbentuk 60 hari sebelum dilahirkan sampai sekitar 15 tahun) tidak bisa diajarkan.
Kalau demikian maka beberapa Soft Competencies yang merupakan Bakat, "juga untrainable"
 
Tentunya bagi para Training Provider (bukan cuma di Indonesia loh!),hal ini merupakan tantangan yang sangat besar karena memang sebaiknya Training yang diberikan seharusnya  "applicable" dan bisa meningkatkan kinerja individu maupun organisasi bukan sekedar menambah knowledge dan meningkatkan skill yang tidak bisa meningkatkan kinerja. 
Kalau bisa sih berikan pelatihan pada mereka yang memang berbakat sesuai dengan materi pelatihannya sehingga hasilnya akan maksimal dan belakangan ini untuk pelatihan "entrepreneurship" , kami (saya bersama-sama dengan LP2ES Daarut Tauhid), menerapkan konsep "memilih mereka yang berbakat Entrepreneur dan melatihnya" dan hasilnya "sangat menggembirakan".
salam sukses
Abah Rama

__._,_.___

To subscribe e-mail to: [EMAIL PROTECTED]






SPONSORED LINKS
Indonesia phone card Indonesia tour Indonesia travel
Indonesia flower Indonesia diving

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke