ini bagus buat materi customer service dan service strategy...
 
----- Original Message -----
From: Sumardy Ma
Sent: Monday, October 09, 2006 11:40 AM
Subject: [marketing-club] MARKOTE 091006 - Customer Satisfaction vs Customer Expectation

Salam Marketer

MARKOTE - Marketing of The Week
October 09, 2006
An Exclusive Gift from marketing-club

> "Customer Satisfaction VS Customer Expectation"

Article Written by:
tomi_syavitra@mars-e.com

> Judul yang dilontarkan Bapak Ronald pada milist
> beberapa hari yang lalu ini
> menggelitik hati saya untuk mencoba menuliskan
> sedikit apa yang saya ketahui
> tentang customer satisfaction.
>
>
>
> Judul ini mengingatkan saya pada kejadian 1 hari
> yang lalu, ketika kita tim
> MARS mempresentasikan hasil temuan studi tentang
> Customer Satisfaction
> kepada klien kami sebuah perusahaan asuransi umum.
> Pada presentasi kali ini
> seperti biasa, penampilan indeks kepuasan pelanggan,
> dst nya lah. Tetapi
> yang menjadi menarik adalah pertanyaan dari Dirut
> perusahaan tersebut...
> (Lebih kurang pertanyaannya seperti ini)
>
>
>
> " Tahun lalu kami indeks kepuasan produk kami secara
> keseluruhan kok menurun
> ya dari tahun kemaren, padahal dari hasil temuan
> tahun kemaren, kami telah
> buat improvement berdasarkan kebutuhan pelanggan,
> kok bisa ya?"
>
>
>
> Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan coba bahas
> dari konsep Kepuasan.
>
> Konsep dasar dari kepuasan adalah gap yang terjadi
> antara Performance dan
> Expectation, dengan keadaan dimana;
>
> 1. Performance > Expectation artinya konsumen
> merasa "Delighted"
>
> 2. Performance = Expectation artinya konsumen
> merasa "Satisfied"
>
> 3. Performance < Expectation artinya konsumen
> merasa "Un-satisfied"
>
>
>
> Selanjutnya konsep ini kita kembangkan ke dalam 9
> cell quadran analysis atau
> bisa kita sebut service improvement analysis. Pada
> analisis ini, 'need'nya
> dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu basic need,
> performance need, dan
> exciting need. Dimana;
>
>
>
> Basic Need Merupakan kebutuhan yang
> mesti disediakan.
> Ketiadaan pemenuhan kebutuhan ini akan membuat
> konsumen tidak puas, tetapi
> keberadaannya tidak membuat konsumen puas.
>
> Kalo Research Director ku suka memberikan contoh
> dengan hal berikut: Kita
> ibaratkan kita ke rumah makan, nah yang menjadi
> basic need kita adalah Nasi
> nya. Karena kita ke rumah makan tentu ingin makan,
> dan bagi orang Indonesia,
> makan itu harus pake nasi.
>
>
>
> Performance Need Kebutuhan ini termasuk
> kebutuhan yang masuk ke dalam
> hierarchy ini merupakan bentuk-bentuk kebutuhan yang
> ketika diberikan akan
> membuat konsumen puas, sebaliknya jika tidak
> diberikan membuat konsumen
> tidak puas. Contohnya lauk pauk di rumah makan.
>
>
>
> Exciting Need Kebalikan dengan Basic
> Need, Exciting need ini
> adalah bentuk-bentuk kebutuhan yang apabila tidak
> diberikan tidak akan
> membuat konsumen kecewa, sementara kalau diberikan
> membuat puas. Contohnya
> kerupuk, or pisang untuk makanan pencuci mulut
>
> Selanjutnya 'Need' ini dapat saya gambarkan sebagai
> berikut;
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Dari gambar ini dapat dijelaskan bahwa, jika;
>
> 1. Pada kuadran 1, Basic Need < Expectation akan
> membuat konsumen tidak
> puas, sehingga kebutuhan ini lah yang menjadi
> prioritas untuk pertama kali
> ditingkatkan performancenya sehingga tercapai
> expectation yang diinginkan
> konsumen.
> 2. Pada kuadran 2, Performance Need < Expectation
> juga akan membuat
> konsumen tidak puas. Kebutuhan ini yang menjadi
> prioritas kedua untuk di
> tingkatkan performancenya, sehingga Performance Need
> = Expectation Need.
> 3. Pada kuadran 3, Exciting Need < Expectation,
> untuk lebih
> meningkatkan kepuasan konsumen, kebutuhan ini juga
> menjadi prioritas ketiga
> untuk ditingkatkan.
> 4. Pada kuadran 5, Performance Need = Expectation.
> konsumen sudah puas
> pada level ini, tetapi jika ingin membuat konsumen
> menjadi loyal perlu
> ditingkatkan performancenya sehingga Performance
> Need = Over Expectation
> 5. Pada kuadran 6, Exciting Need = Expectation,
> konsumen sudah puas dan
> sangat puas pada level ini, tetapi jika ingin
> membuat konsumen tetap loyal,
> perlu ditingkatkan performance, sehingga Exciting
> Need = Over Expectation.
>
>
>
> Kembali ke pertanyaan tadi, jawabannya adalah
> sebenarnya bukanlah terjadi
> penurunan kepuasan secara real tetapi yang terjadi
> adalah peningkatan
> kebutuhan oleh konsumen.
>
> Pada saat tahun lalu melakukan survey bisa jadi
> kebutuhan terhadap kebutuhan
> X berada pada exciting need, dan bisa jadi
> perusahaan berusaha memenuhi
> kebutuhan konsumen tanpa melihat letak dari
> kebutuhan tersebut, apakah
> kebutuhan tersebut basic, performance, exciting
> need, padahal bisa jadi
> tahun ini kebutuhan tersebut oleh konsumen telah
> menjadi performance need
> atau malahan telah menjadi basic need.
>
> Jika kita tidak melihat letak dari kebutuhan
> tersebut, mungkin saja terjadi,
> kebutuhan yang kita berusaha penuhi, malahan,
> mungkin dengan investasi yang
> besar, milyaran bisa jadi, tetapi ternyata kebutuhan
> tersebut bukanlah
> priority bagi konsumen. Dan kemungkinan malahan kita
> melupakan untuk
> memenuhi basic need dari pelanggan.
>
> So intinya adalah Kebutuhan itu selalu berubah dan
> meningkat, dan untuk itu
> kita harus melihat di level mana kebutuhan yang
> harus kita puaskan dari sisi
> pelanggan. Jangan sampai kita salah memenuhi
> kebutuhan pelanggan, atau
> malahan yang lebih celaka, kita mendrive pelanggan
> terhadap kebutuhan yang
> sebelumnya tidak pernah terfikirkan oleh pelanggan
> tersebut.
>
>
>
> Contohnya, mari kita melihat beberapa tahun
> kebelakang! Dimana dulu pada
> saat kita mau menabung di Bank, kita tidak akan
> mendapatkan hadiah apapun.
> Kemudian ada bank (maaf saya lupa bank apa) mendrive
> konsumen, dalam hal ini
> calon nasabah, dengan memberikan hadiah bagi yang
> mau membuka tabungan di
> bank tersebut. Pada saat tersebut "Pemberian hadiah"
> merupakan exciting need
> oleh konsumen, namun dengan perjalanannya waktu,
> "Pemberian hadiah" kepada
> calon nasabah bank telah menjadi Basic Need. "So
> nasabah sekarang akan
> bilang, Masa Bank X nga ngasih hadiah sih kalo gw
> buka tabungan di sana?"
>
>
>
> Akhir kata saya sampaikan, sebagai marketer kita
> juga harus hati-hati dalam
> mendrive sesuatu pada konsumen, karena akhirnya kita
> tidak akan lagi
> bertarung dengan competitor tetapi kita akan
> bertarung dengan diri kita
> sendiri, bertarung dengan janji yang kita deliver
> kepada konsumen.

Salam Marketer

Moderator

"Control Your Destiny or Some One Else Will"

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___

To subscribe e-mail to: [EMAIL PROTECTED]






SPONSORED LINKS
Indonesia phone card Indonesia tour Indonesia travel
Indonesia flower Indonesia diving

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke