buat selingan nih...
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, October 16, 2006 3:11 PM
Subject: [Reiki_Tao] Mengatasi "KEGEMUKAN"

Ass.w.w.
Sudah cukup lama kita di sekretariat membahas dan mencoba mengatasi
masalah kegemukan atau Obesity dengan teknik Reiki Tao namun sampai
saat ini masih belum memperoleh hasil yg menggembirakan.
Secara teoritis dari sudut pandang ilmu kesehatan/kedokteran modern
definisi kegemukan adalah suatu kondisi berat badan seseorang yang
20%melebihi normal. Penyebab utamanya yaitu jumlah makanan yang
dimakan jauh melebihi daripada yang dibutuhkan. Adapun proses yang
berperan, dimulai dari mengunyah di mulut, lebih banyak mengunyah,
secara teoritis dianjurkan sekitar 18 - 32 kali mengunyah makanan
didalam rongga mulut tergantung pada jenis makanan, semakin lumat
dikunyah berarti semakin mudah proses cerna selanjutnya, disini juga
terjadi sekresi ludah yang berperan unt memperlancar proses
selanjutnya, yaitu menelan dan proses cerna di lambung. Dalam
lambung terjadi proses cerna secara kimiawi oleh berbagai enzym baik
yg dihasilkan oleh lambung maupun enzym dari pancreas atau disebut
juga liur perut. Selanjutnya bolus makanan mengalir ke duodenum atau
usus duabelas jari, disini ada tambahan zat empedu untuk memudahkan
proses cerna lemak. Bolus makanan terus bergerak keujung, dimana
selama dalam perjalanannya proses cerna terus berlangsung, dan
penyerapan zat nutrisi dalam bentuk molekul dasar baik zat tepung,
putih telur, dan juga lemak terjadi disepanjang usus halus. Seluruh
zat nutrisi masuk ke hati/liver untuk diolah dengan semestinya,
artinya yang bersifat racun akan dinetralkan sedangkan yg bersifat
zat nutrisi akan diolah lebih lanjut guna kepeluan pertumbuhan,
pertahanan, dan lain2nya.
Selain zat enzym dalam proses cerna makanan juga diperlukan berbagai
hormon, selain hormon2 yg sudah dikenal oleh awam seperti insulin,
cortisol, thyroxin, juga ada hormon yg bekerja secara internal di
berbagai siklus atau tahap proses cerna.

Di pusat otak, yang disebut hypothalamus, terdapat pusat yang
mengatur rasa lapar dan pusat nafsu makan.

Proses makan dan proses cerna juga tidak luput dari keterkaitannya
dengan kondisi emosi seseorang. Seseorang yang sedang dalam keadaan
koma/ tidak sadar bisa saja diberikan makanan melalui selang
langsung kedalam lambungnya, dan itu pasti berbeda proses cernanya
yang terjadi pada seseorang yang sadar dengan emosi senang menikmati
makanannya. Pada penderita koma proses cerna dapat dipastikan hanya
untuk memenuhi kebutuhan dasar kalori saja.

Dengan demikian dari sudut pandang ilmu kedokteran modern salah satu
cara yang paling jitu bila ingin menurunkan berat badan yang lebih
ialah dengan cara menurunkan jumlah makanan yg dimakan dan
meningkatkan pemakaian energi dengan cara pembakaran melalui gerak
otot atau olah raga. Kalaupun ada obat yg mungkin diberikan ialah
yang bersifat menekan pusat nafsu makan di hypothalamus, namun ini
juga belum berhasil dengan memuaskan karena adanya efek samping dari
obat.

Di sekretariat ReikiTao, inginnya seseorang yg gemuk tidak perlu
diet berlebihan namun dengan teknik manipulasi energi yang berperan
dalam proses cerna diselaraskan sehingga tubuh sendiri yang akan
mengeset proses metabolisme sehingga outputnya berat badab tetap
ideal. Ini juga yang di-cita2kan para obese people. He he he namun
sulitnya sampai sekarang belum menemukan metoda yang jitu.

Minggu yl Pak Kusnul "melihat" peran ludah dalam konteks proses
metabolisme keseluruhan. Input energi yang ideal ke kelenjar ludah
ialah 85-90%, setting kontrol di cakra nei-yuen pun harus diset 85-
90%.
Dari sudut kedokteran, walaupun riset baru pada tahap binatang
percobaan, yang berperan di hypothalamus yang mengatur rangsangan
terhadap pusat rasa kenyang dan pusat lapar, diketahui dalam bentuk
yg disebut molekul NESFATIN-1.
Disekretariat oleh Pak Kusnul di scan posisi nesfatin-1 ini yang
ideal ternyata berbeda bagi setiap orang yang menderita kegemukan,
yaitu berkisar 40-60%. ini logis rupanya berkaitan denga persentase
overweight dan karakteristik metabolismenya.

Dari sudut pandang ilmu energi, proses pembakaran energi sari
makanan atau ching terjadi di pusat pembakaran tengah yang ternyata
analogi lokasinya sesuai dengan pancreas. Fungsi tungku pembakaran
ini harus bekerja maksimum 100%, agar metabolisme lancar dan mampu
memobilisir timbunan lemak yang sudah terjadi dalam badan.
Selanjutnya perubahan energi ching dari sari makanan ini harus
berlanjut menjadi energi chi yang siap dipakai baik untuk kesehatan,
maupun tenaga dalam fisik, yang disimpan di tantien bawah. Dan agar
deliveri chi berjalan mulus maka tungku bawah harus "on" dan bekerja
aktif. Saya berpendapat, bahwa semua metoda manipulasi energi
seperti tusuk jarum atau refleksi untuk mengatasi kegemukan tertuju
kepada aktifitas diatas. Bila berbicara mengenai manipulasi energi,
maka sudah pasti akan sangat tergantung kepada kekuatan yg dimiliki
praktisi, istilah Pak Kusnul, punya POWER berarti menang, kalau
belum ya jangan menyerah berlatih terus semoga menjadi pemenang.
Selamat mencoba dan semoga ALLAH swt selalu meridhoi niat baik kita
sekalian, amin.

Wassalam,

Achmad Karno

__._,_.___

To subscribe e-mail to: [EMAIL PROTECTED]






SPONSORED LINKS
Indonesia phone card Indonesia tour Indonesia travel
Indonesia flower Indonesia diving

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke