Ass.w.w.
Sudah cukup lama kita di sekretariat membahas dan mencoba
mengatasi
masalah kegemukan atau Obesity dengan teknik Reiki Tao namun
sampai
saat ini masih belum memperoleh hasil yg menggembirakan.
Secara
teoritis dari sudut pandang ilmu kesehatan/kedokteran modern
definisi
kegemukan adalah suatu kondisi berat badan seseorang yang
20%melebihi
normal. Penyebab utamanya yaitu jumlah makanan yang
dimakan jauh melebihi
daripada yang dibutuhkan. Adapun proses yang
berperan, dimulai dari
mengunyah di mulut, lebih banyak mengunyah,
secara teoritis dianjurkan
sekitar 18 - 32 kali mengunyah makanan
didalam rongga mulut tergantung pada
jenis makanan, semakin lumat
dikunyah berarti semakin mudah proses cerna
selanjutnya, disini juga
terjadi sekresi ludah yang berperan unt
memperlancar proses
selanjutnya, yaitu menelan dan proses cerna di lambung.
Dalam
lambung terjadi proses cerna secara kimiawi oleh berbagai enzym baik
yg dihasilkan oleh lambung maupun enzym dari pancreas atau disebut
juga
liur perut. Selanjutnya bolus makanan mengalir ke duodenum atau
usus
duabelas jari, disini ada tambahan zat empedu untuk memudahkan
proses cerna
lemak. Bolus makanan terus bergerak keujung, dimana
selama dalam
perjalanannya proses cerna terus berlangsung, dan
penyerapan zat nutrisi
dalam bentuk molekul dasar baik zat tepung,
putih telur, dan juga lemak
terjadi disepanjang usus halus. Seluruh
zat nutrisi masuk ke hati/liver
untuk diolah dengan semestinya,
artinya yang bersifat racun akan dinetralkan
sedangkan yg bersifat
zat nutrisi akan diolah lebih lanjut guna kepeluan
pertumbuhan,
pertahanan, dan lain2nya.
Selain zat enzym dalam proses
cerna makanan juga diperlukan berbagai
hormon, selain hormon2 yg sudah
dikenal oleh awam seperti insulin,
cortisol, thyroxin, juga ada hormon yg
bekerja secara internal di
berbagai siklus atau tahap proses
cerna.
Di pusat otak, yang disebut hypothalamus, terdapat pusat yang
mengatur rasa lapar dan pusat nafsu makan.
Proses makan dan proses
cerna juga tidak luput dari keterkaitannya
dengan kondisi emosi seseorang.
Seseorang yang sedang dalam keadaan
koma/ tidak sadar bisa saja diberikan
makanan melalui selang
langsung kedalam lambungnya, dan itu pasti berbeda
proses cernanya
yang terjadi pada seseorang yang sadar dengan emosi senang
menikmati
makanannya. Pada penderita koma proses cerna dapat dipastikan
hanya
untuk memenuhi kebutuhan dasar kalori saja.
Dengan demikian
dari sudut pandang ilmu kedokteran modern salah satu
cara yang paling jitu
bila ingin menurunkan berat badan yang lebih
ialah dengan cara menurunkan
jumlah makanan yg dimakan dan
meningkatkan pemakaian energi dengan cara
pembakaran melalui gerak
otot atau olah raga. Kalaupun ada obat yg mungkin
diberikan ialah
yang bersifat menekan pusat nafsu makan di hypothalamus,
namun ini
juga belum berhasil dengan memuaskan karena adanya efek samping
dari
obat.
Di sekretariat ReikiTao, inginnya seseorang yg gemuk tidak
perlu
diet berlebihan namun dengan teknik manipulasi energi yang berperan
dalam proses cerna diselaraskan sehingga tubuh sendiri yang akan
mengeset proses metabolisme sehingga outputnya berat badab tetap
ideal.
Ini juga yang di-cita2kan para obese people. He he he namun
sulitnya sampai
sekarang belum menemukan metoda yang jitu.
Minggu yl Pak Kusnul "melihat"
peran ludah dalam konteks proses
metabolisme keseluruhan. Input energi yang
ideal ke kelenjar ludah
ialah 85-90%, setting kontrol di cakra nei-yuen pun
harus diset 85-
90%.
Dari sudut kedokteran, walaupun riset baru pada tahap
binatang
percobaan, yang berperan di hypothalamus yang mengatur rangsangan
terhadap pusat rasa kenyang dan pusat lapar, diketahui dalam bentuk
yg
disebut molekul NESFATIN-1.
Disekretariat oleh Pak Kusnul di scan posisi
nesfatin-1 ini yang
ideal ternyata berbeda bagi setiap orang yang menderita
kegemukan,
yaitu berkisar 40-60%. ini logis rupanya berkaitan denga
persentase
overweight dan karakteristik metabolismenya.
Dari sudut
pandang ilmu energi, proses pembakaran energi sari
makanan atau ching
terjadi di pusat pembakaran tengah yang ternyata
analogi lokasinya sesuai
dengan pancreas. Fungsi tungku pembakaran
ini harus bekerja maksimum 100%,
agar metabolisme lancar dan mampu
memobilisir timbunan lemak yang sudah
terjadi dalam badan.
Selanjutnya perubahan energi ching dari sari makanan
ini harus
berlanjut menjadi energi chi yang siap dipakai baik untuk
kesehatan,
maupun tenaga dalam fisik, yang disimpan di tantien bawah. Dan
agar
deliveri chi berjalan mulus maka tungku bawah harus "on" dan bekerja
aktif. Saya berpendapat, bahwa semua metoda manipulasi energi
seperti
tusuk jarum atau refleksi untuk mengatasi kegemukan tertuju
kepada aktifitas
diatas. Bila berbicara mengenai manipulasi energi,
maka sudah pasti akan
sangat tergantung kepada kekuatan yg dimiliki
praktisi, istilah Pak Kusnul,
punya POWER berarti menang, kalau
belum ya jangan menyerah berlatih terus
semoga menjadi pemenang.
Selamat mencoba dan semoga ALLAH swt selalu
meridhoi niat baik kita
sekalian, amin.
Wassalam,
Achmad
Karno