yang jadi masalah juga adalah kenapa study tour harus ke bali?
Insyaallah yg dilakukan murid murid itu saya dukung ,,dg tidak ikut ke Bali
krn setahu ane yg masih awam ini ada larangan untuk mengunjungi tempat ibadah
orang lain apalagi mengikuti upacaranya ( seperti waktu sma dulu peserta study
tour masuk ke kuil dan ikut upacaranya ) katanya seh menambah wawasan tapi itu
haram hukumnya ...
dan kenapa oknum smu 1 itu menghukum dg cara begitu...apa gak ada cara yg
lebih cerdas dikit gitu..misale bikin makalah dll...
zain mahasin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
mohon cross checknya dari temen-temen yang masih punya
akses ke SMU.
Pemberian Sanksi Sebaiknya Lebih Mendidik
Soal Penjemuran Siswa SMAN 1 Demak
DEMAK- Pemberian sanksi oleh tenaga pengajar kepada
siswa yang dinilai melanggar, sebaiknya berupa sanksi
yang mendidik. Artinya, sanksi diberikan untuk memacu
siswa agar semakin giat menuntut ilmu sekaligus
memberikan kesadaran kepada mereka agar tidak
mengulangi kesalahan.
Seperi dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Demak Drs H Haryanto MM, bahwa ada berbagai bentuk
sanksi yang sifatnya lebih mendidik, misalnya dengan
memberi tugas tambahan atau mewajibkan menghafal
pelajaran. Dengan sanksi demikian, siswa diharapkan
semakin terpacu.
Cek Silang
Sementara, terkait dengan pemberian sanksi menjemur
sejumlah siswa SMAN 1 Demak oleh gurunya dengan alasan
siswa melakukan pelanggaran, karena mengundurkan diri
dari studi wisata ke Bali, Haryanto mengatakan, akan
segera melakukan cek silang.
Hal itu untuk mengetahui duduk persoalannya secara
objektif dan jernih.
Seperti diberitakan, Wakil Kepala Sekolah Bagian
Kesiswaan SMAN 1 Demak, Suroso SPd memberikan sanksi
kepada 11 siswanya yang mengundurkan diri sebagai
peserta studi wisata ke Bali, dengan cara mengumpulkan
di lapangan selama satu jam pada jam pelajaran.
Mereka diberi pengarahan terkait dengan konsekuensi
yang harus dipikul atas keputusan mundur tersebut.
Sebab, pembatalan mendadak itu berakibat pada kerja
sama dengan pihak ketiga, yakni biro perjalanan.
Suroso akhirnya memberikan alternatif jika mereka
mundur harus mencari gantinya.
''Saya baru dengar melalui media. Besok (hari
ini-Red), saya akan konfirmasi ke sekolah tersebut.
Apalagi, di media menyebutkan Wakil Kepala Sekolah
Bidang Kesiswaan, Suroso SPd mengaku hanya memberikan
pengarahan,'' kata Haryanto.
Namun, jika realitasnya ditemukan ada kesalahan, Dinas
Pendidikan tidak akan mendiamkan.
''Kalau ada kesalahan, pasti akan kami beri sanksi
pembinaan. Kami lihat dulu akar permasalahannya,''
ujar dia. (H1-37)
__________________________________________________________
Want to start your own business?
Learn how on Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/r-index
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.