# Wuih, saya yakin members milis ini # tak ada yang jadi anggotanya! Betul, kan?
Kompas: Kamis, 15 Maret 2007 <<Metropolitan>> ----------------------------------------------------- Perampok Ditangkap Polda Intensifkan Patroli Penyalahgunaan Senjata Api ----------------------------------------------------- Jakarta, Kompas - Tiga orang anggota sindikat demak yang sudah 43 kali melakukan kejahatan bersenjata api dibekuk aparat Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya. Polisi berjanji akan meningkatkan operasi khusus terhadap kepemilikan senjata ilegal guna memberi rasa aman kepada warga kota. Direktur Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu, didampingi Kepala Satuan VI Resmob Komisaris Riza Celvian Gumay, Rabu (14/3), mengatakan, pihaknya telah menangkap pelaku perampokan bersenjata api yang sering beroperasi di Jakarta. Mereka adalah anggota sindikat demak yang dikenal lihai merampok mobil, yaitu Kor (34) dan Ali (31), warga Demak, Jawa Tengah, serta Su (33), warga Jakarta Timur. Tiga teman mereka masih buron. Su adalah salah satu pelaku perampokan di rumah Ahmudin Arsyad, staf ahli Menteri Pemuda dan Olahraga, Rabu (7/3). Arsyad dan Adam, kakak ipar Arsyad, luka tembak di paha dan perut. Satu Kijang Innova dan Suzuki Aerio, empat telepon seluler, serta laptop digasak perampok (Kompas, 8/3). Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata api Colt kaliber 38, empat mobil, laptop, tiga telepon seluler, kamera digital, handycam, Ipod, berbagai jenis perhiasan, dan mata uang asing. Menurut Riza, saat melakukan aksinya, dua pelaku menunggu di luar, sedangkan dua lainnya masuk ke rumah dengan mencongkel jendela lalu mengambil kunci serta STNK, sebelum membawa pergi mobil. "Apabila ada yang mengetahui, pelaku tak segan-segan menembak atau membacok, " katanya. Sehubungan dengan maraknya penyalahgunaan senjata api, Carlo akan melakukan operasi terhadap penyalahgunaan senjata api ilegal. "Fokusnya melakukan pencegahan, di antaranya dengan meningkatkan patroli," katanya. Meski polisi menggulung sindikat demak, perampokan bersenjata api masih terjadi. Rumah Emanuel Subroto (41), warga Jalan Sarbini I, Jakarta Timur, Rabu (14/3) pukul 03.30, disatroni enam penjahat. Saat kepergok, salah seorang penjahat melepaskan tembakan, tetapi tidak mengenai Emanuel. Penjahat yang masuk rumah dengan mencongkel jendela tersebut membawa kabur laptop dan uang Rp 600.000. (amr/arn) http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/15/metro/3385976.htm
