Innaa lillahi wainna ilahi roojiún
ikut berbela sungkawa atas kepulangan ayahanda dari didit, de pram, de elit, 
semoga di ampuni segala dosa, diterima segala amal baiknya dan dilapangkan 
kuburnya. Bagi keluarga yg ditinggalkan semoga senantiasa di beri kekuatan 
dan ketabahan,

wit..



.....................................
Prof. DR. M Quraish Shihab


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, tiada suatu wujud yang dipuji dan 
dipuja walau dalam bencana kecuali kepada Allah. Jangan menggerutu, jangan 
bersangka buruk kepada Tuhan. Pujilah Dia walau dalam bencana. Memang pasti 
banyak pertanyaan yang muncul. Setiap ada musibah, setiap ada malapetaka, 
pasti kita bertanya-tanya. Mengapa demikian ? Apalagi malapetaka ini yang 
demikian besar, yang sementara orang mengatakan “tidak mampu lagi dipikul 
oleh manusia”.



Kita boleh bertanya, kita boleh mencari tahu, tetapi sekali lagi jangan 
bersangka buruk kepada Tuhan, tapi bersangka baiklah kepadaNya. Allah Rabbul 
Alamin. Dia pemelihara seluruh Alam. Dia mengatur keseimbangan alam raya 
ini. Terkadang diambilnya disini sedikit, untuk diberinya disana. Diberinya 
disana banyak untuk diserahkan kemari. Karena Dia pemelihara seluruh alam.



Surah Ar Rahman, Allah berfirman : “Seluruh makhluk yang ada di alam raya 
ini, bermohon kepada Tuhan, dan setiap saat Tuhan melayani mereka“.



Kita tidak hanya hidup di dunia, karena itu jangan mengukur sesuatu dengan 
ukuran dunia saja. Masih ada hidup yang jauh lebih panjang.  Mereka yang 
menderita di dunia, belum tentu menderita di akhirat. Dan kata orang, tidak 
jarang ada hari2 dimana kita menangis, setelah berlalu hari2 itu kita 
menangis lagi, merenung, mengapa dulu kita menangis ?



Kita tidak tahu banyak hal, karena itu Allah berfirman : “Boleh jadi kamu 
tidak menyenangi sesuatu padahal baik buat kamu“, boleh jadi kamu tidak 
senang kepada sesuatu tapi di balik itu Allah menjadikan kebaikan yang 
banyak buat kamu.



Itu prinsip2 dasar setiap kita menghadapi musibah. Sekali lagi jangan 
menggerutu. Silahkan menangis. Rasulpun sewaktu mendapat musibah, beliau 
menangis. Sahabat2nya bertanya, apa ini wahai Rasul ? Beliau bersabda : “Ini 
adalah pertanda rahmat dan kasih sayang, kita tidak berucap kecuali apa yang 
diridhai Allah“.



Mari kita lihat lembaran-lembaran Al-Quran, bagaimana uraiannya tentang 
musibah. Sebenarnya ada paling tidak ada 4 kata yang digunakan Al-Quran 
untuk menggambarkan sesuatu yang tidak berkenan di hati seseorang, 
diantaranya :



Musibah (sudah masuk perbendaharaan bahasa Indonesia),
Bala’ (sudah masuk juga dalam perbendaharaan bahasa Indonesia),
Fitnah (masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, tetapi dalam pengertian 
yang lain – Fitnah dalam bahasa Al-Quran, artinya ujian atau siksaan),
Imtihan (ujian yang maknanya melapangkan qalbu seseorang. Tujuan dari setiap 
ujian adalah  melapangkan qalbunya sehingga kualitasnya naik).


Kita akan bahas 2 dari keempat kata tersebut yaitu Musibah dan Bala’.

Musibah dalam bahasa Indonesia diartikan bencana, kemalangan, cobaan. Dalam 
AlQuran ada 67 kali kata yang seakar dengan kata ‚musibah’ dan 10 kali kata 
‚musibah’. Musibah pada mulanya berarti sesuatu yang menimpa atau mengenai. 
Sebenarnya sesuatu yang menimpa itu tidak selalu buruk. Hujan bisa menimpa 
kita dan itu dapat merupakan sesuatu yang baik. Memang kata musibah 
konotasinya selalu buruk, tetapi karena boleh jadi apa yang kita anggap 
buruk itu, sebenarnya baik, maka AlQuran menggunakan kata ini untuk sesuatu 
yang baik dan buruk.



Memang AlQuran mengisyaratkan bahwa “tidak disentuh seseorang oleh musibah 
kecuali karena ulahmu“, tetapi disisi lain, ketika AlQuran berbicara tentang 
Bala’, dikatakannya musibah itu datang dari Allah swt. Tidak ada musibah 
yang terjadi kecuali atas ijin Allah ketika kita berbicara tentang Bala’ 
(yang diartikan juga bencana).



Sebenarnya Bala’ pada mulanya berarti menguji bisa juga berarti menampakkan. 
Seseorang yang diuji itu dinampakkan kemampuannya. Hidup ini adalah ujian. 
Itu sebabnya Allah swt menyatakan :“Allah yang menciptakan hidup dan mati, 
untuk menguji kamu, untuk melihat bagaimana kualitas kamu, siapa yang 
diantara kamu yang lebih baik amalnya“. Kita lihat ujian/bala’ datangnya 
dari Tuhan. “Kami pasti akan menguji kamu sampai Kami tahu siapa orang2 yang 
berjihad di jalan Allah dan bersabar“. Allah menurunkan bala’ tanpa campur 
tangan manusia. “Kami pasti menurunkan sedikit rasa takut, sedikit rasa 
lapar, kematian sanak keluarga“. “Berilah berita gembira kepada orang2 yang 
sabar“.



Hidup ini ujian. Ujian ini bisa berupa sesuatu yang disenangi, bisa juga 
berbentuk sesuatu yang tidak disenangi. Siapa yang menduga bahwa kekayaan 
dan kesehatan adalah tanda cinta Tuhan ? Dia telah keliru. Siapa yang 
menduga bahwa suatu hal yang terasa negatif adalah tanda benci Tuhan ? 
Itupun dia telah keliru. Allah mengecam kepada orang2 yang apabila diberi 
nikmat oleh Tuhan, lantas berkata “saya disenangi Tuhan“, dan kalau Tuhan 
menguji dia sehingga mempersempit hidupnya, dia lantas berkata “Tuhan 
membenci saya, Tuhan menghina saya“. Jangan duga, saudara2 kita di Aceh yang 
meninggal dan ditimpa musibah, dibenci Tuhan. Jangan duga, yang menderita 
itu dimurkai Tuhan. Jangan duga yang berfoya2 disenangi Tuhan. “KALLAA“ 
(TIDAK). Disini Allah menggunakan kata BALA’ –yang artinya menguji, karena 
itu jangan cepat-cepat berkata bahwa bencana itu murka Tuhan.



Dulu jaman Nabi, banyak sahabat gugur di medan perang, terluka sekian banyak 
sahabat Nabi, bahkan Nabipun terluka. Allah swt pasti tidak benci pada Nabi, 
sehingga beliau terluka. Allah pasti merestui sahabat2 yg gugur itu, 
walaupun mereka menderita. Ketika itu turun ayat :”Jangan merasa rendah 
hati, jangan merasa terhina, jangan larut dalam kesedihan. Kamu adalah 
orang2 yang mendapat kedudukan yang tinggi selama kamu beriman“. Di Surat 
Ali Imran, Allah berfirman, tujuan Allah turunkan cobaan ini adalah supaya 
Allah mengangkat dari kalangan kamu sebagai syuhada’. Kita bisa berkata 
bahwa yang gugur mendapatkan bencana ini, disiapkan oleh Tuhan tempat yang 
tinggi, karena mereka adalah orang2 mukmin. Dan tujuan Allah turunkan 
bencana ini adalah supaya Allah mengetahui siapa orang2 yang benar2 beriman 
dan yang tidak. Karena itu jangan menggerutu, karena Allah memberikan tempat 
yang sebaik2nya. Allah berfirman bahwa Allah juga akan membersihkan hati 
kamu dan menghapus dosa2 kamu. Melihat kondisi saudara2 kita di Aceh, kita 
menjadi sedih, kita menjadi menangis, tapi agama mengingatkan kita semua 
bahwa Tuhan punya tujuan.



Dalam hidup ini, Allah menciptakan orang2 untuk tujuan2 tertentu. Dalam 
sebuah hadits, Allah menciptakan makhluk2 yang ditugaskannya untuk memenuhi 
kebutuhan makhluknya yang lain. Ada orang2 kaya yang diberi kekayaan, yang 
sebenarnya dipilih Allah agar orang2 itu memberi bantuan kepada orang2 yang 
butuh. Mudah2an kita termasuk orang2 yang dipilih Allah itu. Ada lagi orang2 
yang diciptakan Allah untuk menjadi alatnya Tuhan untuk mengingatkan orang 
lain. Para syuhada’ ini adalah alat2 yang dipilih Allah. Itu sebabnya kita 
baca di dalam Al Quran ada istilah “IBADULLOHIL MUKHLASHIN atau hamba2 Allah 
yang dipilih”.



Sekarang ini banyak orang yang lengah dan lupa kepada Allah. Memang 
rutinitas sering menjadikan kita lupa kepada Allah. Karena itu kita perlu 
diingatkan. Ada orang2 yang tidak menyadari adanya Allah karena melihat 
segala sesuatu berjalan harmonis. Tuhan ingin mengingatkan orang2 tersebut, 
bahwa jangan duga Allah telah lepas tangan. Diingatkannya manusia melalui 
bencana. Kalau dulu sekian banyak orang yang lupa Allah, sekarang Dia 
mengingatkan kita melalui rahmatNya. Itu sebabnya di dalam AlQuran, 
disebutkan :“Apakah mereka tidak sadar bahwa setiap tahun Kami mencoba 
mereka, Kami menurunkan ujian kepada mereka supaya mereka sadar, supaya 
mereka bertaubat ?“. Jadi sekali lagi, saya (Quraish Shihab) tidak melihat 
ini sebagai murka Allah. Ini rahmatNya kepada kita yang hidup, supaya kita 
ingat kepada Allah, supaya lebih dalam lagi solidaritas kita, supaya kita 
lebih dekat lagi kita kepada Allah, supaya lebih terasa lagi kehadiran 
Allah. Dan yang gugur, yang luka, yang menderita itu dijadikan oleh Allah 
sebagai alat2Nya untuk mengingatkan kita, itulah mereka yang dinamai dengan 
“Ibadullohil Mukhlashin atau Hamba2 Allah yang terpilih“.



Dia pilih orang2 yang gugur, Dia pilih anak2, Dia pilih orang2 yang tidak 
berdosa, Dia pilih orang2 tua, untuk Dia jadikan syuhada, Dia jadikan 
saksi2, Dia jadikan alat2Nya. Untuk siapa ? Untuk kita yang hidup. Allah 
tidak menyia2kan mereka. Di dalam hadits, Allah katakan, Seandainya bukan 
karena anak2 yang masih menyusu, seandainya bukan karena orang tua yang 
sedang bungkuk, seandainya bukan karena binatang2, niscaya Allah akan 
menjatuhkan siksa kepada kamu, siksaan yang luar biasa. Tapi mengapa yang 
diambil olehNya disana anak2, orang tua, binatang ? Itu yang menjadikan kita 
bersangka baik kepada Allah dan menyatakan bahwa ini bukan murka, ini hanya 
peringatan. Kita terima itu. Peringatan untuk kita yang hidup. Kita tidak 
perlu larut dalam kesedihan, tetapi kita perlu mengambil pelajaran.



Salah satu pelajaran adalah kita lihat di televisi, kita lihat badan2 
mereka, rupanya begitulah badan kita. Jangan terlalu memberi perhatian 
kepada badan dengan melupakan ruh. Itu pelajaran yang dapat kita angkat. 
Jangan menilai orang dari penampilannya. Lihatlah itu semua, dan ingat dalam 
Al Quran, Allah berulang2, apakah penduduk negeri itu merasa aman, bahwa 
peringatan Kami datang secara tiba2 ketika mereka sedang bermain2. Ini yang 
kita lihat. Ini sebenarnya kiamat kecil, bahkan boleh jadi yang mengalaminya 
tak menduga itulah kiamat. TIBA2, begitulah jadinya nanti. Sebenarnya 
tujuannya adalah untuk kita. Allah merahmati kita dengan memberi peringatan. 
Belum sampai pada murkaNya, dan jangan duga itu murkaNya.



Ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib, ditikam, beliau berteriak :“Demi Allah, 
saya telah memperoleh keberuntungan“. Beruntung karena mati. Allah 
mengangkat derajat beliau, Allah mendudukkan pada kedudukan yang demikian 
tinggi karena mati syahid. Nah, kalau kita membaca ayat di Surat Ali Imran 
:“... supaya Dia mengangkat diantara kamu Syuhada (orang2 yang menjadi 
saksi) dan untuk membersihkan hati kamu dari segala macam dosa’“. Untuk 
orang2 yang meninggal, kita antar dengan rasa sedih tetapi dalam saat yang 
sama beruntunglah mereka. Dan yang tinggal, kita harapkan mendapatkan 
pelajaran dari ujian ini, dari bencana ini. Mudah2an kita dapat menyusul 
mereka dalam kematian yang diridhai Allah.



Itu sebabnya ada doa yang diajarkan Nabi :

“Wahai Allah, kami bermohon kepadamu, hidup yang sebaik2nya, dan kematian 
yang sebaik2nya, serta segala yang baik yang berada diantara hidup dan mati. 
Ya Allah, hidupkanlah kami dalam kehidupan orang2 yang bahagia, kehidupan 
orang2 yang Engkau senangi agar dia tetap hidup, dan wafatkanlah dalam wafat 
orang2 yang syahid (orang2 yang Engkau sukai untuk bertemu dengannya).

Ya Allah, ampunilah orang2 yang meninggal dan yang masih hidup, anak2 kecil, 
orang2 dewasa, baik yang perempuan maupun yang laki2”.



RABBANAA AATINA FIDDUNYA HASANAH

WA FIL AKHIRATI HASANAH

WA QINA ADZABANNAR

(Ya Tuhanku, berilah kepadaku kehidupan dunia yang baik, kehidupan akhirat 
yang baik dan jauhkan kami dari siksa api neraka)

_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/



Silakan kunjungi website milis di  http://groups.yahoo.com/group/cahdemak

Berdiskusi seputar Demak di forum www.s14.invisionfree.com/demak

Arsip-arsip berita seputar demak, mengenai Bupati, DPRD, pendidikan, sosial dan 
budaya, serta lainnya dapat dilihat di 
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/files/

Data base anggota milis dan tokoh masyarakat demak dapat dilihat di 
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/database

Photo seputar demak dapat dilihat di 
http://photos.groups.yahoo.com/group/cahdemak/lst

Link ke website tentang demak dapat dilihat di 
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/links 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke