Mengapa Musibah Selalu Mendera?
Alhamdulillah, kaum muslimin di negeri kita kembali mendapatkan muhibah
Masyayikh Yordania, yaitu Fadhilatusy-Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul
Hamid al Halabi al Atsari –hafizhahullah- dan Fadhilatusy-Syaikh Salim bin ‘Id
al Hilali –hafizhahullah. Beliau berdua telah menyampaikan muhadharah dengan
tema sebab-sebab turunnya musibah dan adzab, serta jalan keluarnya,
dilangsungkan di Masjid Istiqlal, Jakarta, hari Sabtu 22 Muharram 1428H/10
Februari 2007M. Tema ini sengaja diangkat, untuk mengingatkan segenap kaum
Muslimin, agar berintrospeksi diri, bahwa banyaknya musibah, tidak lain karena
kebodohan terhadap din (agama) dan tidak mengetahui syari’at Rabbul ‘Alamin.
Sehingga untuk solusinya, tidak lain kecuali dengan ilmu dan selalu berittiba`
kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ceramah ini diterjemahkan dan
dengan penambahan takhrij hadits oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al Atsari, dan
disunting oleh Tim Redaksi. Sesungguhnya kami memuji Allah Tabaraka wa Ta'ala
atas apa yang telah Dia siapkan, berupa kesempatan yang baik ini. Yaitu, kami
berkumpul di dalam kesempatan ini dengan ikhwan kami seagama dan dalam satu
manhaj (jalan); mengikuti Kitabullah, dan Sunnah Rasulullah, serta pemahaman
para Salaf (pendahulu) yang shalih. Walaupun kita berada dalam batas geografi
yang berbeda, dan tempat yang saling berjauhan, namun kemuliaan manhaj ini,
kesempurnaan dan kebaikannya, tidaklah memecah-belah antar kita. Maka, jadilah
pertemuan ini dalam bagian sejumlah perjumpaan yang telah mengumpulkan kami
bersama saudara-saudara kami di negara ini, sejak beberapa tahun yang lalu,
lewat ceramah-ceramah dan kajian-kajian ilmiah bersama. Kami bersyukur kepada
Allah Rabbil 'Alamin atas nikmat ini. Betapa berharganya kenikmatan ini. Rasa
terima kasih juga kami haturkan kepada orang-orang yang memiliki jasa (andil)
yang diberkahi dalam mengatur dan menyiapkan pertemuan-pertemuan ini.
Khususnya, saudara-saudara (panitia) atau Ta'mir Masjid Istiqlal yang telah
memberikan kesempatan ini. Dan ini termasuk dalam bingkai saling menolong yang
terpuji secara syar'i.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “ tolong-menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan takwa “ (QS Al Maidah :2).
Maka kami ucapkan kepada mereka terima kasih yang banyak. Nabi kita bersabda:
لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ “
Orang yang tidak bisa berterima kasih kepada manusia, dia tidak akan bisa
bersyukur kepada Allah “.
Karena itu, ungkapan syukur kita kepada orang yang berhak menerimanya,
merupakan bentuk syukur kepada Allah. Allah ta'ala berfirman:
“ Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu
“. (QS Ibrahim :7).
Selanjutnya, syukur kita kepada Rabb kita, akan menambah nikmat Rabb kita
kepada kita, dan memperbanyak karunia-Nya kepada kita. Allah Ta’ala berfirman :
“ Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya) “ (QS
an-Nahl : 53)
Dan sebagaimana firman-Nya: “ jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,
niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya “ (QS an-Nahl :18)
Jauhnya jarak kita dari sikap syukur kepada Rabb, menjadi ukuran sejauh mana
keburukan, celaka dan kesesatan serta perbuatan jelek yang melanda umat,
sehingga Allah menimpakan adzab-adzab-Nya. Sebuah siksaan yang hampir-hampir
tidak akan hilang, kecuali dengan kembali sepenuhnya kepada agama Allah,
mensyukuri nikmat-Nya kembali, dan memperbaharui kepada keteguhan di atas
perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Karena, syukur nikmat merupakan sebab
turunnya rahmat Allah, dan jalan menuju keridhaan-Nya. Sebaliknya, mengingkari
nikmat menjadi faktor pencetus datangnya siksa dan merupakan jalan menuju
kemurkaan-Nya. Selanjutnya, siksaan dan kemurkaan-Nya ini pasti akan
menyebabkan umat menjadi lemah, terbelakang, dan terpuruk. Orang yang melihat
sembari merenung, dan orang yang memperhatikan sambil berpikir, akan
menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa kondisi umat ini, umat Islam,
pada zaman ini, berada dalam kehinaan dan tidak lurus. Umat Islam berada atau
hampir berada di bagian belakang kafilah, setelah dahulunya mereka menjadi
pengendali dan terdepan. Padahal, umat Islam adalah umat yang memiliki harta
kekayaan, sumber daya manusia, fasilitas-fasilitas, kuantitas yang banyak, dan
potensi-potensi. Akan tetapi, kemunduran masih terus terjadi, menjadi umat yang
paling rendah, terlemah dan terburuk. Mereka dikuasai (musuh), seolah-olah
pedang berada di atas leher (mereka). Apakah sebabnya? Apakah penyakitnya? Dan
apakah obat penyembuhnya? Tidak mungkin yang menjadi penyakitnya adalah karena
sedikitnya harta, atau kekurangan sumber daya manusia, maupun sedikitnya sumber
penghasilan. Karena, semua ini melimpah. Jadi, apakah sebenarnya penyakit umat
ini? Adakah jalan untuk mengetahui obatnya, hingga bisa dimanfaatkan, dan
digunakan, selanjutnya kita pun bisa keluar dari keadaan-keadaan yang berat dan
susah ini, keadaan yang buruk, yang sedang menyelimuti umat ini dan
hampir-hampir tidak bisa lepas darinya, kecuali dengan curahan taufik Allah
subhanahu wa ta’ala bagi umat ini.
(bersambung)
Dikutip dari www.ponpesimambukhari.or.id website Majalah Assunnah edisi
1/XI/1428H / 2007
CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged.
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email
and its attachments, if any, or the information contained herein is
prohibited. If you have received this email in error, please
immediately notify the sender by return email and delete this email
from your system. Thank you.
Silakan kunjungi website milis di http://groups.yahoo.com/group/cahdemak
Berdiskusi seputar Demak di forum www.s14.invisionfree.com/demak
Arsip-arsip berita seputar demak, mengenai Bupati, DPRD, pendidikan, sosial dan
budaya, serta lainnya dapat dilihat di
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/files/
Data base anggota milis dan tokoh masyarakat demak dapat dilihat di
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/database
Photo seputar demak dapat dilihat di
http://photos.groups.yahoo.com/group/cahdemak/lst
Link ke website tentang demak dapat dilihat di
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/links
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/