Madu, Mangkuk, dan Sehelai
Rambut<http://pribadi.or.id/diary/2005/11/16/madu-mangkuk-dan-sehelai-rambut/>

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a.,
dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Fathimah
r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan
di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu
dihidangkan, sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu.

Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat
suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (mangkuk yang cantik,
madu, dan sehelai rambut).

Abubakar r.a. berkata,

iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu
lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti
sehelai rambut.

Umar r.a. berkata,

kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu
lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari
meniti sehelai rambut.

Utsman r.a. berkata,

ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu
itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih
sulit dari meniti sehelai rambut.

'Ali r.a. berkata,

tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih
manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya
adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut.

Fatimah r.ha. berkata,

seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang
ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang
tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti
sehelai rambut.

Rasulullah SAW berkata,

seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk
yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu,
dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai
rambut.

Malaikat Jibril AS berkata,

menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang
cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis
dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit
dari meniti sehelai rambut.

Allah SWT berfirman,

surga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat surga-Ku itu
lebih manis dari madu, dan jalan menuju surga-Ku adalah lebih sulit dari
meniti sehelai rambut.

Begitulah kalimat-kalimat indah yang diucapkan, sebagai pelajaran bagi umat.

Dikutip dari arsip UNIC Virtual Komuniti <http://community.unic.net.my/> dan
situs web Percikan
Iman<http://www.percikan-iman.com/modules.php?name=Artikelpilihan&op=detail_artikelpilihan&id=104>,
dengan perubahan seperlunya tanpa mengubah makna.

Kirim email ke