Assalamu'alaikum,
   
  Besok (selasa, sore mulai sekitar jam 17.00-20.00) akan ada Gerhana Bulan.
  Shalat Gerhana Baik Matahari/Bulan merupakan Sunnah Muakkad,
  Urutannya sbb:
  1. Tidak ada Adzan atau Iqomah, tetapi disunnahkan untuk menyeru " 
Ash-Shalaatu Jaami'ah".
2. Jumlah Rakaatnya adalah 2 rakaat dengan 4 Ruku' dan 4 Sujud, sebagaimana 
dijelaskan dalah hadits berikut:
   
  Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, dia bercerita bahwa pada masa Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam terjadi gerhana matahari, lalu beliau mengerjakan 
shalat bersama orang-orang. Maka beliau berdiri dan memanjangkan waktu berdiri, 
lalu beliau ruku dan memanjangkannya. Kemudian beliau berdiri dan 
memanjangkannya –berdiri yang kedua ini tidak selama berdiri pertama-. Setelah 
itu, beliau ruku dan memanjangkan ruku, ruku-nya ini lebih pendek dari ruku 
pertama. Selanjutnya, beliau sujud dan memanjangkannya. Kemudian beliau 
mengerjakan pada rakaat kedua seperti apa yang beliau kerjakan pada rakaat 
pertama. Setelah itu, beliau berbalik sedang matahari telah muncul. Lalu beliau 
memberikan khutbah kepada orang-orang. Beliau memanjatkan pujian dan sanjungan 
kepada Allah. Dan setelah itu, beliau bersabda. 
    "Artinya : Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari 
tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian 
seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika 
kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo'a kepada Allah, 
bertakbir, shalat dan bersedekah". Setelah itu, beliau bersabda : "Wahai umat 
Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang yang lebih cemburu dari Allah jika 
hambaNya, laki-laki atau perempuan berzina. Wahai umat Muhammad, seandainya 
kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan 
banyak menangis" [Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani] 
  --> haditsnya masih bersambung. [panjang].
  Juga disunnahkan untuk memberikan khutbah setelah shalat selesai (berdasarkan 
lanjutan dari hadist diatas].
  3. Bacaan dalam shalat kusuf (Gerhana Bulan) dibaca dengan jahr (suara 
keras), sebagaimana yang dikerjakan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
  Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
menjaharkan bacaannya dalam shalat kusuf. Jika selesai dari bacaannya, beliau 
pun bertakbir dan ruku. Dan jika dia bangkit ruku, maka beliau berucap : "Sami 
Allaahu liman Hamidah. Rabbana lakal hamdu". Kemudian beliau kembali mengulang 
bacaan dalam shalat kusuf. Empat ruku dalam dua rakaat dan empat sujud." 
Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani] 
  Semoga bermanfaat,
  Wassalamu'alaikum wr wb



       
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

Kirim email ke