Si Bedul Kena Kutukan PengetahuanSi Bedul untuk kesekian kalinya sowan ke Gus 
Pur. Kali ini agak larut malam, maklum, Si Bedul masih orang kantoran, hanya 
punya waktu dikala matahari sudah terlelap.

Si Bedul : " assalamu'alaikum Gus, malam gini ngopinya enak sekali Gus "

Gus Pur: " Iyo, enak tenan. Tapi yang bikin enak bukan kopi-nya Dul, tapi 
hidupku ini yang enak. Jadi kyai, tinggal duduk, makan dan setiap hari ngobrol 
sama orang-2 yang sowan"

Si Bedul: "Kok banyak orang sowan ke kyai ya Gus ?"

Gus Pur : " Lha iya .wong mereka itu orang-2 yang kena kutukan kayak sampeyan 
ini "

Si Bedul : (geregetan) " Kena kutukan gimana Gus, saya kalau kesini khan selalu 
tanya urusan rencana bisnis yang mau saya bikin ini Gus".

Gus Pur : "Lha iya, itu kena kutukan namanya. Kamu khan orang cerdas, titelmu 
sudah kepanjangan, kerjamu sudah tahunan, kurang opo kamu ? kamu sendiri yang 
bilang, kalau mau bikin usaha, kamu mulainya dengan bikin perencanaan yang top, 
ada Plan A sampek Z. Pokoknya detil. Tidak ada yang terlewat.

Gus Pur : (terkekeh-kekeh .) dan karena kepintaranmu itulah yang membuat kamu 
100% kena Kutukan Pengetahuan. Kamu itu dikutuk sama hasil akal-mu sendiri, 
padahal kamu sudah sangat siap dengan segudang rencana. Ternyata kamu makin 
banyak rencana, kamu merasa makin cemas. Karena dengan akalmu itu, kamu merasa 
makin tahu masa depanmu. Padahal akal-mu melihat masalah keberhasilan dan 
kegagalan itu tidak ada bedanya. Kamu sendiri malah menyiapkan Skenario 
Berhasil dan Skenario Gagal.

Kamu tau Dul, setiap hari aku ini terima tamu yang sowan, ada banyak tamu yang 
kena Kutukan kayak kamu ini. Mereka itu masih ngga yakin sama bisnis yang mau 
dibikinnya itu. Mereka masih pengin dengar wejangan-ku, nasihatku, 
"penerawangan"-ku, kira-2 kedepannya bisnisnya itu gimana .. Apa ngga edan, 
wong saya bukan orang bisnis kok ditanya masa depan bisnis. Mereka itu makin 
banyak rencana, makin banyak tahu, ternyata makin kena Kutukan Pengetahuan.

Coba kamu sowan ke kyai mana saja. Kalo kamu minta wejangan karena mau bisnis, 
pasti jawabannya sama. Kalo mau bisnis, kamu harus ingat, bahwa rejeki itu 
sudah dijatah sama Gusti Alloh. Bisnismu mau sukses besar atau ngga, itu sudah 
kehendakNya Gusti Alloh. Kalau Gusti Alloh berkehendak sukses, itu berarti kamu 
diberi banyak titipan sama Gusti Alloh. Titipan zakat, titipan menyantuni anak 
yatim dan orang miskin, dan banyak titipan rahmatanlilalamin lainnya. Untuk 
semua titipan itu, kamu harus ikhlas untuk selalu berbagi.

Orientasimu jangan uang dan kekayaan, tetapi untuk keberkahan hidupmu, 
keluargamu dan masyarakatmu. Jangan lupa sujud syukur setiap hari, dan terus 
ber-ikhtiar sekuat tenaga dan pikiranmu untuk membesarkan bisnismu setiap hari. 
Banyak-banyak silaturrahmi, jalani bisnismu sebagai ibadahmu. Kalau itu semua 
kamu lakukan, masa depan bisnismu pasti sukses, Gusti Alloh selalu memberikan 
keberuntungan kepadamu.

Lha anehnya Dul, setelah aku kasih wejangan seperti itu, dan amalan untuk 
berdoa dan bersyukur, mereka merasa bebas dari keraguan, ketakutan. Mereka 
lebih bersemangat menjalani rencana bisnisnya, ikhlash menjalani prosesnya dan 
mem-pasrah-kan hasilnya 100% kepada Yang Maha Kaya.

Kalau sudah begitu, mereka sudah bebas dari Kutukan Pengetahuan. Mereka sudah 
tidak mengandalkan 100% pada akal-nya yang terbatas itu, tetapi 100% kepada 
Yang Menciptakan Akal.

Si Bedul: "Wah, harus seperti itu ya Gus ?"

Gus Pur : " Iya Dul, jangan kebanyakan rencana-rencana lagi, tinggal jalan aja 
kok repot!" 
 

WITH GOD, EVERY THINGS ARE POSSIBLE 

Kirim email ke