sungguh sangat disayangkan...
  grebeg besar yang sedianya ditujukan untuk memperingati idul adha
  mulai bergeser......
  sekedar usul sajah...
  kenapa harus ada didi kempot atau dara AFI atau Sheila on 7 atau festival 
band?
  kenapa tidak snada atau opick atau kyai kanjeng atau sulis?
  ini kan hari kebesaran umat islam
  kenapa tidak diisi dengan acara yang lebih bernuansa islami?
   
  memang sih ada gebrakan dengan adanya pihak swasta yang menangani
  tapi dalam pikiran saya 
  kenapa grebeg besar tidak dijadikan ajang festival Islam terbesar di Indonesia
  akan lebih tepat momentumnya,....
  dan akan menjadi tidak bijak dan semakin menjauhkan umat dari kepribadian 
islam,....

"A. Fanar Syukri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          # Do mulih grebeg-an, gak?
# Siapa warga milis ini yang siap jadi pengelola grebeg?
# Ops, jangan sampai ada anggota milis yang di-grebeg fulisi, lho ya!

Suara Merdeka: Rabu, 05 Desember 2007 <<SEMARANG>>
-----------------------------------
Besok, Grebeg Besar Dibuka Bupati
* Pengelolaan Diserahkan ke Swasta
-----------------------------------

DEMAK - Tradisi grebeg besar Demak, Kamis (6/12) akan dibuka Bupati H
Tafta Zani. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan Tembiring Jogo Indah
itu akan berlangsung selama 17 hari sejak Kamis hingga Minggu
(23/12).Namun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pengelolaan grebeg
besar tahun ini diswastakan, artinya tidak lagi ditangani pemkab.
Langkah tersebut, menurut Asisten II Suseno SIp, semata-mata agar
target pendapatan daerah tercapai.

Pasalnya, ketika pengelolaan ditangani tim dari pemkab, selalu tidak
memenuhi target PAD. Padahal potensi untuk tercapainya cukup tinggi.
Setidaknya dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang memasuki arena
grebeg dan padatnya kaveling untuk pedagang.Pihak swasta yang
dipercaya mengelola kegiatan itu adalah Sa'dan dari CV Mandiri.

Dia menjadi pengelola grebeg besar dengan memberikan konstribusi PAD
sebesar Rp 245 juta.Suseno menambahkan, selama ini tidak tercapainya
target pendapatan, karena keterbatasan jumlah personel. Sebab, untuk
mengelola kegiatan akbar seperti itu butuh banyak tenaga agar dapat
mengcover semua.''Karena berulang kali target tidak terpenuhi,
sekarang dicoba diswastakan,'' katanya.

Hasil Kerajinan

Pemindahan pengelolaan bukan berarti pemkab mengomersialkan kegiatan
yang telah mentradisi itu. Sebaliknya, justru berkeinginan memajukan
dan menambah warna baru. Dengan keterlibatan pihak lain dimaksudkan
agar pengelolaan lebih fokus dan profesional.

Pihak yang mengelola diperbolehkan melakukan improvisasi kegiatan,
misalkan menambah hiburan dan lainnya. Hanya saja improvisasi yang
dilakukan dalam batasan yang diterima budaya masyarakat Demak.Sa'dan
menuturkan, ia tertarik mengelola grebeg besar karena ada keinginan
menghidupkan tradisi Demak.

Oleh karenanya, pada kegiatan kali ini, pihaknya menambah berbagai
hiburan, termasuk mendatangkan artis ibu kota seperti Didi Kempot,
Dara AFI dan lainnya.Sementara itu hingga kemarin, arena grebeg di
lapangan Tembiring Joglo Indah telah dipadati pedagang. Mereka
menempati kaveling yang telah disiapkan pemkab.

Kebanyakan pedagang yang membuka dasaran berjualan mainan anak-anak
dan hasil-hasil kerajinan.Selain di Tembiring, juga terdapat pedagang
yang berjualan di trotoar jalan sepanjang Jl Sultan Fatah, jalan
sekitar terminal dan Jl Turmudi. (H1-16)

http://suaramerdeka.com/harian/0712/05/kot19.htm



                         

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke