Dari sebelah

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com>
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
<mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> ]
On Behalf Of aris solikhah
Sent: Wednesday, June 04, 2008 4:13 PM
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:jurnalisme%40yahoogroups.com>
Cc: [EMAIL PROTECTED] <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> ;
[EMAIL PROTECTED] <mailto:islamnet-id%40yahoogroups.com> ;
[EMAIL PROTECTED] <mailto:hidup-berkah%40yahoogroups.com> ;
[EMAIL PROTECTED]
<mailto:forum-pembacakompas%40yahoogroups.com>
Subject: [syiar-islam] Jangan Mau di Adu Domba

Kiriman dari teman..

-----------------------------
(CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES; Cheryl
Benard)

Adanya politik adu domba di balik insiden Monas semakin menguat.
Pernyataan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pihak-pihak
tertentu untuk tidak melibatkan NU menyusul insiden Monas 1 Juni. "NU
akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan provokasi,"
tegasnya.
Hasyim menyesalkan penggunaan dan pelibatan nama NU dan kelompok NU
dalam masalah ini. "Karena relevansinya tidak ada antara NU dan Monas,
NU dan FPI. Tapi, kenapa lalu ditulis korban itu adalah orang NU?" ujar
Ketua PBNU Hasyim Muzadi dalam pernyataan tertulis pada detikcom, Selasa
(3/6/2008).
KH Hasyim Muzadi juga mengingatkan pelibatan orang-orang NU yang
menjadikan NU sebagai pihak yang juga terlibat dalam bentrok fisik itu.
"Ini tidak boleh terjadi dan harus dicegah. Bentrok fisik sangat
merugikan. Kita ingin menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas
masalah itu," tegasnya.
Upaya mengadu domba antara NU dan ormas Islam lain seperti FPI memang
sangat terasa. Tampak dari reaksi warga NU diberbagai daerah yang
mendatangi markas FPI. Konflik horizontal pun dikhawatirkan meluas di
daerah-daerah.
Tidak hanya itu , perluasan insiden Monas juga tampak dari upaya
membangun opini seakan-akan lasyar Islam menyerang kelompok memperingati
hari kesaktian Pancasila. Serangan ini dianggap ancaman terhadap
Pancasila, ideologi negara, dan pada gilirannya dianggap merupakan
ancaman terhadap negara.
Upaya adu domba yang konflik horisontal ini tidak bisa dilepaskan
dari grand-strategi negara-negara Imperialis untuk menghancurkan umat
Islam dan kekuatan Islam. Untuk itu, negara-negara Imperialis seperti AS
memanfaatkan LSM-LSM komprador yang menjadi kaki tangannya untuk
memprovokasi konflik.
Campur tangan asing tampak dari kecaman kedubes AS terhadap insiden
Monas. Kedubes AS di Indonesia mengeluarkan siaran pers yang mengutuk
aksi kekerasan oleh FPI. AS menilai, aksi itu berdampak serius bagi
kebebasan beragama dan dapat menimbulkan masalah keamanan. Namun,
pernyataan Kedubes AS itu dinilai anggota Fraksi PKS di DPR, Soeripto,
sebagai bentuk campur tangan AS dalam masalah dalam negeri. "Itu tidak
etis. Bahasa kasarnya intervensi. Seakan-akan pemerintah kita yang
lemah," katanya.


Grands strategi ini bisa terlihat dengan jelas dari rekomendasi Rand
Corporation yang merupakan think-thank neo-conservative AS yang banyak
mendukung kebijakan Gedung Putih. Dalam rekomendasi Cheryl Benard dari
Rand Corporation yang berjudul CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS
,RESOURCES, AND STRATEGIES) secara detik diungkap upaya untuk memecah
belah umat Islam.


STRATEGI : PECAH BELAH KELOMPOK ISLAM
Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan
kecendrungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai
Demokrasi.
Pertama : Kelompok Fundamentalis : menolak nilai-nilai demokrasi dan
kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter
yang puritan yang akan dapat menerapkan Hukum Islam yang ekstrem dan
moralitas. Mereka bersedia memakai penemuan dan teknologi modern
untuk mencapai tujuan mereka.
Kedua : Kelompok Tradisionalis: ingin suatu masyarakat yang
konservatif. Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.
Ketiga : Kelompok Modernis : ingin Dunia Islam menjadi bagian
modernitas global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan
menyesuaikannya dengan zaman.
Keempat : Kelompok Sekularis : ingin Dunia Islam untuk dapat menerima
pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan
negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada
lingkup pribadi.

STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA
Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah
berikutnya yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah
politik belah bambu. Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain,
berikutnya membentrokkan antar kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas
dari upaya membentrokkan antara NU yang dikenal tradisionalis dengan
ormas Islam yang Barat sering disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI,
atau MMI dsb.

Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya :
Pertama : Support the modernists first (mendukung kelompok Modernis)

Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang
disubsidi.
Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda.

Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan
Islam.
Memberikan mereka suatu platform publik
Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanya
an yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam
persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang
memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan
pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah,
lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.
Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah pilihan
"counterculture" bagi kaum muda Islam yang tidak puas.
Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan
non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara
yang relevan.
Membantu dalam membangun organisasi-organisa si sipil yang
independent, untuk
Mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang
bagi rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses
politik dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.

Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists:
Mendukung kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis.
Langkah-langkah yang dilakukan antara lain :

Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan
ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan
antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.
Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.
Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang
lebih dekat dengan
Kaum modernis.
Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri
mereka
untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Kaum
fundamentalis
secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum
tradisionalis melakukan praktek politik "Islam pinggiran" yang kabur .
Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk
dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan
pandangan mereka.
Menambah kehadiran dan profil kaum modernis pada lembaga-lembaga
tradisionalis.
Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang
berbeda. Mendorong orang-orang dengan ketertarikan yang lebih besar atas
modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan yang lainnya. Mendorong
mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu
untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham
Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan pendanaan. Uang dari
Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang konservatif. Hal
ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam yang
lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari
Hukum Islam.
Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme
Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists: Mengkonfrontir dan
menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain :

Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak
akuratannya.
Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan
aktivitas-aktiviats illegal.
Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan.

Menunjukkan ketidak mampuan mereka untuk memerintah, untuk
mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan
komunitas-komunitas mereka.
Mengamanatkan pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat
tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan
kepada wanita.
Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan
dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris. Kucilkan mereka sebagai
pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.
Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan,
dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.
Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.

Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:

Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama,
mematahkan aliansi
dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti
nasionalisme dan ideology kiri.
Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam
Islam dan bahwa Hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan
memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi pendekatan manapun yang
diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja dan secara
hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu yang pasti;
konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain, termasuk
resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang
sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi
afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat
mereka dalam jangka pendek.

"Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling
bertakwa, paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar
menjalin hubungan silaturahmi." (Muhammad SAW).
kampusku
Blogku

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo
<http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo> ! Groups Links




Confidential information may be contained in this e-mail and/or any
files transmitted with it ('Message'). If you are not the intended
recipient of this Message or any part thereof (or responsible for
delivery of this Message to such person), you are hereby notified that
any dissemination, distribution, printing or copying of this Message or
any part thereof is strictly prohibited. In such a case, you should
delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail.
Opinions, conclusions and other information in this Message that do not
relate to the official business of AXIS shall be understood as neither
given nor endorsed by AXIS. AXIS is the registered trademark of PT
Natrindo Telepon Seluler.



Confidential information may be contained in this e-mail and/or any files 
transmitted with it ('Message'). If you are not the intended recipient of this 
Message or any part thereof (or responsible for delivery of this Message to 
such person), you are hereby notified that any dissemination, distribution, 
printing or copying of this Message or any part thereof is strictly prohibited. 
In such a case, you should delete this Message immediately and advise the 
sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this 
Message that do not relate to the official business of AXIS shall be understood 
as neither given nor endorsed by AXIS. AXIS is the registered trademark of PT 
Natrindo Telepon Seluler.

Kirim email ke