---------- Forwarded message ----------
From: burhan aminoto <[email protected]>
Date: 2008/12/30
Subject: [Agricultural Engineering 37] Fw: Be Positive - Be Possible (Supir
Bajaj)
To: [email protected], anang hidayat <[email protected]>,
Chory Isti <[email protected]>, emral setya <[email protected]>,
Fahri Ahmad <[email protected]>, Group AE-37 <[email protected]>,
Hakim Abdul <[email protected]>, Kemang BP <[email protected]>,
Komaruzzaman Oman <[email protected]>, Muchdi Tri <
[email protected]>, Romi Ramdhani <[email protected]>, Sarbana Baban <
[email protected]>, Suratno Suratno-BP <[email protected]>, Ukis <
[email protected]>




----- Forwarded Message ----
*From:* Andreas Hartono <[email protected]>
*To:* Andreas Hartono <[email protected]>
*Sent:* Wednesday, December 10, 2008 7:42:28 AM
*Subject:* Be Positive - Be Possible (Supir Bajaj)

  *Dearest Be Positive - Be Possible Professionals,
*  Semoga kebahagiaan dan prestasi menyertai Anda semua dalam menjalankan
aktivitas hari ini.

       **

*Supir Bajaj *

Ketika saya pulang ke Bangka awal Desember 2008 yang lalu, saya dan keluarga
sempat bertemu dengan seorang Guru Spiritual (GS) di pulau tersebut. Banyak
hal unik dari cerita yang disampaikan oleh beliau dan salah satunya cerita
bagaimana beliau naik bajaj di Jakarta.

Suatu hari sang GS berada di Jakarta dan beliau hendak menuju ke Pasar Baru
bersama dengan seorang temannya. Beliau bermaksud untuk naik bajaj, maka di
pinggir jalan yang panas terik dipanggillah sebuah bajaj yang sedang
melintas :

GS : Pak Pasar Baru berapa ?
Supir Bajaj (SB) : dua puluh ribu.
GS : enam ribu ya !
SB : tanpa basah-basih lebih banyak beliau langsung memacuh gas bajajnya dan
meninggalkan sang GS

Tidak berapa lama, muncullah bajaj yang ke-2 :

GS : Pak Pasar Baru berapa ?
SB : dua puluh ribu.
GS : enam ribu ya !
SB : delapan belas ribu deh ..
GS : mahal amat bang, ya udah tujuh ribu ya .
SB : tanpa basah-basih lebih banyak beliau langsung memacuh gas bajajnya dan
meninggalkan sang GS

Tidak berapa lama kemudian muncul lagi bajaj yang lain :

GS : Pak Pasar Baru berapa ?
SB : dua puluh ribu.
GS : enam ribu ya !
SB : delapan belas ribu deh ..
GS : tujuh ribu ya ..
SB : wah tidak bisa tujuh ribu pak soalnya pasar baru itu jauh dari sini,
udah lima belas ribu saja
GS : bagaimana kalau delapan ribu saja ?
SB : pak delapan ribu sih berat, jauh pak pasar baru dari sini
GS : sudah sembilan ribu saja
SB : mungkin dengan sedikit kasihan melihat sang GS kepanasan akhirnya SB
mau mengantarkan GS ke Pasar Baru dengan bajajnya.

Sesampainya di Pasar Baru, sang Guru Spiritual mengeluarkan uang senilai dua
puluh ribu dan memberikannya kepada Supir Bajaj. Sementara sang Supir
Bajaj mempersiapkan uang kembalian, sang Guru Spiritual seperti tidak
memperdulikannya dan pergi meninggalkan sang Supir Bajaj.

SB : Pak ini uang kembaliannya
GS : kembalian apa ? Tadi Bapak minta ongkos berapa ?
SB : dua puluh ribu
GS : nah itu khan 20 ribu
SB : tadi bapak nawar sembilan ribu !
GS : iya sembilan ribu itu uang dari saya naik bajaj dan sebelas ribu itu
adalah rezeki untuk Bapak yang sudah bekerja dengan baik dan bersedia
mengantarkan saya sampai ke pasar baru. Maka sebelas ribu itu anggaplah
imbalan atas kebaikan Bapak.

Kemudian sang Guru Spiritual becerita bahwa saat ini semakin sulit untuk
mencari orang yang bekerja dengan suka cita yang tidak hanya mempersoalkan
uang di atas segala-galanya. Sang Guru Spiritual berpesan *"bekerjalah
dengan sungguh-sungguh dan dengan hati dan pikiran yang tulus maka
percayalah rezeki itu akan datang dengan sendirinya kepada diri anda"*



*Andreas  Hartono*
*Achievement Motivator*



*Information Inhouse Workshop*

*Achievement Motivation Workshop
*Be Positive - Be Possible To The Max

 Phone : (021) 99 780 789

 Mobile : 089 99 780 789

 Email :  [email protected]

 Website :  <http://human-excellence.org> http://human-excellence.org


 

Kirim email ke