SEDULUR Cah Demak, Salam Demak, SMU1Demak yang masih berdomisili di Demak,
Apakah ada penggalangan dana dari sedulur-sedulur, wabil khusus sederek-sederek
yang aktif dikepengurusan SALAM DEMAK ?
20 Februari 2009
Kerugian Banjir Demak Rp 5,8 M
DEMAK - Banjir yang terjadi Demak sejak Januari sampai Februari 2009,
mengakibatkan kerugian cukup besar, yakni mencapai Rp 5,8 miliar. Kerugian
terbesar di sektor pertanian tanaman pangan dan tambak. Bupati Drs H Tafta Zani
MM mengatakan, kerugian meliputi padi puso 815 ha, kedelai puso 19 ha, jagung
puso 90 ha, kacang tanah 1 ha, dan kacang hijau 1 ha.
Sedang untuk tambak seluas 333 haktare.’’Kerugian akibat banjir yang langsung
dirasakan adalah pada tambak. Karena begitu terkena banjir, ikan yang siap
panen hilang,’’ terang bupati saat menerima kunjungan Komisi E DPRD Jateng di
rumah dinasya, kemarin.
Kepada rombongan yang dipimpin Ketua Komisi Iqbal Wibisono ini Bupati
menjelaskan, wilayah kecamatan yang dilanda banjir meliputi Karangawen, Guntur,
Karangtengah, Sayung, Mranggen, Wedung, Karanganyar, Dempet dan Demak kota.
Sedangkan rumah yang tergenang sebanyak 5.723 keluarga, atau 28.615 jiwa.
Genangan air kurang lebih setinggi 40 hingga 75 cm.
Menurut dia, banjir di Demak penyebab utamanya selain tanggul kritis, juga air
limpasan karena sungai tak mampu menampung tingginya debit air dari daerah atas
meliputi Purwodadi, Semarang dan Salatiga.
Kondisi yang demikian menjadi persoalan tersendiri. Seperti jebolnya Tanggul
Cabean di Dukuh Wangun Desa Rejosari Kecamatan Karangawen yang sulit
dikendalikan. Selain kondisi tanggul banyak yang kritis, endapan selalu
menumpuk setelah banjir berlalu.
Tanggul kritis
Pada tanggal 31 Desember lalu Tanggul Cabean jebol sepanjang sembilan meter,
lebar lima meter dan kedalaman tujuh meter. Setelah ada upaya perbaikan pada
tanggal 12 Januari, tanggul tersebut jebol lagi sepanjang 15 meter, lebar 6,5
meter, kedalaman tujuh meter.
Lanjut Rudi, banyaknya tanggul yang kritis di Tanggul Cabean mengakibatkan
tanggul tersebut berulang-ulang jebol. Selain Tanggul Cabean, banjir juga
disebabkan meluapnya Sungai Wulan Mijen, Tanggul Sungai Dolog Onggorawe,
limpasan Sungai B15, Tanggul Sungai Setu Wonokerto, Sungai Jajar dan limpasan
air Sungai Tuntang.
Dia menambahkan, upaya yang telah dilakukan Pemkab di antaranya membantu
kebutuhan pokok bagi korban banjir, meliputi beras, mi instan, minyak goreng,
ikan asin, telur dan lain-lain. Selain itu mengupayakan dapur umum selama warga
dilanda banjir, serta pelayanan kesehatan. (H1-16)