DICARI : ORANG DERMAWAN UNTUK MEMERANGI KEMISKINAN. DITUBUHKAN SEGERA!!! Orang Dermawan SEBANYAK-BANYAKNYA untuk ditempatkan sebagai Pejuang yang bertugas memerangi kemiskinan, kelaparan dan gizi buruk di tengah medan perang yang semakin menggila. Tidak peduli berapa banyak materia yang akan kita korbankan, sedikit atau banyak bukanlah masalah. Tapi yang penting kita mau berlatih *memberi*, menghulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti. Dengarkanlah hati nurani anda berbicara, walaupun berbisik. Rasakanlah, karena sesuatu sedang mengalir dalam diri melalui tangan anda dan sesuatu itu bernama Kasih Sayang.
Sebagai langkah kongkrit, saya sebagai manusia yang memiliki akal serta hati nurani tergerak untuk mendukung aksi STOP KELAPARAN DAN GIZI BURUK yang telah digaungkan pertama kali oleh Gempur dan juga atas inisiatif dari Mbak Hanna. Saya tersentuh sekaligus terenyuh menerima kenyataan pahit yang harus ditelan pelan-pelan dan sangat menyakitkan oleh bangsa yang katanya memiliki peradaban tinggi di mata dunia. Tersentuh, karena saya bersyukur ternyata banyak orang yang mengkempenyakan aksi ini melalui blog. Tuhan saja sebagai zat yang memiliki sifat Maha Pencipta, Maha Sempurna dan Maha Segala-galanya di alam semesta ini sampai-sampai menyuruh Malaikat Maut untuk mencabut nyawa Daeng Besse dengan sang anak beserta si bakal bayi yang masih dalam kandungan agar segera pergi ke pangkuan-Nya, sebab Dia tak sanggup, tak tega melihat penderitaan yang dialami oleh mereka. Sedang kita manusia-manusia yang derajatnya sekecil semut bahkan lebih nista lagi di mata Tuhan, masih saja tega membiarkan saudara-saudara kita itu kelaparan, sampai mati. Masya Allah Ya Tuhan semoga Engkau masih sudi mengampuni hamba-hambamu yang lalai ini. *Kawan sekalian, harta yang kita miliki sekarang ini tidak akan bisa membawa kita ke kehidupan setelah mati kelak nanti. Karena memang sifatnya yang fana, tidak akan pernah mampu memasuki kehidupan abadi. Tapi amal-amal baik yang telah kita lakukan itulah yang akan mampu menggotong jiwa kita ke alam keabadian, meskipun kebaikannya sebesar biji!* *Coba tengok ayat ini :* *Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Surat Al-Baqoroh Ayat 261* Sudah jelas kita takkan bisa menghitung berapa ganjaran yang akan diterima bila melakukan sedikit saja sebuah tindakan untuk kebaikan sesama. Dijamin oleh Allah ganjarannya dilipat gandakan! Sekarang mari longok saudara-saudara kita yang nasibnya kurang beruntung. Mereka tidak bisa menyulam masa depan yang begitu suram, karena mereka tak bisa berkompromi dengan zaman yang semakin edan. Tapi kita beruntung masih bisa merangkai masa depan dengan santai, yang walaupun gampang-gampang susah. Tapi masih mendingan dibanding dengan nasib mereka. Nah, disinilah terhampar lebar-lebar ladang pahala untuk mendapatkan ridho Allah agar kita bisa memasuki gerbang surga-Nya. Sisihkanlah harta benda anda, tak peduli berapapun jumlahnya. Yang penting kita mau belajar untuk peduli sesama. Karena mereka adalah saudara kita, kita sama-sama manusia, sama-sama makhluk yang diciptakan dari satu Sang Pencipta. Maka perlakukanlah mereka seperti kita memperlakukan saudara sendiri. Perlakukan mereka seperti saat tangan kiri anda merasa kesakitan, secara refleks tangan kanan anda langsung memegang dan memijitnya dengan lembut tanpa berfikir panjang hingga rasa sakitnya pun cepat menghilang. Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dalam diri. Sedangkan batu adalah rasa egois yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, ukuran kebaikan anda bukan dinilai dari berapa besar jumlah materia atau harta yang anda korbankan. Karena kemurahan tidaklah terletak di tangan, melainkan di hati. Ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW bertanya : Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya ? Beliau menjawab : Bersedekahlah selama kamu masih sehat, suka harta, takut miskin dan masih berkeinginan kaya. Dan janganlah kamu menunda-nunda, sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan, maka kamu baru berkata : Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian, padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya). HR. Bukhori Muslim. *Sebelum terlambat, yuk mari..* * Mari kita bersama-sama memerangi kemiskinan yang sudah lama menggeroti bangsa ini. * Mari kita lupakan para pembuat keputusan yang sibuk dengan urusannya sendiri, sampai abai terhadap rakyat yang seharusnya dilayani. * Mari kita acuhkan para politisi yang berkempenya untuk berebut kekuasaan, sebab kini demokrasi memang sudah gila. * Mari kita patahkan, bantah mentah-mentah komentar yang menuding Blogger sebagai penipu. Jangan balas dengan kata-kata, tapi buktikan dengan tindakan. Biarkan mereka sendiri menelan ludah yang mereka buang. * Mari kita dengarkan suara perut yang mengkeruyuk di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota yang pada sibuk-sibuk. Mereka tertunduk meringkuk menahan sakit yang melilit ganas didalam perut. Jangan biarkan mereka semakin terpuruk dalam lubang kemiskinan yang semakin buruk. * Mari kita gandengkan tangan, satukan hati, bulatkan tekad, serukan nurani, dan * MARI KITA GEMPUR HABIS KEMISKINAN SEKARANG JUGA!!! Sukseskan tahun 2009 sebagai Tahun Anti Kemiskinan dan Gizi Buruk. Marilah membuat donasi anda di : http://www.dermawan.cn/ Waktu terhitung mulai dari sekarang sampai batas satu minggu, diharapkan anda sudah bertindak memerangi kemiskinan ini. Terima Kasih. P.S. Tegurlah saya bila dirasa tulisan ini terkesan menceramahi anda. Maklumilah diri ini yang selalu sensiitf bila disentuh masalah sosial. Ah, yang penting kami sudah bertindak Sila browse website dibawah ini, *http://www.dermawan.cn/?ref=ieyun313 * ** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ click here http://www.giantproduct.com http://www.bukusiber.comYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/cari-kawan/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/cari-kawan/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
