Baik pak Heru. Terima kasih atas masukan dan warningnya. Anda kan sudah mengenal saya (luar dalam, baik buruk) sejak lama. Resiko mengelola domain memang tidak mudah. Jika memang saya mau diperkarakan secara hukum, ya apa boleh buat. Silahkan pak.
Domain ini memang bukan saya. Saya hanya menjaga amanah. Saya toh tidak akan selamanya akan ngurusi domain. Masih banyak tugas lain yang belum terurus (idcert, dsb.). Tapi tentu saja saya tidak lari dari tanggung jawab. Jika memang ini merupakan cobaan yang harus dilalui dalam hidup saya, apaboleh buat. Tidak boleh mengeluh atau bersedih. Seperti yang baru saja saya baca dari buku "Don't be sad", ada beberapa mutiara di sana, antara lain: - Cukuplah Allah menjadi penolong dan Allah adalah sebaik-baik pelindung (Ali Imran [3]: 173) - Sabar adalah yang Paling Cocok untuk Anda - Tersenyumlah - Mengontrol emosi diri - Hapuskanlah kecemasan - Jangan bersedih, seringlah memohon ampunan Allah karena dia Maha Pengampun - Jangan bersedih karena perbuatan orang lain, maafkanlah mereka - Jangan bersedih karena kebaikan anda tidak dihargai orang lain - Jangan bersedih ketika orang lain mencela dan meremehkan anda - ... masih belum selesai membacanya. Oh ya, curhat dikit. Pada suatu ketika, saya sedang naik lift di gedung cyber. Ada seorang bapak yang kebetulan naik lift itu juga. Dia tersenyum dan berkata, "Bagaimana pak budi masalah domain dengan APJII?" Saya jawab "Yah begitulah." Dia kemudian berkata, "sabar ya nak". Terus terang, saya hampir nangis waktu itu atas perhatiannya. Ini ada seseorang yang tidak saya kenal akan tetapi sempat-sempatnya memberi nasehat. Saya kira bisa kita sudahi pak. Masing-masing sudah mengemukakan pendapatnya. Silahkan kalau pak Heru/APJII ingin melakukan langkah2 yang dirasa perlu. -- budi
